Pengertian Apa Itu Cryptocurrency?
Cryptocurrency merupakan istilah yang mulai familiar di telinga banyak orang. Penasaran apa itu crypto? Berikut penjelasannya.
a. Arti Cryptocurrency
Investasi crypto atau cryptocurrency adalah (sumber: Wikipedia) investasi berupa aset mata uang digital atau virtual yang dirancang untuk bekerja sebagai media pertukaran yang menggunakan jaminan berupa kriptografi yang kuat untuk mengamankan transaksi keuangan sehingga sangat tidak mungkin dipalsukan atau digandakan, mengontrol proses pembuatan unit tambahan, dan memverifikasi transfer aset.
b. Keamanan Cryptocurrency
Amankah cryptocurrency? Sebagai mata uang virtual, trading crypto adalah sebuah cara investasi yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran dalam jaringan internet. Dalam crypto, ada sandi-sandi rumit yang dijamin kriptografi tadi yang akan melindungi serta menjaga keamanan mata uang digital ini.
Jika tertarik menggunakan crypto sebagai alat pembayaran, kamu tidak bisa begitu saja menggunakannya. Sebelum melakukan pembayaran, pastikan terlebih dahulu penjual atau merchant tempat kamu berbelanja menerima pembayaran dengan mata uang digital. Jadi, tidak bisa sembarangan memilih crypto meskipun mata uang digital ini didesain untuk pembayaran secara digital.
Istilah investasi cryptocurrency adalah gabungan dua kata yaitu cryptography yang berarti kode rahasia dan currency yang berarti mata uang. Meskipun baru populer beberapa tahun belakangan, konsep kriptografi sebenarnya sudah dikenal sejak zaman perang dunia kedua.
Mungkin tidak banyak yang tahu bahwa pada saat ini Jerman memakai kriptografi untuk bisa mengirimkan kode-kode rahasia agar tidak bisa dengan mudah dibaca oleh pihak lawan.
Tahukah kamu kalau asuransi dan investasi sama pentingnya demi financial planning yang baik dan tepat? Temukan berbagai pilihan asuransi terbaik sebagai bagian dari perencanaan keuanganmu demi masa depan yang cerah di sini!
Perbedaan Saham dan Crypto
Apa bedanya investasi saham dan cryptocurrency? Berikut 10 perbedaan keduanya.
1. Instrumen
Tipe instrumen yang diperdagangkan di pasar saham adalah saham perusahaan. Sementara, instrumen investasi yang digunakan di pasar crypto adalah mata uang digital, seperti Bitcoin.
2. Tipe Aset
Saat kamu membeli saham suatu perusahaan melalui bursa efek, saham yang kamu miliki mewakili presentase kepemilikanmu terhadap perusahaan tersebut. Baik-tidaknya kinerja perusahaan akan menentukan nilai saham. Sementara, kripto tidak selalu mewakili kepemilikan sebagian dari perusahaan atau proyek yang mengeluarkannya.
3. Aspek Analisis Fundamental
Analisis fundamental saham melibatkan berbagai data yang berdampak pada harga atau nilai dari suatu saham, mulai dari arus kas, return of asset atau indikator yang mengukur kemampuan perusahaan dalam pemanfaatan aset untuk menciptakan keuntungan, hingga juga gearing ratio untuk mengukur sejauh mana perusahaan mendanai operasionalnya dengan modal pinjaman. Sementara, pada kripto aspek-aspek yang dipertimbangkan adalah dasar kegunaan aset kripto tersebut, berapa banyak orang yang menggunakannya, serta tim di balik pembuatan aset tersebut.
4. Volatilitas dan Tingkat Risiko
Saham di Indonesia memiliki mekanisme pembatasan volatilitas saat pasar tidak terkendali melalui auto rejection atas dan bawah sampai trading hal berupa penghentian sementara perdagangan yang membuat volatilitas ini lebih terjaga jika ada penurunan atau kenaikan drastis. Bisa dibilang, pasar saham bisa cenderung lebih stabil dan rendah risiko. Sementara, aset crypto tidak memiliki pengendalilan volatilitas tersebut sehingga dapat bergerak sesuai dengan supply and demand yang membuat risiko aset crypto dapat naik tinggi atau turun secara drastis. Imbal hasil yang tinggi inilah yang membuat crypto sangat rentan risiko.
5. Satuan Transaksi
Trader saham di Indonesia harus melakukan transaksi minimal 1 lot atau 100 lembar, misalnya untuk harga saham Rp1.000 per saham membutuhkan minimal modal senilai Rp100.000 per lot. Sementara, meski harga Bitcoin bisa mencapai ratusan juta rupiah dan Ethereum yang mencapai puluhan juta rupiah, trader modal kecil tetap bisa bertransaksi dengan membeli pecahan terkecil, seperti Bitcoin dengan pecahan 8 desimal atau 1 sats.
6. Karakter Platform Perdagangan
Pada investasi saham, trader dapat melakukan transaksi dengan menjadi nasabah di sekuritas. Sementara, untuk transaksi aset crypto dapat dilakukan oleh trader atau holder lewat exchange crypto hingga penyimpanan crypto dalam aplikasi wallet.
7. Koneksi
Investasi saham biasanya dibatasi dalam bursa di satu negara, seperti aturan trader asing yang ingin membeli saham di Indonesia harus menyesuaikan aturan di Indonesia dengan membuat akun sekuritas di dalam negeri. Sementara, aset crypto memiliki koneksi yang tidak terbatas antar negara sehingga jumlah trader yang bisa melakukan transaksi juga lebih banyak.
8. Biaya Transaksi
Biaya jual beli saham di bursa cenderung tinggi. Sebab, pialang saham akan membebankan biaya atau komisi, serta bank yang akan menagih investor saat melakukan pembayaran dan keuntungan modal yang dikenakan pajak. Sementara, biaya bursa aset crypto relatif lebih rendah. Misalnya, transaksi pada blockchain relatif kecil karena kamu cuma perlu membayar gas fee atau bayaran untuk miner yang melakukan validasi terhadap transaksi pengguna kripto, serta mengeluarkan biaya exchange yang relatif lebih rendah ketimbang bursa saham.
9. Waktu Perdagangan
Saham hanya bekerja penuh waktu pada hari Senin sampai Jumat. Sementara, pasar crypto beroperasi 24 jam sehari dan 365 hari dalam setahun sehingga trader dapat memantau perubahan harga cryptocurrency bahkan saat jam menunjukkan tengah malam pada malam tahun baru.
10. Badan Regulator
Saham termasuk instrumen keuangan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara untuk kripto, Indonesia memang melegalkan cryptocurrency sebagai komoditas, tetapi tidak sebagai alat pembayaran. Regulasi cryptocurrency berada di tangan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Lalu, apa yang membedakan mata uang digital dengan mata uang konvensional yang biasa kita gunakan sehari-hari? Jika mata uang konvensional bersifat terpusat, lain halnya dengan crypto atau mata uang digital yang bersifat desentralisasi. Dalam sebuah transaksi yang menggunakan crypto, tidak ada pihak yang berperan sebagai perantara. Dengan demikian, pembayaran atau transaksi berlangsung dari pengirim ke penerima atau yang biasa kita sebut dengan istilah peer-to-peer.



