Kebiasaan Menyalakan AC Setelah Mobil Terjemur, Apa Bahayanya?
Masih banyak Skandis yang terbiasa menyalakan AC mobil langsung setelah kendaraan terparkir di bawah terik matahari. Tujuannya tentu untuk segera membuat kabin menjadi lebih sejuk dan nyaman. Namun, kebiasaan sederhana ini ternyata menyimpan potensi bahaya yang jarang disadari.
Saat mobil terjemur dalam waktu lama, suhu kabin bisa meningkat drastis. Begitu mesin dinyalakan dan AC langsung dihidupkan, udara panas yang tercampur dengan zat berbahaya akan bersirkulasi ke dalam kabin. Hal inilah yang membuat kebiasaan ini sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru.
Asal Usul Gas Berbahaya di Kabin
Menurut penjelasan Arief Hidayat, CEO dan Founder PT Welty Indah Perkasa (Wealthy Group), udara kabin mobil yang terjemur dapat mengandung gas berbahaya bernama benzena. Gas ini tergolong karsinogen, yaitu zat yang bisa memicu kanker apabila terhirup dalam jangka panjang. Sumber gas benzena berasal dari material interior mobil itu sendiri. Sebagian besar panel dan komponen interior terbuat dari bahan sintetis seperti polimer yang mengandung campuran kimia. Saat terkena panas matahari, material ini mengalami reaksi dan melepaskan gas ke udara kabin.
Penting untuk Skandis ketahui: gas benzena yang terperangkap di kabin tidak hanya berada di dalam ruangan mobil, tetapi juga dapat masuk ke saluran AC. Begitu AC dinyalakan, gas tersebut ikut bersirkulasi dan berpotensi terhirup langsung oleh pengendara maupun penumpang.



