Tanpa terasa, masa liburan hampir berakhir dan waktunya anak-anak kembali masuk sekolah, bahkan ada yang baru pertama kalinya memulai petualangan di TK atau SD. Di momen seperti ini, penting banget buat Skandis bantu si kecil menyiapkan mental agar lebih semangat dan siap menjalani hari-harinya di dunia sekolah.
Menurut psikolog klinis anak dan remaja dari Lembaga Psikologi Terapan Universitas Indonesia, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, kunci utama untuk membangun semangat anak masuk sekolah adalah menanamkan hal-hal positif sejak awal. Misalnya, sampaikan bahwa di sekolah akan ada banyak teman bermain, hal-hal seru yang bisa dipelajari, dan guru-guru yang ramah.
“Tanamkan hal positif tentang sekolah, seperti serunya punya teman baru untuk bermain. Hindari memberikan tuntutan berlebihan pada anak,” ujar Vera dalam wawancara melalui email pada Sabtu, 6 Juli 2024.
Kalau si kecil akan naik ke jenjang sekolah yang baru, seperti dari PAUD ke TK, atau dari TK ke SD, Skandis bisa ajak anak mengunjungi sekolah barunya sebelum hari H. Ajak jalan-jalan keliling lingkungan sekolah agar anak terbiasa dan merasa lebih familiar. Nggak harus masuk ke gedung, sekadar melihat gerbang atau lapangan sekolah saja sudah cukup memberi rasa aman.
Selain soal akademis, jangan lupa juga kembangkan minat dan bakat anak di luar pelajaran. Apakah si kecil suka menggambar? Atau senang berolahraga? Hal-hal seperti ini bisa bikin anak lebih percaya diri dan merasa dihargai atas kemampuannya, bukan hanya nilainya.
Di hari pertama sekolah, cobalah datang lebih awal supaya anak punya waktu lebih untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya. Bahkan, Skandis bisa menyempatkan diri ngobrol dengan orang tua murid lain—siapa tahu bisa janjian untuk playdate atau tukeran cerita soal anak-anak.
“Berkenalanlah dengan orang tua lainnya jika diperlukan, untuk mengatur playdate anak dengan teman sekelasnya,” saran Vera. Playdate ini bisa jadi cara menyenangkan untuk mempercepat proses adaptasi anak dengan teman-temannya.
Peran guru juga nggak kalah penting. Menurut Vera, komunikasi yang terbuka antara orang tua dan guru bisa membantu guru memahami karakter anak dengan lebih baik. Sampaikan apa saja yang perlu diperhatikan soal anak—apakah anak masih pemalu, atau perlu bantuan ekstra saat beradaptasi.
“Guru adalah sosok penting dalam proses adaptasi anak di sekolah. Karena selama di sekolah, guru menjadi pengganti figur orang tua yang memberikan rasa aman dan kenyamanan,” jelas Vera.
Nah, khusus untuk Skandis yang anaknya baru mau mulai masuk sekolah setelah liburan panjang, ada baiknya mulai mengembalikan rutinitas harian seperti saat sekolah. Mulai dari membiasakan tidur malam lebih awal, bangun pagi, hingga menyiapkan perlengkapan sekolah bersama-sama.
“Disiplin itu dibina dari kebiasaan harian anak. Buat jadwal aktivitas harian yang disepakati bersama si kecil. Dengan begitu, anak akan terbiasa menjalani kegiatan sekolah dengan lebih teratur,” kata Vera.
Mempersiapkan anak masuk sekolah bukan cuma soal beli seragam dan perlengkapan baru, tapi juga soal menyiapkan mental dan emosinya. Dengan pendekatan yang lembut, penuh dukungan, dan komunikasi yang baik, Skandis bisa bantu si kecil menjalani masa transisi ini dengan percaya diri dan bahagia.
Yuk, dampingi mereka dengan sabar dan jadikan momen masuk sekolah sebagai kenangan manis yang menyenangkan!



