Mendengkur kerap dianggap sebagai hal sepele dalam keseharian. Namun, di balik suara yang terdengar “biasa” tersebut, tersimpan kemungkinan adanya gangguan pada saluran pernapasan saat tidur. Secara medis, dengkuran terjadi akibat getaran jaringan lunak di area hidung dan tenggorokan ketika aliran udara terhambat.
Tingkat kebisingan dengkuran bahkan dapat cukup tinggi hingga mengganggu kualitas tidur, baik bagi Skandis maupun orang di sekitar. Lebih jauh lagi, mendengkur yang terjadi secara rutin dapat berkaitan dengan kondisi kesehatan yang lebih serius, seperti hipertensi, stroke, hingga diabetes mellitus—terutama jika disertai penurunan kadar oksigen selama tidur.
Memahami penyebabnya menjadi langkah awal untuk menjaga kualitas tidur sekaligus kesehatan secara menyeluruh.



