Kebiasaan soal lampu kamar mandi sering jadi perdebatan kecil di rumah. Ada yang memilih membiarkannya tetap menyala demi praktis, ada juga yang selalu mematikannya agar lebih hemat listrik.
Pada dasarnya, jika kamar mandi tidak sedang digunakan, mematikan lampu tetap menjadi pilihan paling efisien. Lampu yang menyala terus-menerus tetap mengonsumsi listrik dan menghasilkan panas, meskipun dayanya kecil. Dalam jangka panjang, kebiasaan membiarkan lampu menyala tanpa perlu bisa menambah konsumsi listrik secara akumulatif.
Namun, teknologi lampu saat ini juga perlu dipertimbangkan. Lampu LED modern tidak menggunakan filamen seperti lampu pijar, sehingga lebih tahan terhadap proses nyala-mati. Umur pakainya lebih dipengaruhi oleh total jam penggunaan dan suhu kerja. Meski begitu, komponen elektronik di dalamnya tetap bekerja setiap kali lampu dinyalakan. Jika terlalu sering dihidupkan dan dimatikan dalam waktu sangat singkat, komponen tersebut tetap bisa mengalami tekanan tambahan.
Artinya, jika Skandis hanya meninggalkan kamar mandi sebentar, membiarkan lampu tetap menyala beberapa menit tidak akan berdampak signifikan. Tetapi jika ruangan kosong dalam waktu cukup lama, mematikannya tetap lebih bijak demi efisiensi energi.



