1. Kulit Terasa Lebih Berminyak dan Pori-Pori Mulai Mudah Tersumbat
Salah satu tanda paling umum adalah produksi minyak yang terasa lebih banyak dibandingkan biasanya. Ketika minyak alami bercampur dengan debu, sisa makeup, dan sel kulit mati, campuran tersebut dapat menyumbat pori-pori. Jika dibiarkan terlalu lama, penyumbatan ini berpotensi memicu munculnya komedo hingga jerawat. Eksfoliasi membantu mengangkat lapisan sel kulit mati yang menjadi penyebab penyumbatan tersebut, sehingga pori-pori menjadi lebih bersih dan produksi minyak dapat kembali lebih seimbang. Bagi Skandis yang memiliki kulit berminyak, eksfoliasi ringan sebanyak satu hingga dua kali seminggu biasanya sudah cukup untuk membantu menjaga kebersihan pori-pori tanpa membuat kulit kehilangan kelembapan alaminya.2. Kulit Terlihat Kering, Kasar, atau Mengelupas
Kulit yang terasa kasar saat disentuh sering kali bukan hanya disebabkan oleh kurangnya pelembap. Penumpukan sel kulit mati dapat membentuk lapisan yang membuat permukaan wajah terasa kering, bersisik, bahkan tampak mengelupas. Kondisi ini juga menyebabkan kulit kehilangan kelembutan alaminya. Selain memengaruhi penampilan kulit, tekstur yang kasar juga membuat foundation atau cushion sulit menempel dengan rata sehingga hasil riasan terlihat pecah atau tidak halus. Eksfoliasi yang dilakukan secara lembut dapat membantu mengangkat lapisan kulit mati tersebut sehingga permukaan kulit menjadi lebih halus dan siap menerima kelembapan dari produk skincare.3. Kulit Baru Saja Terpapar Sinar Matahari dalam Waktu Lama
Liburan di pantai atau aktivitas di bawah terik matahari dapat membuat kulit mengalami perubahan. Setelah menerima paparan sinar ultraviolet dalam waktu cukup lama, kulit biasanya akan membentuk lapisan pelindung yang lebih tebal sebagai mekanisme alami tubuh. Setelah beberapa hari, lapisan tersebut mulai mengelupas. Pada kondisi inilah eksfoliasi dapat membantu mengangkat sisa-sisa sel kulit mati sehingga warna kulit terlihat lebih merata. Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Jangan pernah melakukan eksfoliasi ketika kulit sedang mengalami sunburn atau masih terasa merah, panas, dan perih akibat terbakar matahari. Melakukan eksfoliasi saat skin barrier sedang rusak justru dapat memperparah iritasi dan memperlambat proses pemulihan kulit.4. Produk Skincare Terasa Sulit Meresap
Pernah merasa serum atau pelembap hanya mengendap di permukaan kulit tanpa memberikan hasil yang maksimal? Jika iya, penyebabnya belum tentu berasal dari kualitas produknya. Bisa saja lapisan sel kulit mati yang terlalu tebal menjadi penghalang sehingga kandungan aktif di dalam skincare sulit menembus lapisan kulit. Eksfoliasi membantu membersihkan lapisan tersebut sehingga serum, essence, maupun pelembap dapat diserap lebih baik. Dengan begitu, produk perawatan yang digunakan setiap hari dapat bekerja lebih efektif karena langsung mencapai permukaan kulit yang lebih sehat.5. Tidak Menggunakan Retinoid dalam Rutinitas Skincare
Retinoid dikenal sebagai salah satu bahan aktif yang mampu mempercepat regenerasi sel kulit sekaligus merangsang produksi kolagen. Apabila Skandis belum menggunakan retinoid dalam rutinitas skincare, proses pergantian sel kulit sepenuhnya bergantung pada mekanisme alami tubuh yang cenderung melambat seiring bertambahnya usia. Akibatnya, sel kulit mati akan lebih mudah menumpuk sehingga wajah tampak kusam dan kehilangan kilau alaminya. Dalam kondisi seperti ini, eksfoliasi dapat menjadi solusi untuk membantu mempercepat proses pengangkatan sel kulit mati sehingga kulit tetap terlihat segar dan sehat.Cara Aman Melakukan Eksfoliasi di Apartemen
Meskipun memiliki banyak manfaat, eksfoliasi tidak boleh dilakukan secara berlebihan. Terlalu sering mengeksfoliasi kulit justru dapat merusak skin barrier, menyebabkan iritasi, kemerahan, hingga membuat kulit menjadi lebih sensitif. Berikut beberapa langkah aman yang dapat diterapkan oleh Skandis:- Lakukan eksfoliasi sebanyak satu hingga dua kali dalam seminggu untuk sebagian besar jenis kulit.
- Pilih produk eksfoliasi yang sesuai dengan kondisi kulit, baik eksfoliasi kimia menggunakan AHA, BHA, atau PHA maupun eksfoliasi fisik dengan butiran yang lembut.
- Hindari menggabungkan eksfoliasi dengan bahan aktif kuat seperti retinol atau benzoyl peroxide dalam satu waktu jika kulit mudah sensitif.
- Selalu gunakan pelembap setelah eksfoliasi untuk membantu menjaga kelembapan dan memperkuat skin barrier.
- Jangan pernah melewatkan penggunaan sunscreen setiap pagi karena kulit yang baru dieksfoliasi menjadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari.
- Apabila muncul rasa perih berlebihan, kemerahan yang tidak kunjung membaik, atau kulit terasa sangat kering setelah eksfoliasi, hentikan sementara penggunaan produk dan berikan waktu bagi kulit untuk pulih.



