Hello Skandis! Ada beragam pilihan sistem penggerak yang ditawarkan oleh mobil di Indonesia, diantaranya Front Wheel Drive (FWD) dan Rear Wheel Drive (RWD). Mobil FWD atau mobil berpenggerak roda depan dinilai cocok bagi Skandis yang sering berkendara di wilayah perkotaan.
Lalu Apa Kelebihan Mobil FWD?
Mobil FWD memiliki harga yang cenderung lebih terjangkau, karena komponen dan konstruksi yang dibutuhkan oleh mobil ini lebih ringkas. Karena ringkas itulah, mobil FWD memiliki bobot yang lebih ringan, karena tenaga dari mesin mobil langsung disalurkan ke kedua roda depan, jadi tidak perlu melalui gardan untuk menyalurkannya ke roda belakang.
Jika berkendara di lintasan basah atau saat hujan, mobil FWD memiliki gaya gesek yang lebih aman, karena roda depan mobil akan menarik roda belakang, sehingga berat mesin mobil yang berada di depan dapat membantu tarikan lebih aman.
Meski dengan banyak kelebihan itu, mobil FWD biasanya tak cukup kuat jika dijajal di pendakian. Tapi itu bukan berarti bahwa mobil FWD tidak bisa diajak jalan-jalan ke pegunungan atau tempat-tempat dengan banyak tanjakan. Tenang!
Skandis tetap bisa mengendarainya, meskipun mobil FWD sering selip di tanjakan. Sebenarnya apa penyebab mobil FWD selip di tanjakan?
Simak berikut ini ya!
“FWD di tanjakan-tanjakan begini, kalau tanjakan curam ada kecenderungan dia spin. Karena ada namanya weight shifting, pergese ran bobot, bobot bertumpu di roda belakang. Sehingga roda depan akan ngambang,” kata praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu
“Mobil FWD dalam kondisi elevasi tinggi bertumpu ke belakang, sedangkan dia penggerak roda depan, otomatis roda depan ketika terjadi pergerakan ada kecenderungan selip. Karena dia lepas traksinya,” ujarnya.
Meski begitu, Jusri memastikan mobil-mobil FWD pun bisa menaklukkan jalan menanjak asal pengendaranya bisa menanganinya. Apalagi, tim R&D pabrikan pasti sudah melakukan berbagai pengujian sebelum mobil itu dipasarkan.
Kenapa Mobil FWD Suka Selip di Tanjakan ?
“Semua R&D yang sudah berani go public berani memasarkan pasti betul-betul sudah ngetes,” katanya.
Jusri mengatakan, dalam menaklukkan tanjakan baik menggunakan mobil FWD maupun RWD yang paling penting adalah menjaga momentum. Caranya, mengindikasikan segala situasi dari awal. Salah satunya dengan menjaga jarak.
“Dia harus bergulir terus. Kalau dia lihat ada mobil dekat-dekat situ, truk misalnya, pasti akan memperlambat momentum. Jadi harus jaga jarak, supaya tidak sampai berhenti di tengah tanjakan tadi. Kemudian pakai gigi yang pas,” katanya.
“Usahakan jangan melakukan perlambatan saat menanjak. Caranya jaga jarak dari jauh, supaya tidak melakukan perlambatan. Kalau terlalu mepet, pasti dia akan melakukan perlambatan ketika kendaraan di depan melakukan perlambatan atau berhenti. Jaga jarak supaya terus memelihara momentum,” sebutnya.
“Pergerakan itu akan menimbulkan momentum. Sehingga momentum ini akan membuat bobot kendaraan jadi lebih enteng karena ada gerakan momentum bukan gerakan dari mesin saja. Artinya beban mesin jadi lebih rendah.”



