Mobil mewah memang menimbulkan kesan eksklusif sekaligus menjadi simbol kesuksesan seseorang. Urusan beli mobil mewah, jelas enggak bisa sembarangan. Karena selain harganya mahal, kamu bisa rugi dua turunan kalau salah perhitungan ketika beli. Salah satu hal yang mesti diperhatikan ketika membeli mobil mahal adalah soal kepemilikan. Ini tentu mencakup biaya pajak tahunan, perawatan, konsumsi bahan bakar, hingga harga jual.
Enggak salah memiliki mobil mewah yang hampir Rp1 miliar asal kamu cerdas dalam membeli. Berikut adalah 5 cara cerdas dalam membeli mobil mewah. Jangan sampai biaya perbaikan mobil kesayanganmu justru membebani pengeluaran karena memang nyatanya biaya perawatan mobil tidaklah murah. Manfaatkan asuransi mobil all risk supaya kamu gak perlu pusing lagi dengan tagihan bengkel karena kamu akan terjamin dari biaya perbaikan kerusakan ringan dan berat, bahkan dapat ganti rugi atas kehilangan akibat pencurian.
1. Kenali karaktermu sebagai pengguna mobil
Mobil mewah itu karya seni. Jangan sepelekan estetikanya dengan asal memilih mobil. Kenali dulu karaktermu. Apakah kamu seorang yang petualang yang gemar menjelajahi medan berat, seorang pencinta kecepatan, penggemar unsur klasik, atau seorang yang mengutamakan kenyamanan. Fase pertama ini merupakan fase yang gampang-gampang susah. Namun, inilah yang menentukan seberapa happy dirimu dalam memelihara tungganganmu ini.
2. Kenali pabrikan mobil yang ingin kamu beli
Mau beli mobil mewah, ya kamu wajib tahu Agen Pemegang Merek atau APM-nya. Kalau asal beli yang penting mewah, ya salah kaprah. Harus tahu bagaimana peredaran suku cadangnya di pasaran. Apakah mudah didapat atau harus inden dulu. APM juga menentukan jaringan servis mobil yang kamu beli. Semakin banyak jaringan servis, pastinya makin enggak repot perawatannya.
3. Malas beli mobil mewah baru, beli bekas pun enggak masalah
Daripada beli mobil mewah baru yang harganya selangit, kenapa enggak beli yang bekas saja? Banyak keuntungannya lho beli mobil mewah bekas.
Pertama, mobil mewah itu jarang dipakai harian. Kalaupun dipakai harian, jaraknya juga enggak jauh-jauh, dan sudah pasti kilometernya rendah. Kilometer rendah berarti belum perlu servis berat. Masih ada waktu buat menghemat setelah beli mobil.
Kedua, harga jual mobil mewah itu pasti jauh lebih rendah dari harga belinya. Kalau gak percaya, coba deh cek situs-situs penjual mobil bekas atau main ke showroom dan ngobrol sama sales-nya. Dari Situ kamu bisa tahu informasi soal jual beli mobil mewah. Mobil mewah bekas enggak kayak kacang goreng. Lakunya memang lama, karena hanya bisa dijual ke penggemar.
4. Mau beli mobil mewah baru dengan kredit? Pilih leasing yang tepat
Dalam urusan memilih kredit mobil, banyak leasing yang menawarkan beragam opsi untuk kepemilikan mobil mewah, terutama yang bekas. Misalnya, DP 50 persen untuk tenor 3 sampai 4 tahun atau paket lainnya. Kalau mau beli mobil mewah baru, pilih yang plafon kreditnya cukup. Jangan lupa juga pilih yang bunga kredit dan ketentuan kreditnya sesuai, dan paling pas buat kantong kamu. Khusus kamu yang mau kredit mobil mewah bekas, perhatikan tahun pembuatannya. Jangan sampai kamu beli mobil yang sudah ketuaan. Cicilan belum lunas, tapi umur mobil sudah 5 tahun.
5. Jangan cepat-cepat menjual mobil mewahmu
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, harga jual mobil mewah bekas cenderung anjlok. Makanya ada banyak pertimbangan sebelum kamu memutuskan buat jual atau beli mobil mewah. Kalau kamu tipikal orang yang cepat merasa bosan dengan mobil, pikir-pikir lagi kalau mau beli mobil mewah. Usahakan untuk menggunakan mobil ini dalam rentang waktu yang cukup lama.
Jadi bagaimana, sudah menentukan mau beli mobil apa? Pokoknya, jangan lupa dengan 5 hal ini sebelum kamu hunting mobil ke showroom mobil mewah terdekat.



