Skandis mungkin sudah sering mendengar nasihat klasik: kalau mau sehat dan bugar, usahakan berjalan kaki minimal 10.000 langkah setiap hari. Tapi, di tengah kesibukan kerja, perjalanan, dan aktivitas harian, tidak semua orang punya waktu berjam-jam untuk mengejar angka itu.
Nah, kabar baiknya, para peneliti di Jepang menemukan cara yang lebih efisien dan efektif. Namanya Japanese Walking, atau dikenal juga dengan istilah Interval Walking — teknik berjalan yang mengombinasikan tempo cepat dan lambat secara bergantian. Metode ini terbukti mampu meningkatkan kebugaran tubuh secara signifikan dalam waktu yang lebih singkat dibanding jalan kaki biasa.Asal-Usul Japanese Walking
Metode ini pertama kali dikembangkan oleh tim peneliti dari Shinshu University, Jepang, yang dipimpin oleh Profesor Hiroshi Nose dan Asisten Profesor Shizue Masuki. Dalam penelitian tersebut, peserta dibagi menjadi tiga kelompok: tidak berjalan, berjalan dengan intensitas sedang, dan berjalan interval intensitas tinggi. Hasilnya? Kelompok yang melakukan jalan interval intensitas tinggi menunjukkan peningkatan besar dalam kekuatan otot, daya tahan tubuh, dan tekanan darah yang lebih stabil dibanding kelompok lain. Metode ini bahkan terbukti membantu melindungi tubuh dari penurunan kebugaran akibat penuaan. Berkat media sosial, teknik ini kini kembali populer dan banyak orang mulai mencobanya karena hasilnya memang terasa nyata.Apa Itu Japanese Walking?
Secara sederhana, Japanese Walking adalah cara berjalan dengan pola interval:- 3 menit berjalan cepat hingga napas terasa sedikit berat,
- kemudian 3 menit berjalan lambat untuk pemulihan.
Manfaat Japanese Walking
- Meningkatkan Kebugaran dan Daya Tahan TubuhKombinasi antara jalan cepat dan lambat melatih jantung, paru-paru, dan otot kaki agar bekerja lebih efisien. Dalam beberapa minggu, Skandis akan merasakan tubuh lebih kuat dan tidak mudah lelah saat beraktivitas.
- Membakar Lemak Lebih EfektifKarena ritmenya bervariasi, metabolisme tubuh meningkat dan proses pembakaran lemak menjadi lebih optimal dibanding jalan biasa dengan tempo konstan.
- Ramah untuk Sendi dan LututDibandingkan dengan berlari, metode ini memberikan tekanan yang jauh lebih ringan pada lutut dan sendi, sehingga aman bagi Skandis yang baru mulai aktif atau ingin menghindari risiko cedera.
- Memperbaiki Mood dan Mengurangi StresSeperti olahraga pada umumnya, jalan kaki interval membantu tubuh memproduksi endorfin — hormon yang meningkatkan suasana hati dan membuat pikiran lebih rileks setelah seharian beraktivitas.



