Apa yang Mendorong Lonjakan Ini?
Dalam minggu yang dimulai Senin hingga Jumat (15‑19 September 2025), saham-saham milik para konglomerat memberi kontribusi besar terhadap kenaikan IHSG. Contohnya:- Barito Pacific (BRPT)—milik Prajogo Pangestu—naik sekitar 32,74% dan menyumbang +45,95 poin ke IHSG dalam satu pekan.
- DSSA (Dian Swastatika Sentosa) — Grup Sinarmas tumbuh 11,53% dan menyumbang sekitar +45,23 poin ke IHSG.
Seberapa Signifikan Saham Konglomerasi?
Secara year‑to‑date (sejak awal tahun hingga 19 September):- Saham **DCI Indonesia (DCII, Grup Salim)** melonjak hingga sekitar +610,45% dan menyumbang +303,71 poin bagi IHSG.
- DSSA naik ± 208,51% — menyumbang +296,15 poin.
- BRPT tumbuh ± 226,09% — menyumbang +129,07 poin.
- Multipolar Technology (MLPT, Grup Lippo) melesat sekitar +749,86%, tambahan kontribusi +59,12 poin.
Apakah IHSG Bisa Bertahan di Level Ini?
Analis dari Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Muhammad Wafi, menyebut bahwa untuk jangka pendek, saham konglomerasi yang likuid dan kapitalisasinya besar memang punya kekuatan yang cukup menarik. Namun, agar IHSG tidak hanya jadi lonjakan sesaat, dibutuhkan dukungan dari sektor-sektor lain seperti bank dan konsumer. Jika hanya satu atau dua grup besar yang mengangkat, pasar bisa jadi kurang mencerminkan kondisi fundamental keseluruhan.Apa yang Perlu Skandis Perhatikan?
Menurut Head of Investment Specialist di Maybank Sekuritas Indonesia, Fath Aliansyah, saham-saham konglomerasi seperti BRPT dan DSSA masih memiliki potensi lanjut. Alasannya:- Potensi aksi korporasi seperti ekspansi bisnis dan sinergi antar emiten grup yang masih bisa dikembangkan.
- Keterkaitan kuat antar bisnis dalam grup membuat fluktuasi makroekonomi tidak terlalu terasa.
- Kebutuhan belanja modal (capital expenditure) yang sangat besar terutama di energi terbarukan, data center, dan proyek hilirisasi.
- Volatilitas harga energi dan komoditas global yang bisa menekan margin usaha.
Simpulan: Beli, Tahan, atau Jual?
Untuk Skandis yang mempertimbangkan masuk ke saham-saham milik konglomerat:- Beli jika Skandis yakin tren korporasi dan ekspansi masih kuat, dan ada modal serta keberanian terhadap risiko jangka pendek.
- Tahan jika Skandis sudah punya posisi dan ingin melihat apakah sektor perbankan & konsumer ikut terangkat, agar IHSG makin kokoh.
- Jual bisa dipertimbangkan jika Skandis takut koreksi besar karena euforia, atau jika fundamental sektor/ saham tersebut mulai menunjukkan tekanan yang berat.
Tips Praktis untuk Skandis
- Lihat laporan keuangan emiten, terutama belanja modal dan arus kas bebas (free cash flow).
- Perhatikan sektor yang mendukung — jangan hanya fokus ke satu atau dua saham besar saja.
- Bagi investasi agar tidak semua modal tergantung tren euforia — sedang atau tinggi risiko jangka pendek.
- Tetap pantau berita global yang mempengaruhi harga energi, suku bunga, dan komoditas.



