Hello Skandis!
DI Indonesia, pamor olahraga bulu tangkis memang tidak sepopuler sepak bola. Namun, tidak dipungkiri bahwa sejak tahun 1960 kiprah atlet bulu tangkis Indonesia sering membawa harum tanah air tercinta di kancah Internasional.
Indonesia patut berbangga karena nyaris tidak pernah kehilangan generasi penerus yang dapat melambungkan nama negeri. Tak terhitung dengan jari, torehan prestasi yang telah diraih oleh atlet bulu tangkis Indonesia bahkan sampai menjadi rekor dunia.
Baca Juga : 10 Olahraga Ekstrem yang Bisa Dilakukan di Indonesia
Tak heran, cerita dan prestasi gemilang atlet Indonesia telah turun temurun menjadi sebuah tradisi untuk menghasilkan bibit bibit unggul yang dapat bersaing di dunia. Oleh karena itu Sportstars.id akan mengulas 4 rekor atlet bulu tangkis Indonesia yang hingga kini belum terpecahkan karena sulit untuk melampauinya.
Ada siapa saja? Berikut ulasannya.
Rudy Hartono
Pertama, ada legenda bulu tangkis kelahiran Surabaya, Rudy Hartono yang merupakan salah satu tunggal putra tersukses di Indonesia. Rudy mendapatkan banyak gelar hingga akhirnya ia memutuskan untuk gantung raket di tahun 1981. Rudy tercatat mengukir 2 rekor sekaligus di ajang All England.
Pertama, Rudy berhasil menyabet gelar di ajang tertua bulu tangkis tersebut sebanyak 8 kali berturut-turut pada tahun 1968 hingga 1974. Atas torehan prestasi gemilangnya, Rudy masuk dalam Guinnes Book of Record sebagai pemain tunggal putra terbaik asal Indonesia.
Bahkan, prestasinya ini Rudy dberi tanda Jasa Kehormatan oleh Pemerintah Indonesia. Tak hanya itu, Rudy menjadi pebulu tangkis Indonesia pertama yang namanya dikenang dalam Hall of Fame BWF.
Baca Juga : 14 Tragedi Sepak Bola di Dunia yang Tewaskan Banyak Suporter
Marcus Fernaldi Gideon dan Kevin Sanjaya Sukomuljo
Ganda putra Indonesia berjuluk ‘The Minions’, Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon memegang 3 rekor dunia yang sepertinya akan sulit dipecahkan selama beberapa tahun ke depan. Kevin/Marcus berhasil memecahkan rekor milik ganda campuran asal Korea Selatan Lee Young Dae dan Yoo Yeon-seong.
The Minions berhasil mengantongi 8 gelar juara turnamen Superseries sedangkan ganda putra Korsel hanya mengantongi 6 gelar Superseries dalam satu musim.
Tak berhenti sampai di situ, The Minions merupakan ganda putra pertama yang berhasil mencapai 100.000 poin dalam table rangking dunia BWF. Lalu, Kevin/Marcus menjadi ganda putra yang berhasil menduduki posisi puncak peringkat dunia BWF terlama sampai detik ini.
Taufik Hidayat
Legenda bulu tangkis kelahiran Bandung, Taufik Hidayat tercatat telah menyabet banyak gelar bergengsi selama berkiprah selama 13 tahun sebagai atlet bulu tangkis. Tak heran jika dia termasuk ke dalam jajaran pemain terhebat di dunia oleh BWF.
Atlet yang berhasil menyabet medali emas Olimpiade Athena ini mengantongi rekor sebagai pemain termuda yang berhasil menduduki singgasana raja di sektor tunggal putra saat berusia 17 tahun. Tak hanya itu, Taufik juga memegang rekor sebagai backhand smash terkeras dengan kecepatan mencapai 260 kilometer per jam.
Baca Juga : 5 Olahraga Tertua di Dunia, Nomor 1 Terpopuler di Ajang Olimpiade
Mia Audina
Melihat performa sektor tunggal putri Indonesia memang belum mampu membuat gebrakan prestasi yang luar biasa. Namun berbeda saat era 1990, beberapa pemain sektor tunggal putri yang berhasil mencatatkan rekor fantastis.
Pada ajang Olimpiade Atlanta tahun 1996, tunggal putri Indonesia membuat gebrakan melalui Mia Audina yang tercatat mencetak rekor sebagai pemain termuda dengan usia baru 16 tahun yang menyabet medali Olimpiade.
Meski hanya mendapat medali perak, tapi prestasi tersebut sudah sangat cukup untuk mengukir rekor dunia yang akan sangat sulit terpecahkan. Tak hanya itu, dua tahun sebelumnya Mia juga tercatat sebagai anggota tim termuda Piala Uber sepanjang sejarah bulu tangkis yakni 14 tahun.



