1. Michael (22 April)
2. The Drama (22 April)
Selanjutnya, ada The Drama, film produksi A24 yang langsung menarik perhatian publik karena dibintangi oleh Zendaya dan Robert Pattinson. Disutradarai oleh Kristoffer Borgli, film ini menawarkan drama emosional dengan ketegangan psikologis yang intens.
Cerita berpusat pada Emma, seorang staf toko buku yang sederhana namun penuh pesona, dan Charlie, seorang direktur museum seni yang sukses dan karismatik. Keduanya terlihat seperti pasangan sempurna yang sedang mempersiapkan pernikahan impian mereka.
Namun, hubungan harmonis tersebut perlahan runtuh saat sebuah makan malam bersama sahabat mereka berubah menjadi malam penuh pengakuan mengejutkan. Permainan spontan bertajuk “Hal Terburuk Apa yang Pernah Kamu Lakukan?” justru membuka rahasia besar dari masa lalu Emma.
Pengakuan itu menjadi titik balik yang menghancurkan kepercayaan di antara mereka. Charlie mulai mempertanyakan seluruh hubungan mereka, sementara Emma harus menghadapi konsekuensi dari masa lalu yang selama ini ia sembunyikan.
Semakin dekat dengan hari pernikahan, ketegangan emosional semakin memuncak. Film ini cocok bagi Skandis yang menyukai drama dewasa dengan lapisan emosi yang kompleks dan akhir cerita yang sulit ditebak.
3. Songko (23 April)
Bagi penggemar horor lokal dengan sentuhan budaya tradisional, Songko menjadi pilihan yang sangat menarik minggu ini. Film ini menghadirkan nuansa horor yang tidak hanya menakutkan, tetapi juga penuh misteri dan atmosfer lokal yang kuat.
Berlatar di Minahasa pada akhir tahun 1980-an, film ini mengikuti kisah Mikha, seorang remaja yang hidupnya berubah drastis setelah keluarganya diusir dari desa.
Ibu tirinya, Helsye, dituduh sebagai jelmaan makhluk misterius bernama Songko—sosok berjubah hitam yang dipercaya memburu gadis-gadis muda dan menghisap darah mereka demi mempertahankan keabadian hidupnya.
Meski keluarga mereka sudah diusir, teror justru semakin menjadi-jadi. Korban terus berjatuhan, warga dipenuhi ketakutan, dan amarah massa mulai menguasai desa. Helsye akhirnya menjadi sasaran utama hingga ditemukan tewas secara tragis dengan kepala terpenggal.
Di tengah kekacauan tersebut, Mikha mulai mengalami mimpi-mimpi aneh yang menghubungkannya dengan sosok Songko. Ia pun dipaksa mencari kebenaran di balik teror itu—sebuah kebenaran yang ternyata jauh lebih gelap dan mengerikan daripada yang pernah ia bayangkan.
4. Kupilih Jalur Langit (23 April)
Kupilih Jalur Langit menghadirkan drama religi yang menyentuh tentang pernikahan, luka batin, dan kekuatan doa. Film ini dibintangi oleh Zee JKT48, Emir Mahira, dan Surya Saputra, menghadirkan kisah yang dekat dengan realitas banyak pasangan muda.
Cerita berpusat pada Amira, seorang santriwati cerdas dan penuh semangat yang merasa hidupnya sempurna saat dijodohkan dengan Furqon, seorang ustadz muda yang selama ini ia kagumi.
Bagi Amira, pernikahan itu adalah jawaban dari doa-doanya yang panjang. Namun, kenyataan setelah akad justru sangat berbeda dari harapan.
Malam pertama yang seharusnya menjadi awal kebahagiaan justru dipenuhi jarak dan kebingungan. Furqon bersikap dingin, menjaga batas, dan tidak menjalankan perannya sebagai suami secara utuh.
Konflik semakin rumit ketika masa lalu Furqon perlahan terungkap. Sosok Dara hadir sebagai bayangan yang belum selesai dan menjadi luka yang mengganggu kehidupan pernikahan mereka.
Ketika semua jalan terasa buntu, Amira hanya memiliki satu pilihan—berserah melalui “jalur langit”, menjadikan doa sebagai tempat terakhir untuk mencari kekuatan, ketenangan, dan jawaban.
5. Para Perasuk (23 April)
Film berikutnya adalah Para Perasuk, karya sutradara Wregas Bhanuteja yang dibintangi oleh Angga Yunanda, Maudy Ayunda, dan Chicco Kurniawan. Film ini semakin mendapat perhatian karena sempat tampil di Sundance Film Festival 2026.
Cerita berpusat pada Bayu, seorang pemuda berusia 20 tahun yang memiliki cita-cita unik: menjadi seorang perasuk.
Di desanya, kerasukan bukan dianggap sebagai sesuatu yang menakutkan, melainkan bagian dari tradisi budaya yang dinikmati masyarakat dalam sebuah pesta bernama sambetan. Ritual ini menjadi perpaduan antara hiburan, spiritualitas, dan identitas kolektif masyarakat desa.
Namun, di balik kemeriahan tersebut, desa mereka menghadapi ancaman besar. Sebuah proyek pembangunan hotel mewah berencana mengambil alih mata air utama desa—sumber kehidupan yang selama ini menghidupi sawah dan masyarakat setempat.
Bayu pun bertekad menjadi perasuk utama demi memimpin ritual besar yang dapat mengumpulkan dana untuk menebus kembali mata air tersebut.
Di tengah ambisinya, ia menyadari bahwa menjadi perasuk sejati bukan hanya soal keberanian, tetapi juga pengorbanan, tanggung jawab, dan pemahaman tentang arti menjaga tanah kelahiran.
6. Mother Mary (24 April)
Terakhir, ada Mother Mary, film produksi A24 yang disutradarai oleh David Lowery dan dibintangi oleh Anne Hathaway. Film ini menawarkan drama psikologis yang elegan dengan sentuhan dunia musik dan fashion yang glamor.
Film ini mengisahkan Mary, seorang diva pop legendaris yang sedang mempersiapkan comeback besar dalam kariernya. Di balik gemerlap panggung dan sorotan kamera, Mary menyimpan luka batin serta konflik masa lalu yang belum pernah benar-benar selesai.
Dalam persiapan tur barunya, Mary memutuskan untuk kembali menghubungi Sam Anselm, sahabat lama yang kini berprofesi sebagai perancang kostum.
Pertemuan itu awalnya hanya tentang kebutuhan akan gaun panggung yang sempurna. Namun, hubungan mereka perlahan membuka kembali kisah asmara lama yang rumit, penuh gairah, sekaligus menyakitkan.
Luka lama yang selama ini terkubur kembali muncul ke permukaan, memaksa Mary menghadapi dirinya sendiri sebelum kembali berdiri di atas panggung sebagai sosok yang utuh.



