1. Kopi Merangsang Produksi Hormon Gastrin
Salah satu penyebab utama munculnya rasa mulas setelah minum kopi adalah meningkatnya produksi hormon gastrin. Baik kopi yang mengandung kafein maupun kopi tanpa kafein (decaffeinated coffee) sama-sama dapat merangsang pelepasan hormon ini. Gastrin merupakan hormon yang berperan dalam merangsang produksi asam lambung sekaligus meningkatkan pergerakan otot pada saluran pencernaan. Ketika hormon ini meningkat, usus akan bekerja lebih aktif untuk mendorong isi saluran cerna menuju usus besar. Inilah yang membuat sebagian orang tiba-tiba merasa ingin buang air besar hanya beberapa menit setelah minum kopi. Pada individu dengan sistem pencernaan yang sensitif, peningkatan aktivitas usus ini juga dapat menyebabkan rasa mulas, kram, maupun ketidaknyamanan pada perut.2. Kandungan Asam dalam Kopi Dapat Mengiritasi Lambung
Kopi secara alami mengandung berbagai senyawa asam, salah satunya adalah asam klorogenat (chlorogenic acid). Senyawa tersebut berkontribusi terhadap cita rasa kopi, tetapi juga dapat meningkatkan tingkat keasaman di dalam lambung. Bagi Skandis yang memiliki riwayat maag, gastritis, atau lambung sensitif, kondisi ini dapat menyebabkan lapisan lambung menjadi lebih mudah teriritasi. Akibatnya, setelah minum kopi dapat muncul berbagai keluhan seperti:- Nyeri atau perih pada ulu hati.
- Rasa panas di lambung.
- Mual.
- Perut terasa tidak nyaman.
3. Kafein Meningkatkan Produksi Asam Lambung
Selain berasal dari kandungan asam alami kopi, rasa tidak nyaman pada lambung juga dipengaruhi oleh efek kafein. Kafein mampu merangsang sel-sel lambung untuk memproduksi lebih banyak asam lambung dibandingkan kondisi normal. Pada saat yang sama, kafein juga dapat membuat otot sfingter atau katup yang menghubungkan lambung dengan kerongkongan menjadi lebih rileks. Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan memicu gejala seperti:- Nyeri ulu hati.
- Sensasi panas pada dada (heartburn).
- Rasa asam di mulut.
- Perut terasa penuh atau tidak nyaman.
4. Minum Kopi Saat Perut Kosong Membuat Lambung Lebih Rentan
Banyak orang menjadikan kopi sebagai minuman pertama sebelum sarapan. Padahal, ketika lambung masih kosong, tidak ada makanan yang berfungsi sebagai pelindung dinding lambung dari paparan asam dan kafein. Akibatnya, senyawa aktif di dalam kopi akan langsung bersentuhan dengan lapisan lambung sehingga risiko munculnya iritasi menjadi lebih tinggi. Inilah alasan mengapa sebagian orang lebih sering mengalami:- Perut terasa perih.
- Mulas.
- Mual.
- Nyeri ulu hati.
5. Campuran pada Kopi Bisa Menjadi Penyebab Utama
Tidak selalu kopi yang menjadi penyebab gangguan pencernaan. Pada beberapa orang, justru bahan tambahan seperti susu, krimer, gula dalam jumlah tinggi, maupun pemanis buatan yang memicu munculnya sakit perut. Misalnya, individu dengan intoleransi laktosa dapat mengalami:- Kembung.
- Diare.
- Kram perut.
- Mulas.
6. Sistem Pencernaan yang Sensitif Bereaksi Lebih Kuat
Kopi hangat juga dapat memicu refleks gastrokolik, yaitu respons alami tubuh yang merangsang usus besar untuk bergerak setelah makanan atau minuman masuk ke lambung. Refleks ini sebenarnya merupakan proses normal. Namun, pada individu yang memiliki gangguan pencernaan seperti Irritable Bowel Syndrome (IBS), respons tersebut bisa menjadi jauh lebih kuat. Kombinasi antara suhu hangat kopi, volume cairan, serta kandungan kafein dapat meningkatkan kontraksi usus sehingga muncul gejala berupa:- Kram perut.
- Mulas.
- Keinginan buang air besar secara mendadak.
- Nyeri perut.
Bagaimana Cara Mengurangi Risiko Sakit Perut Setelah Minum Kopi?
Jika Skandis sering mengalami keluhan setelah minum kopi, beberapa langkah berikut dapat membantu mengurangi risikonya:- Hindari minum kopi saat perut masih kosong.
- Batasi konsumsi kopi berkafein jika memiliki lambung sensitif.
- Pilih kopi dengan tingkat keasaman (low acid coffee) yang lebih rendah.
- Kurangi penggunaan gula, krimer, atau susu apabila diketahui menjadi pemicu.
- Batasi konsumsi kopi sesuai toleransi tubuh.
- Perbanyak minum air putih agar tubuh tetap terhidrasi.



