Ilmuwan Sebut Merkurius Tak Seharusnya Ada di Tata Surya, Apa Maksudnya?
Kalau tata surya diibaratkan seperti sebuah sistem yang rapi, Merkurius sering disebut sebagai planet yang “tidak ikut aturan”. Planet terdekat dari Matahari ini sudah lama membuat ilmuwan bingung karena sifat-sifatnya terasa janggal dibanding planet lain.
Bahkan, beberapa ilmuwan terang-terangan mengatakan Merkurius seolah tidak seharusnya ada di posisi dan bentuk seperti sekarang. Bukan berarti ia akan menghilang, tapi keberadaannya sulit dijelaskan dengan teori pembentukan planet yang umum dipakai.
Lalu, apa saja yang bikin Merkurius terasa “aneh”? Berikut alasan-alasannya:
1. Terlalu kecil, tapi beratnya tidak masuk akal
Merkurius adalah planet terkecil di tata surya. Diameternya bahkan hampir seukuran Australia. Tapi jangan tertipu ukurannya, planet ini super padat.
Faktanya, Merkurius adalah planet terpadat kedua setelah Bumi. Alasannya karena sebagian besar isi planet ini adalah inti besi raksasa. Sekitar 85 persen bagian dalamnya adalah logam. Ibarat buah, Merkurius lebih mirip biji alpukat raksasa dengan kulit tipis daripada buah utuh seperti Bumi. Untuk planet sekecil itu, struktur ini terasa tidak wajar.
2. Terlalu dekat Matahari, tapi masih menyimpan “bahan rapuh”
Merkurius berada sangat dekat dengan Matahari. Suhu siangnya bisa mencapai lebih dari 400 derajat Celsius. Secara logika, bahan-bahan ringan seperti unsur volatil seharusnya sudah menguap sejak lama.
Tetapi, para ilmuwan justru menemukan unsur-unsur yang biasanya hanya bertahan di wilayah yang lebih dingin. Bahkan, es air ditemukan di kawah-kawah kutub yang selalu gelap. Ini seperti menemukan es batu di dekat kompor menyala. Aneh, tapi nyata.
3. Diduga bukan terbentuk di tempat sekarang
Salah satu teori favorit ilmuwan adalah Merkurius tidak terbentuk di dekat Matahari. Planet ini diduga lahir lebih jauh, di wilayah yang lebih dingin, lalu berpindah ke posisi sekarang.
Migrasi planet seperti ini bukan hal aneh di alam semesta. Banyak planet di luar tata surya juga diketahui berpindah orbit akibat tarikan gravitasi planet lain. Kalau teori ini benar, maka Merkurius bisa dibilang planet “perantau” yang berakhir terlalu dekat dengan Matahari.
4. Bisa jadi korban atau pelaku tabrakan kosmik
Teori lain yang cukup populer menyebut Merkurius dulunya lebih besar. Lalu, di masa awal tata surya yang kacau, planet ini mengalami tabrakan besar.
Ada dua kemungkinan. Merkurius ditabrak planet lain sehingga lapisan luarnya terkelupas, atau justru Merkurius yang menabrak planet lain dan kehilangan mantelnya sendiri.
Hasil akhirnya sama. Yang tersisa adalah inti besi besar tanpa lapisan luar yang tebal. Ini juga menjelaskan kenapa Merkurius tidak punya bulan, berbeda dengan Bumi.
5. Ternyata planet “aneh” seperti Merkurius cukup umum
Menariknya, saat ilmuwan mengamati planet di sistem bintang lain, mereka menemukan banyak planet yang mirip Merkurius, bahkan lebih ekstrem. Planet-planet ini dikenal sebagai “super-Merkurius”.
Artinya, planet kecil dengan inti besi besar bukanlah hal langka di galaksi. Bisa jadi, Merkurius bukan planet yang salah tempat, tapi justru konsep planet yang belum sepenuhnya kita pahami.