1. Produk Susu
Susu, keju, dan yogurt dikenal sebagai sumber kalsium dan protein yang baik. Namun saat flu, produk susu dapat meningkatkan produksi lendir pada sebagian orang. Lendir yang lebih kental membuat hidung terasa semakin tersumbat dan tenggorokan terasa penuh.
Selain itu, bagi Skandis yang memiliki sensitivitas ringan terhadap susu, konsumsi produk dairy bisa memicu batuk lebih sering atau rasa gatal di tenggorokan. Jika ingin tetap mendapatkan asupan nutrisi, susu hangat nabati seperti almond atau oat bisa menjadi alternatif yang lebih ramah saat flu.
2. Makanan Pedas
Rasa pedas memang sering dianggap mampu melegakan hidung tersumbat. Efek hangatnya dapat membuat napas terasa lebih lega dalam waktu singkat. Namun di balik itu, makanan pedas dapat mengiritasi tenggorokan yang sedang meradang.
Akibatnya, tenggorokan terasa perih, batuk lebih mudah terpicu, dan rasa tidak nyaman bisa bertahan lebih lama. Saat flu, sebaiknya pilih makanan berbumbu ringan namun tetap hangat agar saluran pernapasan tidak semakin sensitif.
3. Kerang dan Seafood
Seafood seperti udang, kerang, dan kepiting kaya akan protein, zinc, dan mineral penting lainnya. Sayangnya, makanan laut juga dapat memicu pelepasan histamin dalam tubuh.
Histamin dapat menyebabkan hidung berair, tenggorokan gatal, dan produksi lendir meningkat. Ketika flu, efek ini bisa terasa lebih berat dan membuat napas semakin tidak nyaman. Jika ingin asupan protein, pilih ikan kukus atau daging tanpa lemak yang lebih mudah dicerna.
4. Buah Citrus
Jeruk, lemon, dan grapefruit terkenal tinggi vitamin C yang baik untuk daya tahan tubuh. Namun rasa asam dari buah citrus dapat mengiritasi tenggorokan yang sedang sensitif akibat flu.
Pada sebagian orang, konsumsi buah asam dapat memicu batuk lebih sering atau membuat tenggorokan terasa perih. Alternatifnya, Skandis bisa memilih buah yang lebih lembut seperti pepaya, pisang, atau apel yang dimasak hangat.
5. Telur
Telur merupakan sumber protein berkualitas tinggi dan mudah diolah. Namun saat flu, telur—terutama yang digoreng—dapat menimbulkan rasa tidak nyaman di tenggorokan bagi sebagian orang.
Tekstur dan cara pengolahan yang berminyak bisa memicu rasa penuh di tenggorokan atau memperparah hidung tersumbat. Jika tetap ingin mengonsumsi telur, sebaiknya diolah dengan cara direbus atau dibuat sup hangat.
6. Makanan Fermentasi
Kimchi, tape, yogurt, dan makanan fermentasi lainnya mengandung probiotik yang baik untuk pencernaan. Namun makanan ini juga cenderung tinggi histamin.
Saat flu, histamin dapat memperparah hidung berair, tekanan di area sinus, dan rasa tidak nyaman di kepala. Untuk sementara waktu, sebaiknya batasi konsumsi makanan fermentasi hingga gejala flu mereda.



