Sering Bikin Bingung, Ini Perbedaan Flat dan Apartemen yang Jarang Disadari
Istilah flat dan apartemen kerap digunakan untuk menyebut hunian vertikal di kawasan perkotaan. Sekilas, keduanya terlihat sama dan sering dianggap tidak memiliki perbedaan berarti. Namun, dalam praktiknya, masih banyak orang yang merasa bingung membedakan makna dari dua istilah ini.
Pertanyaannya, apakah flat dan apartemen memang dua jenis hunian yang benar-benar berbeda? Ataukah sebenarnya keduanya merujuk pada konsep yang sama, hanya berbeda dari sisi penyebutan dan konteks wilayah penggunaannya?
Pengertian Flat
Mengutip Essensial Living, flat merupakan istilah yang umum digunakan di Inggris serta sejumlah negara Eropa dan negara-negara persemakmuran. Flat merujuk pada unit hunian mandiri yang menempati sebagian dari sebuah bangunan bertingkat.
Sebuah flat biasanya telah dilengkapi seluruh kebutuhan dasar untuk ditinggali, seperti ruang tamu, kamar tidur, dapur, dan kamar mandi. Dari sisi fungsi, flat dirancang sebagai tempat tinggal yang praktis dan efisien.
Secara desain, flat umumnya berada di satu lantai. Namun, seiring perkembangan arsitektur modern, kini juga dikenal flat dengan desain bertingkat atau duplex, meskipun jumlahnya tidak sebanyak flat satu lantai.
Dalam konteks sejarahnya, istilah flat sering diasosiasikan dengan hunian perkotaan yang bersifat fungsional dan sederhana. Meski demikian, di beberapa negara, saat ini juga tersedia flat kelas atas yang menawarkan desain modern serta fasilitas yang cukup lengkap.
Pengertian Apartemen
Berbeda dengan flat, istilah apartemen lebih populer digunakan di Amerika Serikat dan kemudian menyebar luas ke berbagai negara, termasuk Indonesia. Secara fungsi, apartemen juga merupakan unit hunian mandiri yang berada di dalam bangunan bertingkat.
Sama seperti flat, apartemen menyediakan fasilitas dasar berupa kamar tidur, ruang tamu, dapur, dan kamar mandi yang terpisah. Apartemen dirancang untuk memenuhi kebutuhan tempat tinggal jangka pendek maupun jangka panjang.
Namun, dalam praktiknya, apartemen sering kali diasosiasikan dengan kompleks hunian yang dilengkapi fasilitas tambahan. Mulai dari pusat kebugaran, kolam renang, area komunal, hingga layanan keamanan dan concierge.
Meski demikian, keberadaan fasilitas tersebut bukanlah penentu mutlak. Beberapa kompleks flat kelas atas di negara tertentu juga menawarkan fasilitas serupa dengan apartemen modern.
Perbedaan Flat dan Apartemen
Secara mendasar, tidak terdapat perbedaan fungsi antara flat dan apartemen. Keduanya sama-sama merujuk pada ruang hunian pribadi di dalam sebuah bangunan bertingkat yang digunakan sebagai tempat tinggal.
Perbedaan utama terletak pada terminologi dan konteks penggunaannya. Istilah flat lebih lazim digunakan di Inggris dan negara-negara Eropa, sementara apartemen lebih umum dipakai di Amerika Serikat dan negara-negara yang terpengaruh budaya Amerika.
Dalam konteks sosial tertentu, apartemen kerap memiliki konotasi yang lebih modern atau mewah. Istilah ini sering dikaitkan dengan hunian berstandar tinggi, baik dari segi desain, fasilitas, maupun target penghuninya.
Sebaliknya, flat sering dipersepsikan sebagai hunian yang lebih sederhana atau standar. Namun, anggapan ini tidak selalu benar dan sangat bergantung pada lokasi, konsep pembangunan, serta kelas bangunan itu sendiri.
Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Real Estat Indonesia (REI), Bambang Ekajaya, menjelaskan bahwa istilah flat sejatinya memiliki makna yang sama dengan kondominium maupun apartemen.
Menurutnya, istilah flat jarang digunakan di Indonesia. Flat lebih banyak dipakai di negara-negara Eropa dan biasanya merujuk pada hunian vertikal satu lantai. Jika unit memiliki dua lantai, istilah yang digunakan adalah duplex.
Di Indonesia sendiri, flat cenderung memiliki konotasi sebagai hunian vertikal sederhana dan lebih dikenal sebagai rumah susun atau rusun. Umumnya, jenis hunian ini bersifat subsidi, baik rusun sewa (rusunawa) maupun rusun milik (rusunami).
Sementara itu, apartemen di Indonesia lebih sering mengarah pada hunian vertikal komersial atau non-subsidi yang menawarkan ukuran unit lebih luas serta fasilitas yang lebih lengkap.
Kesimpulan
Flat dan apartemen pada dasarnya memiliki fungsi yang sama sebagai hunian vertikal. Perbedaannya lebih terletak pada istilah, latar budaya, serta persepsi sosial yang berkembang di masing-masing wilayah.
Di Indonesia, apartemen umumnya dipahami sebagai hunian vertikal modern dan komersial, sementara flat lebih identik dengan hunian sederhana atau rumah susun. Dengan memahami perbedaan ini, Skandis dapat lebih mudah menentukan pilihan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup.