Sama seperti orang dewasa, anak-anak juga mengalami berbagai macam emosi—mulai dari marah, frustrasi, sedih, takut, bersemangat, hingga khawatir. Namun, alih-alih mengungkapkan perasaannya secara verbal, anak sering kali mengekspresikannya dengan menangis, memukul, atau bahkan menggigit ketika emosi mereka memuncak.
Sebagai orang tua, tentu Skandis ingin memahami apa yang dirasakan si kecil. Salah satu cara yang kerap digunakan adalah meminta anak “mengungkapkan dengan kata-kata”.
Meski terdengar wajar, ternyata ungkapan ini kurang efektif dalam membantu anak mengekspresikan emosinya. Sebab, pada usia dini, anak masih belajar memahami dan mengolah emosi, sehingga meminta mereka langsung mengungkapkannya dalam kata-kata justru bisa membuat mereka semakin bingung. Mengapa “Coba Jelaskan Pakai Kata-kata” Kurang Efektif? Menurut Rachel Bowie, seorang pemerhati parenting yang dikutip dari laman PureWow, anak-anak prasekolah dan balita masih dalam tahap belajar memahami peristiwa, perasaan, sekaligus bahasa.
“‘Coba ungkapkan dengan kata-kata’ menetapkan harapan yang tidak realistis karena anak-anak belum mampu menerjemahkan perasaan mereka ke dalam kata-kata,” jelas Rachel. Alternatif yang Lebih Baik Menurut Pakar
Para ahli di Transforming Toddlerhood menyarankan agar orang tua tidak hanya meminta anak berbicara, tetapi juga mengenali dan memvalidasi emosi mereka. Salah satu alternatif yang bisa digunakan adalah: 👉 “Skandis lihat kamu kesal. Apa yang terjadi?”
Pendekatan ini membantu anak merasa didengar dan dipahami, sekaligus memberi mereka waktu untuk memproses perasaannya tanpa tekanan untuk langsung berbicara. Membantu Anak Mengolah Emosinya dengan Lebih Baik Sebagai langkah selanjutnya, Skandis bisa mencoba menggambarkan situasi untuk membantu anak memahami apa yang mereka rasakan. Contohnya:
✅ “Skandis perhatikan kamu tiba-tiba berhenti makan setelah madu ditambahkan ke makananmu. Apakah kamu tidak ingin madu?”Dengan pendekatan ini, anak akan lebih mudah menghubungkan perasaan mereka dengan situasi yang terjadi, sehingga mereka dapat belajar mengekspresikannya dengan lebih baik. Mengapa Mengembangkan Kosakata Emosional Itu Penting? Menggunakan kalimat “Coba ungkapkan dengan kata-kata” secara tidak langsung mengajarkan anak untuk menekan emosinya daripada mempelajari cara mengekspresikannya.
Sementara itu, membangun kosakata emosional adalah keterampilan yang perlu dilatih sejak dini agar anak lebih mampu mengelola perasaannya di masa depan. Tips Mengajarkan Anak Mengenali dan Mengekspresikan Emosi Menurut laman Raising Children, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk membantu anak memahami perasaannya dengan lebih baik:



