Dulu, menjaga kesehatan berarti mengikuti nasihat umum: makan yang bergizi, olahraga teratur, dan istirahat cukup. Namun pada 2026, pendekatan one-size-fits-all itu telah usang. Wellness kini berbasis data—dipersonalisasi, diukur, dan dioptimalkan dengan bantuan kecerdasan buatan (AI) dan perangkat wearable.
Indonesia mulai memasuki babak baru layanan kesehatan preventif dengan kehadiran Longevity 5.0, sebuah pendekatan kesehatan jangka panjang yang mengintegrasikan AI, cloud computing, dan pengobatan presisi. Di sisi lain, perangkat wearable seperti smartwatch dan smart ring semakin canggih, mampu memantau berbagai indikator kesehatan secara real-time dan memberikan rekomendasi yang dipersonalisasi.
Artikel ini akan mengupas bagaimana AI coach dan wearable mengubah lanskap wellness pada 2026, apa saja teknologi yang tersedia di Indonesia, serta bagaimana Skandis dapat memanfaatkannya untuk mengoptimalkan kesehatan.



