Di Balik Setiap Krisis, Selalu Ada Peluang
Skandis mungkin sudah mendengar banyak tentang dampak negatif kenaikan BI Rate: cicilan KPR naik, kredit usaha lebih mahal, daya beli tergerus. Namun, seperti kata pepatah, di balik setiap krisis selalu ada peluang. Dan bagi investor konservatif, kenaikan suku bunga acuan membawa kabar baik: bunga simpanan yang lebih tinggi. Sejak Mei 2026, BI telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dari 4,75 persen menjadi 5,75 persen[reference:90]. Kenaikan ini telah mendorong perbankan untuk menyesuaikan bunga simpanan mereka—menciptakan peluang bagi Skandis yang mencari instrumen investasi aman dengan imbal hasil yang lebih menarik. Mari kita telusuri peluang-peluang tersebut.Dampak Kenaikan BI Rate pada Bunga Simpanan
Kenaikan BI Rate secara langsung mempengaruhi suku bunga simpanan di perbankan. Ada beberapa mekanisme transmisi yang perlu Skandis pahami:1. Kenaikan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) LPS
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) menjadi 3,75% seiring kenaikan BI-Rate menjadi 5,75%[reference:91]. Penyesuaian ini menjaga daya saing perbankan dalam menghimpun dana pihak ketiga (DPK) sekaligus memberikan ruang bagi bank untuk menyesuaikan bunga simpanan[reference:92]. Senior Vice President Head of Research Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI), Trioksa Siahaan, menilai ruang yang lebih besar bagi perbankan untuk menyesuaikan bunga simpanan berpotensi meningkatkan persaingan dalam menghimpun DPK, terutama di bank yang menghadapi tekanan likuiditas. “Persaingan bunga deposito berpotensi meningkat, terutama pada bank yang likuiditasnya lebih ketat. Ada kemungkinan berkembang menjadi perang bunga,” sebutnya[reference:93].2. Penyesuaian Bunga Deposito oleh Bank
Bank-bank mulai menyesuaikan bunga deposito mereka. Allo Bank, misalnya, menaikkan suku bunga deposito sebesar 50 basis poin untuk tenor tiga, enam, dan dua belas bulan sejak 10 Juli 2026. Saat ini, bunga dasar deposito berada di kisaran 5,5 persen hingga 6 persen per tahun[reference:94]. SeaBank menawarkan deposito mulai dari Rp1 juta dengan tenor 1, 3, 6, dan 12 bulan. Untuk skema reguler, bunga tertinggi mencapai 6,00% p.a. pada tenor 12 bulan[reference:95].Produk Simpanan Berbunga Tinggi yang Bisa Skandis Manfaatkan
Berikut beberapa produk simpanan yang bisa Skandis pertimbangkan di tengah kenaikan BI Rate:1. Deposito Bank Digital
Bank digital dikenal menawarkan bunga deposito yang lebih kompetitif dibandingkan bank konvensional. Allo Bank, SeaBank, dan Bank Raya adalah beberapa nama yang menawarkan bunga menarik[reference:96][reference:97][reference:98]. Perlu Skandis ingat bahwa bunga tinggi sering kali datang dengan syarat tertentu, seperti minimum saldo atau tenor tertentu. Pastikan Skandis membaca syarat dan ketentuan dengan teliti sebelum memutuskan.2. Deposito Bank Konvensional dengan Skema Promo
Bank konvensional juga mulai menawarkan promo menarik. BRI, misalnya, menawarkan suku bunga deposito untuk tenor 3 bulan yang mencapai 3,50%[reference:99]. Meskipun tidak setinggi bank digital, bank konvensional menawarkan keamanan tambahan dari LPS dan jaringan cabang yang luas.3. Surat Berharga Negara (SBN) dan Obligasi Korporasi
Kenaikan BI Rate telah mendorong kenaikan yield di pasar obligasi domestik, baik SBN maupun obligasi korporasi[reference:100]. Yield SBN tenor 10 tahun berada di kisaran 7,37% pada akhir Juli 2026[reference:101]. Ini adalah level yang menarik bagi investor yang mencari imbal hasil lebih tinggi dari deposito. Head of Investment Specialist Sinarmas Asset Management menyarankan strategi buy on weakness untuk obligasi dengan fundamental yang kuat[reference:102]. Yield berpeluang turun ke kisaran 6,90%-7,10% apabila The Fed mulai lebih akomodatif, rupiah menguat, dan arus modal asing kembali masuk[reference:103].4. Reksa Dana Pasar Uang
Reksa dana pasar uang menawarkan imbal hasil yang mengikuti suku bunga pasar. Dengan BI Rate di 5,75%, reksa dana pasar uang dapat menawarkan imbal hasil yang kompetitif dengan risiko yang relatif rendah.Perbandingan Imbal Hasil Berbagai Instrumen
Untuk membantu Skandis membandingkan, berikut tabel perbandingan imbal hasil berbagai instrumen simpanan di pertengahan 2026:| Instrumen | Imbal Hasil (Estimasi) | Risiko | Likuiditas |
|---|---|---|---|
| Deposito Bank Digital | 5,5% – 6,0% | Rendah | Sedang (terikat tenor) |
| Deposito Bank Konvensional | 3,0% – 3,5% | Sangat Rendah | Sedang (terikat tenor) |
| SBN Tenor 10 Tahun | ~7,37% | Sedang | Tinggi |
| Obligasi Korporasi | 7% – 9% | Sedang-Tinggi | Sedang |
| Reksa Dana Pasar Uang | ~5% – 6% | Rendah | Tinggi |



