Mengenal profil risiko investasi properti
Sebagaimana dengan jenis investasi lainnya, investasi properti juga memiliki profil risiko. Profil risiko ini perlu Skandis perhatikan dan pahami secara matang agar menghindari loss dalam jumlah yang besar. Berikut adalah risiko secara finansial yang bisa saja dialami Skandis saat melakukan investasi properti.-
Butuh modal relatif besar
Ketika Skandis hendak melakukan investasi properti, baik membeli rumah, tanah atau jenis properti lainnya, tentu saja Skandis membutuhkan modal. Berbeda dengan jenis investasi lainnya yang bisa Skandis sesuaikan dengan kondisi finansial, seperti reksadana, investasi properti mengharuskan Skandis memiliki kondisi finansial yang cukup kuat. Pasalnya, dalam membeli rumah, tanah, atau properti lainnya, Skandis membutuhkan modal dengan relatif besar. Tingginya biaya dari pembelian properti ini sangat bergantung dengan kondisi lingkungan yang hendak Skandis pilih. Jika kawasan properti tersebut memiliki perkembangan lingkungan yang pesat, maka semakin tinggi dari modal investasi properti yang perlu Skandis keluarkan. -
Cukup memakan waktu
Mungkin membeli properti bekas tidak memakan cukup waktu lama. Meskipun begitu, Skandis perlu menyiapkan waktu hingga 1 bulan untuk memfinalisasi segala keperluan dalam mengakuisisi investasi properti baru Skandis. Namun jika Skandis ingin memulai investasi properti, akan lebih baik jika Skandis membeli rumah baru di sebuah kawasan atau perumahan yang sedang dibangun. Namun dalam hal tersebut, Skandis membutuhkan waktu yang cukup lama. Proses pembangunan rumah di dalam sebuah perumahan umumnya memakan waktu hingga lebih dari 2 tahun. Meskipun begitu, biasanya modal yang dibutuhkan lebih kecil dibandingkan dengan membeli properti bekas dalam membeli investasi properti dengan rumah yang masih masuk dalam masa development.
-
Perlu selalu dirawat
Ketika Anda memiliki sebuah properti, tentu Skandis perlu merawat rumah atau bangunan properti sebagai salah satu cara menjaga nilai dari investasi properti yang Skandis miliki. Dalam merawat investasi properti, Skandis membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Perawatan yang dimaksud ini bukan sekadar menata taman atau membersihkan seisi rumah saja. Namun, Skandis juga memerlukan budget untuk renovasi properti yang Skandis miliki. Biaya perawatan ini memang tidak sedikit, namun pengeluaran yang Skandis keluarkan dalam menjaga investasi properti Skandis agar tetap bisa menghasilkan keuntungan yang signifikan. -
Umur bangunan yang terlampau tua
Berbeda dengan investasi lainnya, seperti reksadana yang tidak memiliki usia, investasi properti cukup memiliki pengaruh terhadap waktu dan usia dari bangunan. Penyusutan usia bangunan memang tidak terjadi dalam waktu dekat, namun jika usia investasi properti yang Skandis miliki sudah terlampau 20 hingga 40 tahun, akan memengaruhi nilai aset yang Skandis miliki dibandingkan dengan aset properti yang lebih muda. Sekali lagi, dalam melakukan investasi properti, waktu memiliki peran yang cukup krusial dalam menghadirkan keuntungan terhadap investasi yang Skandis lakukan.



