Terkadang, kebiasaan-kebiasaan yang kita tidak kita sadari bisa menjadi salah satu penyebab rambut lepek.
Istilah rambut lepek digunakan untuk menyebut kondisi rambut yang kempis dan terlihat berminyak. Penyebab rambut lepek sangat beragam, seperti pengaruh iklim dan cuaca, tingkat polusi tinggi yang membuat kulit kepala mudah berkeringat dan gatal, kelenjar minyak yang terlalu aktif di kulit kepala, cara keramas yang salah, hingga penggunaan hijab yang kurang baik.
Ciri-ciri rambut lepek yang paling mudah terlihat adalah kulit kepala berminyak, akar rambut kempis dan kehilangan volumenya. Tipe rambut lurus dan helaian yang tipis juga semakin ‘membantu’ rambut menjadi mudah lepek.
Untuk Skandis yang merasa sering keramas tapi rambut selalu berminyak dan terlihat kempis, simak deretan penyebabnya yang sudah kami rangkum berikut.
1. Faktor Gen.
Pada seperti kulit wajah, kulit kepala memiliki kelenjar minyak dengan produksi sebum yang tak sama pada setiap orang. Perhatikan orang tua atau anggota keluargamu, deh. Apakah rambut mereka umumnya cepat berminyak? Kalau ya, maka Skandis juga memiliki kecenderungan rambut lepek yang lebih besar.
Kalau soal hormon dan genetik, kita memang tak bisa berbuat banyak. Skandis hanya perlu menjaga agar minyak di kepala tak mengalami penumpukan dengan cara rutin keramas.
2. Cuaca Panas.
Selain ketombe, rambut lepek termasuk dalam 3 masalah rambut terbesar bagi wanita Indonesia. Salah satu alasannya adalah karena cuaca panas dan lembap khas negara tropis.
Ketika Skandis kegerahan, keringat akan muncul dan mengalir turun bukan? Aliran keringat ini ikut membawa minyak di kulit kepala dan mendistribusikannya ke seluruh rambut. Wajar banget kalau rambutmu lepek maksimal setelah berpanas-panasan seharian di luar ruangan.
3. Debu dan Polusi Jalanan.
Kalau Skandis tinggal di kota besar, apalagi Jakarta, Skandis pasti sudah paham betapa udara sangat tercemar dengan polusi. Kalau Skandis sudah kembali beraktivitas normal dan berkendara tiap hari dengan motor atau transportasi umum, masalah rambut lepek pasti akan sering dialami.
Paparan polusi pada kulit umumnya akan mendorong peningkatan produksi minyak. Partikelnya yang sangat kecil bisa menempel pada kutikula dan merusak batang rambut secara perlahan. Ya, selain bikin lepek, rambut bisa mudah rontok dan terlihat kusam!
4. Jarang Keramas.
Banyak yang bilang kalau keramas setiap hari bisa membuat rambut kering. Apakah hal ini jadi membuatmu menunda hingga jarang keramas?
Menurut Christina Yusuf, Senior R&D Manager Unilever Indonesia, keramas tiap hari justru memberikan keuntungan lebih baik dibandingkan dengan jarang mencuci rambut dalam hal menjaga kebersihan rambut, memberi nutrisi untuk rambut, mengatasi lepek, dan mencegah ketombe.
Ingat, salah satu penyebab rambut lepek adalah penumpukan minyak dan kotoran di kulit kepala. Kalau jarang keramas, tak heran kalau rambutmu tak kunjung bebas dari masalah lepek.
5. Salah Pilih Shampoo.
Inilah pentingnya memilih produk sesuai dengan kebutuhan rambut. Salah pilih shampoo bisa menyebabkan ketombe dan gatal pada kulit kepala. Bahkan, hal ini juga bisa berpotensi membuat rambutmu semakin berminyak.
Kenali kondisi kulit kepala dan jenis rambutmu, lalu sesuaikan produknya. Kalau rambutmu kering, jelas kamu perlu memilih moisturizing shampoo yang punya banyak kandungan protein atau keratin.
Kalau masalahmu adalah rambut berminyak dan lepek, pilih shampoo yang punya manfaat deep cleansing atau volumizing.



