Hello Skandis!
Skandis pasti sudah tidak asing dengan istilah FOMO, atau Fear of Missing Out. Rasa cemas ini adalah perasaan takut ketinggalan tren, entah itu acara, game, olahraga, atau sekadar joget TikTok yang sedang viral. Kekhawatiran ini tidak hanya muncul di dunia nyata, tapi juga sangat terasa di media sosial. Sering kali, rasa was-was ini membuat Skandis merasa harus selalu terhubung dan mengikuti apa pun yang sedang ramai.
Bayangkan saja, saat musim liga bola atau isu politik sedang hangat, jika satu kelompok pertemanan Skandis sudah sepakat mendukung sesuatu, lalu ada satu Skandis yang tidak ikut berpendapat atau memilih diam, bisa saja langsung dicap “berbeda.” Dari situlah tekanan muncul. Bisa berupa sindiran halus, tidak diajak mengobrol, atau bahkan mendapatkan “hukuman sosial” lainnya.
Ada banyak contoh nyata yang bisa kita lihat. Pernah ada cerita di media sosial tentang mahasiswa yang terpaksa ikut demo karena dipaksa oleh teman-teman segengnya. Atau ada juga kasus rekan kerja yang terus-menerus ditanya mengapa tidak mengganti foto profil media sosialnya dengan warna tertentu. Akhirnya, banyak yang terpaksa ikut agar dianggap kompak dan menjaga hubungan pertemanan.



