Saat pandemi COVID-19, Skandis dianjurkan untuk sering mencuci tangan untuk menekan penyebaran. Walau hal ini memiliki dampak positif, ada juga dampak negatif yang tertera pada aktivitas cuci tangan. Cuci tangan juga merupakan cara paling efektif untuk mencegah penularan infeksi. tetapi, jika Skandis menggunakan sabun dan meredam tangan di air bisa merusak tangan Skandis. Jika kita sering mencuci tangan maka tangan akan kering dan mudah terluka. Maka oleh karena itu terdapat 7 solusi untuk menyelesaikan masalah tersebut
-
Cuci Dengan Air Hangat
Suhu bisa mempengaruhi kesehatan tangan, jika terlalu panas atau terlalu dingin maka akan membuat tangan kering. Penggunaan air hangat dengan sabun yang melimpah akan menjaga tangan Skandis dengan lembab dan sehat.
-
Sabun Dengan Pelembab
Tidak semua sabun bisa menjaga kelembaban kulit tangan dan bisa membuat tangan pecah pecah. Jadi pastikan Skandis memilih sabun yang memiliki tingkat keasaman yang rendah dan memilih sabun yang cair.
-
Pemakaian Pelembab
Penggunaan pelembab akan membantu Skandis agar tangannya tidak menjadi kering. Skandis disarankan untuk menggunakan pelembab dalam bentuk salep ataupun krim setelah selesai mencuci tangan.
-
Penggunaan Sarung Tangan
Setelah mencuci tangan lalu menggunakan pelembab, maka Skandis bisa menggunakan sarung tangan berbahan katun agar kelembaban tangan Skandis di malam hari akan terjaga
-
Pemakaian Skin Balm
Jika Skandis mengalami kondisi kulit seperti Eksim atau Psoriasis akibat sering cuci tangan. Ini bisa memberikan perawatan yang baik dan melindungi kulit dari kondisi kering yang bahaya.
-
Mengeringkan Tangan Dengan Tepat
Jika Skandis mencuci tangan maka harus mengeringkannya dengan baik. Tisu kertas merupakan alat terbaik untuk mengeringkan tangan kalian. Jika menggunakan kain atau handuk maka Skandis harus memastikan bahwa Skandis memiliki kain atau handuk yang berbeda untuk masing masing orang. Kondisi tangan yang basah akan menarik kuman tumbuh dan berpindah cepat.



