Apa Penyebab Banjir Besar Selama Ini
Penyebabnya bervariasi: hujan sangat deras dalam waktu pendek, penurunan daya serap tanah karena deforestasi, aliran sungai yang tersumbat sampah, dan sistem drainase kota yang tak memadai. Semua faktor ini sering bertumpu dan memperparah dampak ketika air meluap.10 Banjir Terbesar di Indonesia Sepanjang Sejarah
- Banjir Bohorok (2003): Sungai Bohorok meluap di kawasan Bukit Lawang, Sumatera Utara. Sekitar 157 orang meninggal, termasuk turis asing, dan puluhan dinyatakan hilang. Penebangan liar di hulu sungai yang mengurangi daya serap tanah disebut sebagai penyebab utama.
- Banjir Jakarta (2007): Hujan lebat disertai drainase yang buruk menyebabkan hampir 60% wilayah DKI terendam hingga hampir 5 meter. Ratusan ribu mengungsi; kerugian materi mencapai triliunan rupiah.
- Wasior, Papua Barat (2010): Banjir bandang di Wasior akibat hujan terus menerus + kerusakan hutan, melumpuhkan infrastruktur dan memutus komunikasi. Korban jiwa dan orang hilang sangat banyak.
- Tangse, Aceh (2011): Banjir bandang setelah hujan empat hari + pembalakan liar di hutan‑hutan sekitar. Rumah dan jembatan hancur, banyak warga beserta fasilitas publik terdampak.
- Banjir Manado (2022): Curah hujan yang sangat tinggi membuat sejumlah sungai meluap. Ribuan warga terpaksa mengungsi; daerah yang tergenang sangat luas.
- Banjir Bandang Flores Timur (2021): Kombinasi hujan deras dan tanah longsor menyebabkan banyak korban dan rumah penduduk rusak atau hanyut. Akses darat terputus, pertolongan sulit dijangkau.
- Banjir Bandang Mandailing Natal (2018): Rumah dan sekolah rusak; banjir dan longsor menghantam warga saat tengah mengguyur hujan deras. Korban jiwa dan kerusakan properti cukup besar.
- Sintang, Kalimantan Barat (2021): Banjir terlama & terdalam dalam beberapa dekade. Ribuan jiwa terdampak, banyak yang harus mengungsi. Infrastruktur rusak serius.
- Banjir Jambi (1955): Hujan mulai akhir Januari hingga Februari, menggenangi hampir seluruh rumah, sawah rusak parah, ribuan orang kehilangan tempat tinggal.
- Banjir Malinau, Kalimantan Utara (2023): Luapan sungai di perbatasan karena hujan ekstrem dan kiriman air dari wilayah tetangga. Sekitar 80% wilayah Kabupaten Malinau terendam.



