1. Mengganggu Mood dan Suasana Hati
Salah satu efek negatif yang bisa timbul dari konsumsi kolagen adalah gangguan mood. Menambah asupan protein kolagen dalam tubuh bisa mengurangi kadar triptofan, yang merupakan bahan baku untuk produksi serotonin, hormon yang berperan penting dalam mengatur mood kita. Jika kadar serotonin menurun, Skandis bisa merasa cemas, mudah marah, bahkan tertekan atau depresi.
Ini terutama penting bagi Skandis yang sudah mengalami gangguan mood sebelumnya. Oleh karena itu, sebelum memutuskan untuk mengonsumsi kolagen, penting untuk mempertimbangkan dampaknya terhadap keseimbangan emosi.
Baca Juga: Enggak Sepele, Seperti Ini 5 Ciri Kekurangan Kolagen dalam Tubuh
2. Meningkatkan Risiko Batu Ginjal
Skandis yang memiliki riwayat keluarga dengan masalah batu ginjal sebaiknya berhati-hati dalam mengonsumsi minuman kolagen. Konsumsi kolagen yang berlebihan, terutama jika dikombinasikan dengan diet tinggi protein hewani, bisa meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Menurut Harvard Medical School, asupan protein yang tinggi, termasuk kolagen, dapat memengaruhi keseimbangan kalsium dan menyebabkan masalah ginjal.
Untuk Skandis yang ingin mencoba minuman kolagen, mulailah dengan dosis yang kecil dan perhatikan reaksinya pada tubuh.
3. Mengganggu Kesehatan Usus
Meskipun minuman kolagen populer, beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kolagen bisa memengaruhi sistem pencernaan. Beberapa orang yang mencoba mengonsumsi peptida kolagen melaporkan gangguan seperti sembelit, penurunan nafsu makan, atau gangguan pencernaan lainnya.
Jika Skandis mulai merasakan gejala tersebut setelah mengonsumsi kolagen, mungkin sebaiknya berhenti terlebih dahulu dan konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk memastikan apakah itu efek samping dari kolagen.
Baca Juga: Manfaat Minuman Kolagen Bisa untuk Kesehatan Kulit dan Diet Sekaligus
4. Meningkatkan Risiko Penyakit Jantung dan Kanker
Minuman kolagen juga bisa mengandung logam berat berbahaya, seperti timbal dan kadmium, yang telah ditemukan dalam beberapa suplemen kolagen. Menurut Dr. JoAnn Manson, kepala divisi pengobatan pencegahan di Rumah Sakit Wanita dan Brigham Boston, logam-logam ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan serius, termasuk kanker, penyakit jantung, dan gangguan kognitif.
Oleh karena itu, penting bagi Skandis untuk memilih produk kolagen yang telah teruji kualitasnya dan aman untuk dikonsumsi.
5. Risiko Reaksi Alergi
Reaksi alergi adalah salah satu efek samping yang perlu Skandis perhatikan jika mengonsumsi suplemen kolagen atau produk kolagen. Gejalanya bisa berupa gatal atau kesemutan di mulut atau area kulit tempat kolagen diterapkan, pembengkakan pada lidah atau kulit, bahkan rasa sakit di perut, mual, atau muntah.
Jika Skandis mengalami gejala-gejala ini, segeralah hentikan penggunaan kolagen dan segera cari pertolongan medis untuk menghindari komplikasi lebih lanjut.



