Ruang keluarga seharusnya menjadi pusat kehangatan dalam sebuah apartemen—tempat berkumpul, berbagi cerita, dan melepas penat setelah aktivitas panjang. Namun, tidak sedikit ruang keluarga yang justru terasa kosong, dingin, bahkan kurang mengundang, meskipun sudah diisi dengan furnitur.
Fenomena ini bukan semata karena kurangnya barang, melainkan sering kali disebabkan oleh penataan yang kurang tepat. Dalam desain interior, keseimbangan antara fungsi, estetika, dan komposisi visual memainkan peran yang jauh lebih penting dibanding sekadar “mengisi ruang”.
Berikut adalah delapan faktor yang sering luput dari perhatian, namun justru menjadi penyebab utama ruang keluarga terasa kosong dan kurang hidup.



