Salah satu instrumen investasi yang banyak diganderungi untuk menambah pundi-pundi kekayaan adalah properti. Namun, tahukah Anda, seiring dengan permintaan yang masif, aset kripto nyatanya juga menjadi instrumen investasi yang tak kalah menarik dan menjanjikan saat ini. Bahkan aset kripto seperti Bitcoin harga 1 koinnya saat artikel ini ditulis mencapai Rp685 jutaan, setara dengan harga apartemen di Jakarta. Lantas, di antara crypto vs properti, investasi mana yang lebih menguntungkan?
Yuk, temukan jawabannya dalam ulasan berikut.
Mengenal Apa Itu Aset Kripto
Aset kripto (cryptocurrency) adalah salah satu jenis investasi yang berbentuk mata uang digital. Selain menjadi salah satu pilihan investasi, aset ini juga kerap digunakan sebagai alat tukar dalam bertransaksi. Mata uang digital ini menggunakan teknologi yang dijalankan oleh sebuah jaringan blockchain. Beberapa rangkaian kode atau sandi rumit yang berada di dalam jaringannya, dipakai dan berfungsi untuk melindungi serta menjaga keamanan seluruh transaksi mata uang digital.
Cryptocurrency sendiri berasal dari gabungan kedua kata “cryptography” yang artinya kode rahasia, dan “currency” yang memiliki arti mata uang. Seluruh transaksi seperti pembayaran, pembelian, dan penjualan akan dicatat dan dipantau dalam sebuah sistem jaringan. Para penambang atau miner aset crypto, akan bertugas untuk mencatat seluruh transaksi yang berlangsung dalam jaringan. Jika berhasil melakukan aktivitas mining, para penambang ini akan diberikan sejumlah komisi atau hadiah berupa aset crypto yang nantinya dapat dipakai.
Beberapa jenis aset crypto populer yang sering dijadikan pilihan oleh para investor adalah Bitcoin, Ethereum, Dogecoin, Litecoin, Ripple, ADA, dan masih banya lainnya. Dikutip dari Investpedia, hingga September 2021 sudah ada lebih dari 6.500 aset crypto yang telah beredar di pasar. Pada masa mendatang, total aset ini diperkirakan akan terus mengalami kenaikan yang signifikan.
Baca Juga:
Karakteristik Aset Crypto
Di bawah ini adalah tiga karakteristik yang dimiliki oleh aset crypto:
Aset crypto adalah aset terdesentralisasi. Artinya, aset ini tidak dikendalikan atau diatur oleh bank sentral atau sebuah lembaga lainnya. Selain itu, aset kripto juga tidak berada di bawah yurisdiksi satu negara tertentu atau sebuah kelompok negara mana pun (seperti Euro untuk Uni Eropa). Aset crypto menawarkan transaksi anonim. Seperti contohnya, aset Bitcoin yang mana memungkinkan orang untuk melakukan transaksi tanpa perlu memberikan informasi pribadi apa pun. Sementara umumnya lembaga keuangan mengharuskan pelanggan untuk memberikan informasi mendetail seperti nama, riwayat perbelanjaan, kebiasaan belanja, dan informasi pribadi lainnya.
Proses transaksi yang transparan. Seluruh transaksi aset crypto seperti Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin disimpan selamanya dalam jaringan blockchain. Ini terlihat untuk semua orang dalam jaringan. Bersifat universal. Aset kripto dianggap universal karena tidak ada syarat apa pun untuk menjadi penggunanya. Bahkan, karena menawarkan transaksi anonim, pengguna juga tidak diharuskan menggunakan nama asli ataupun melampirkan data pribadi apa pun.
Keuntungan Investasi Aset Kripto (Cryptocurrency)
Di bawah ini adalah delapan keuntungan investasi aset kripto (cryptocurrency), sebagai berikut:
- Sistem peer-to-peer.
- Terhindar dari inflasi.
- Mudah untuk diperdagangkan.
- Dapat digunakan sebagai instrumen investasi jangka panjang, karena potensi kenaikan harga di masa depan.
- Tidak membutuhkan perawatan khusus, karena bentuknya yang digital.
- Biaya transaksi rendah. Modal investasi, ditentukan dengan aset yang nantinya akan Anda beli.
Risiko Aset Crypto
Namun, sehebat-hebatnya sebuah aset kripto. Terdapat beberapa faktor atau poin risiko yang perlu untuk Anda waspadai. Di bawah ini adalah beberapa risiko investasi aset crypto yang perlu Anda ketahui.
- Bukan aset berwujud.
- Adanya risiko keamanan, seperti peretasan.
- Minim regulasi, karena sedikit/tidak ada keterlibatan pemerintah.
- Berisiko tinggi, karena nilainya yang cenderung tidak stabil atau berfluktuasi.
Baca juga:
Mengenal Apa Itu Investasi Properti
Investasi properti adalah pembelian properti dengan tujuan untuk menyewakan atau menjualnya agar mendapatkan keuntungan. Properti sendiri dapat berupa tanah, apartemen, rumah, atau apa pun yang berkaitan dengan bangunan.
Investasi properti bisa dibilang sebagai investasi multifaset. Maksudnya, Anda dapat membeli rumah, menyewakannya untuk ruang bisnis, menjadi pemilik tempat tinggal, dan lainnya. Instrumen investasi ini dapat membantu mendiversifikasi portofolio. Properti pun juga merupakan investasi nyata, yang mana Anda dapat menghasilkan uang sambil memberikan nilai pada aset yang dapat dijual.
Keuntungan Investasi Properti
Di bawah ini adalah enam poin keuntungan dari berinvestasi properti, sebagai berikut:
- Aset berwujud.
- Peluang investasi serbaguna.
- Manfaat pajak, karena memiliki properti dilengkapi dengan keringan pajak.
- Arus kas yang tinggi.
- Pengembalian jangka panjang.
Risiko Investasi Properti
Walaupun kebutuhan akan tempat tinggal semakin meningkat. Investasi properti juga memiliki sederet risiko yang perlu diperhatikan. Di bawah ini adalah beberapa poin dari risiko investasi properti yang bisa jadi bahan pertimbangan Anda dalam mengambil keputusan.
- Bukan masuk ke dalam kategori aset likuid atau lancar.
- Membutuhkan modal yang mahal dan tidak bervariatif.
- Membutuhkan biaya perawatan atau pemeliharaan yang tinggi.
Setelah mengetahui apa itu investasi properti dan aset crypto beserta dengan keuntungan serta risikonya. Lantas, mana tipe investasi yang nantinya dapat lebih menguntungkan?
Investasi Crypto vs Properti, Mana yang Lebih Untung?
Saat Anda membangun portofolio investasi Anda, investasi terbaik Anda sangat bergantung pada latar belakang keuangan, seberapa Anda mengenal pola kerja aset tersebut, dan seberapa besar Anda bersedia untuk mengambil risikonya.
Memilih investasi aset crypto, seperti membeli Bitcoin, Ethereum, atau Dogecoin adalah jenis investasi yang menawarkan perawatan rendah, namun memiliki risiko yang tinggi. Sementara, investasi properti adalah jenis investasi yang diperuntungkan untuk jangka panjang yang mungkin membutuhkan pembayaran besar untuk perawatannya, tapi bisa saja memberikan penghasilan tetap di kemudian hari.
Pada prinsipnya, crypto vs properti, keduanya menghasilkan keuntungan, risiko, dan manfaat yang berbeda-beda. Pemilihan jenis investasi yang lebih menguntungkan ini harus disesuaikan dengan kebutuhan investor mulai dari besarnya modal dan tujuan investasinya. Investor juga harus memahami sifat setiap instrumen investasi, termasuk persyaratan pengembalian dan risikonya.
Jadi, pastikan Anda sepenuhnya memahami aset dan risiko sebelum melakukan investasi apa pun.



