Bekam adalah metode pengobatan yang dilakukan dengan mengeluarkan darah kental atau darah statis. Manfaat bekam bagi kesehatan antara lain adalah untuk meningkatkan imunitas tubuh. Bekam dilakukan dengan melakukan penyedotan darah secara lokal dengan sayatan kecil di kulit.
Dikutip dari situs Kementerian Kesehatan RI, bekam sudah dikenal sejak lama, yaitu sejak masa Kerajaan Sumeria, yang kemudian berkembang sampai ke Babilonia. Diduga, manfaat bekam bagi kesehatan mulai dikenal di Indonesia bersamaan dengan masuknya para pedagang Gujarat dan Arab, yang juga menyebarkan agama Islam.
Dulu, manfaat bekam bagi kesehatan ini banyak dirasakan oleh mereka yang mengalami keluhan pegal-pegal di badannya dan sakit kepala. Ketika itu, bekam banyak dilakukan oleh para kyai dan santri.
Manfaat bekam mulai dirasakan oleh lebih banyak orang di Indonesia dan menjadi tren pengobatan pada sekitar tahun 1990-an. Kini, metode bekam sudah dimodifikasi sedemikian rupa, bahkan dilakukan penelitian dari sisi medis. Manfaat bekam dapat lebih dirasakan dengan menggunakan peralatan yang lebih higienis.
Salah satu peneliti bekam di Indonesia adalah dr. Agus Rahmadi. Dalam channel YouTube, DRV Channel, dr. Agus mengatakan bahwa manfaat bekam bagi kesehatan dari sisi medis adalah:
- Meningkatkan imunitas
- Mengeluarkan racun dan sisa metabolisme tubuh
- Mengeluarkan radikal bebas
- Mengurangi risiko hipertensi yang berlebihan
- Mengeluarkan hormon endorphin yang membuat kita Bahagia
- Jangan Bekam Kalau Punya Masalah Medis Tertentu
Jangan Bekam Kalau Punya Masalah Medis Tertentu
Walaupun bekam memiliki banyak manfaat dan merupakan tindakan yang aman, dr. Agus tidak menyarankan bekam untuk dilakukan oleh semua orang. Ada beberapa orang dengan gangguan medis tertentu yang justru dilarang untuk bekam.
Gangguan-gangguan medis tertentu yang dilarang untuk bekam itu adalah:
1. Memiliki gangguan atau masalah pada kulit
Bekam tidak boleh dilakukan di area kulit yang sedang mengalami masalah atau gangguan, seringan apapun. Walaupun hanya panu, di daerah kulit tersebut tidak boleh dilakukan bekam. Saat bekam, dilakukan sayatan kecil pada kulit. Jika sayatan ini dilakukan pada kulit yang sedang tidak sehat, maka bisa berbahaya. Bekam juga tidak boleh dilakukan pada kulit yang keriput, karena pada kulit yang keriput, penyembuhan luka akibat sayatan bekam akan lama sembuhnya.
2. Memiliki hipotensi atau tekanan darah rendah
Bekam dilakukan dengan mengeluarkan cairan interstitial. Jumlah cairan yang dikeluarkan pada saat proses bekam ini tidak sedikit. Hal ini bisa menyebabkan hipotensi yang dialami makin bertambah parah.
3. Mengalami neuropati atau diabetikum
Bagi yang sering mengalami kesemutan di daerah kaki, hati-hati, siapa tahu itu adalah neuropati. Penderita neuropati tidak boleh melakukan bekam. Selain karena proses penyembuhannya bisa lama, bekam pada penderita neuropati juga berisiko menyebabkan timbulnya gangrene, yaitu jaringan mati karena infeksi atau berkurangnya aliran darah.
4. Mengonsumsi obat-obatan pengencer darah
Jika orang yang sedang mengonsumsi obat-obatan pengencer darah memaksakan diri untuk tindakan bekam, maka berisiko terjadinya pendarahan yang terus-menerus. Hal ini tentu sangat berbahaya.
5. Memiliki kelainan darah
Misalnya ITP atau Idiopathic Thrombocytopenic Purpura. Bekam yang dilakukan pada mereka yang mengidap ITP, dapat mengakibatkan pendarahan yang sulit untuk berhenti.
Sebelum Melakukan Tindakan Bekam
Bekam memang sangat bermanfaat bagi tubuh. Tapi, sebelum melakukan tindakan bekam, sebaiknya berkonsultasi dulu dengan dokter.Bekam yang dilakukan pada mereka memiliki gangguan medis tertentu, bukannya akan menyembuhkan, tapi justru bisa membuatnya tambah sakit.
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan bekam:
- Bekam tidak boleh dilakukan pada daerah-daerah lubang pada tubuh, seperti hidung atau mulut
- Bekam tidak boleh dilakukan pada bagian tubuh yang memiliki pembuluh darah besar, seperti leher atau lengan bagian dalam
- Bekam harus steril, baik peralatan, kondisi tubuh pasien, juga terapis bekam
- Banyak masalah setelah bekam yang terjadi karena tidak steril, sehingga malah menimbulkan infeksi dan penyakit.
Bekam harus dilakukan oleh orang yang terlatih atau professional. Memeriksa kondisi kesehatan, apakah ada riwayat penyakit berat atau sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu. Manfaat bekam banyak sekali, tapi kita harus perhatikan hal-hal diatas sebelum melakukan bekam.
Source : https://www.penulispro.com/gaya-hidup/8588339743/manfaat-bekam-bagi-kesehatan-sudah-teruji-kecuali-untuk-mereka-yang-punya-masalah-atau-gangguan-kesehatan



