Hello Skandis!
Short term memory atau memori jangka pendek adalah bagaimana otak manusia menyimpan sejumlah kecil informasi yang baru saja diserapnya.
Ini adalah kapasitas untuk menyimpan sejumlah kecil informasi dalam pikiran dan membuatnya tersedia untuk waktu yang singkat, atau akrab disebut memori primer atau aktif.
Sebagian besar informasi yang disimpan dalam memori jangka pendek akan bertahan selama kurang lebih 20 hingga 30 detik, atau bahkan kurang.
Beberapa informasi dapat bertahan hingga satu menit, tetapi sebagian besar informasi secara spontan menghilang dengan cukup cepat. Setiap informasi baru yang masuk ke memori jangka pendek akan dengan cepat menggantikan informasi lama. Selain itu, informasi dalam memori jangka pendek juga sangat rentan terhadap gangguan.
Gejala kehilangan memori jangka pendek
Memiliki masalah atau gangguan pada memori jangka pendek berarti Anda melupakan hal-hal yang baru saja Anda dengar, lihat, atau lakukan.
Ini adalah bagian khas dari bertambahnya usia tetapi juga dapat menandakan kondisi seperti demensia, cedera otak, atau gangguan kesehatan mental. Kehilangan memori jangka pendek bisa membuat Skandis melupakan hal-hal baru.
Berikut beberapa ciri atau gejala umumnya:
- Mengajukan pertanyaan atau informasi yang sama berulang kali
- Lupa di mana Anda baru saja meletakkan sesuatu
- Melupakan pengalaman atau kejadian baru-baru ini
- Mudah lupa dan menanyakan nama seseorang
- Bingung tentang apa yang sedang dilakukan, dengan siapa, dan jam atau hari apa sekarang
- Kesulitan mengingat atau memahami informasi yang baru saja diterima.
Penyebab kehilangan memori jangka pendek
Ada sejumlah faktor dan kondisi yang dapat menyebabkan hilangnya ingatan jangka pendek seseorang. Beberapa kondisi yang lebih umum terkait dengan kehilangan memori jangka pendek antara lain:
-
Penuaan
Seiring bertambahnya usia seseorang, perubahan di otak mereka cenderung berkembang secara perlahan, yang dapat membuat mereka lebih pelupa daripada sebelumnya.
-
Penyakit neurodegeneratif
Penyakit neurodegeneratif menyebabkan saraf di otak dan sistem saraf tepi kehilangan fungsi dan mati seiring waktu.
Baca Juga:- Cara golongan darah Mempengaruhi kesehatan Skandis
- Mengapa Pria Lebih Pelupa Dibandingkan Wanita?
- Ini Alasan Kenapa Daya Ingat Perempuan Lebih Kuat dari Laki-Laki
Banyak penyakit neurodegeneratif dapat menyebabkan hilangnya ingatan jangka pendek seperti alzheimer, parkinson, demensia, cedera kepala, dan lain-lain.
-
Infeksi
Infeksi kronis atau parah di otak dan bagian tubuh lainnya dapat menyebabkan hilangnya ingatan. Contohnya termasuk HIV dan ensefalitis.
-
Tumor
Tumor, baik kanker atau yang jinak, serta pertumbuhan abnormal lainnya di otak, berpotensi mengganggu fungsi otak dan memengaruhi memori jangka pendek.
-
Stroke dan henti jantung
Stroke atau serangan jantung juga memiliki potensi menyebabkan kerusakan otak dengan menghilangkan oksigen dari otak.
-
Obat-obatan
Banyak obat yang memengaruhi fungsi otak dapat menyebabkan hilangnya ingatan sementara sebagai efek sampingnya.
-
Kurang tidur
Kurang tidur dapat mengganggu fungsi otak. Hal ini juga dapat mengakibatkan hilangnya memori jangka pendek untuk sementara.
-
Kondisi nyeri kronis
Beberapa kondisi yang menyebabkan nyeri kronis, seperti beberapa jenis artritis, dapat menyebabkan serangkaian masalah kognitif yang dikenal sebagai kabut otak.
Orang dengan kabut otak cenderung lebih pelupa, kesulitan mempelajari dan mengingat informasi baru, dan kesulitan mengingat kembali ingatan dengan benar.
-
Epilepsi
Epilepsi dapat membuat seseorang lebih sulit untuk memproses informasi, membentuk dan menyimpan ingatan, dan mengingat informasi.
-
Faktor-faktor lain
Beberapa kondisi lain yang kurang umum dapat menyebabkan hilangnya memori jangka pendek, seperti hipotiroidisme/hipertiroidisme, hematom subdural, vaskulitis serebral, serta tidak mendapatkan cukup asam folat, vitamin B12, atau tiamin.
Nah Skandis, itulah Penyebab Umum Gangguan Memori Jangka Pendek Yang Bikin Kalian Gampang Lupa. Semoga bermanfaat!



