Skandis pasti menyadari, ada pergeseran besar dalam cara anak muda mengelola uang. Kalau dulu investasi identik dengan para pebisnis atau orang yang sudah matang, sekarang ceritanya berbeda. Generasi milenial dan Gen Z sudah berani melangkah jauh, bahkan sejak dini.
Mereka tidak lagi cuma mengandalkan tabungan di bank, tapi sudah familiar dengan beragam instrumen investasi yang dulu terdengar sangat “serius”. Semua ini berkat kemajuan teknologi, literasi keuangan yang makin gencar, serta banyaknya platform digital yang membuat investasi terasa lebih mudah. Cukup dengan membuka aplikasi, menyetor Rp10 ribu, dan voila, Skandis sudah bisa resmi menjadi investor.



