Skandis Sering Buahnya Cepat Busuk? Begini Cara Simpan yang Benar Biar Awet Berhari-hari!
Menyimpan buah dan sayur dalam jumlah banyak di rumah memang terasa sangat praktis. Skandis tidak perlu bolak-balik ke pasar atau toko setiap kali ingin mengolah masakan sehat. Namun, satu tantangan yang sering dihadapi adalah bagaimana menjaga agar bahan-bahan segar ini tidak cepat busuk atau layu sebelum sempat dikonsumsi. Kabar baiknya, dengan teknik penyimpanan yang tepat, Skandis bisa memperpanjang kesegaran buah dan sayur, menghemat pengeluaran, dan secara tidak langsung mengurangi limbah makanan yang selama ini terbuang sia-sia. Albert Nguyen, seorang instruktur kuliner dari Institute of Culinary Education, membagikan sejumlah tips praktis agar Skandis bisa menyimpan hasil belanjaan lebih cerdas dan tahan lama.1. Jangan Dicuci Sebelum Siap Dikonsumsi
Mungkin terlihat bersih dan sehat, tapi mencuci buah atau sayur sebelum waktunya justru bisa mempercepat proses pembusukan. Menurut Albert Nguyen, salah satu kesalahan umum adalah menyimpan buah dan sayur dalam keadaan basah setelah dicuci. Air yang tertinggal menjadi lingkungan yang ideal bagi bakteri dan jamur untuk berkembang biak, menyebabkan buah dan sayur menjadi busuk lebih cepat.
Sebaiknya, Skandis hanya mencuci bahan makanan saat akan digunakan atau dikonsumsi. Dengan begitu, kelembapan tidak terjebak dalam penyimpanan dan kualitas tetap terjaga lebih lama.
2. Gunakan Laci Kulkas Sesuai Fungsinya
Hampir semua kulkas dilengkapi dengan dua laci khusus yang disebut “crisper drawer”, tapi tidak semua orang tahu cara menggunakannya secara optimal. Laci bagian bawah sebaiknya digunakan untuk sayuran yang lebih keras dan padat seperti wortel atau brokoli. Sedangkan laci atas lebih cocok untuk daun-daunan lembut seperti selada, bayam, atau kemangi karena butuh sirkulasi udara yang lebih baik.
Jangan menjejalkan semua sayuran ke dalam satu ruang karena itu hanya akan membuatnya lembap, cepat layu, dan tidak segar. Beri ruang agar udara bisa bersirkulasi dengan baik.
3. Kenali Gas Etilen – Musuh Diam-Diam Kesegaran
Beberapa buah dan sayuran secara alami mengeluarkan gas etilen saat mereka matang. Gas ini memang membantu proses pematangan, tapi juga bisa mempercepat pembusukan bahan lain yang disimpan terlalu dekat. Itulah mengapa penting bagi Skandis untuk memisahkan buah dan sayur berdasarkan jenisnya.
Buah-buahan seperti apel, pisang, alpukat, pir, tomat, dan melon adalah penghasil etilen. Mereka sebaiknya tidak disimpan bersama sayur seperti mentimun, brokoli, ubi jalar, selada, dan bawang karena bahan-bahan ini sangat sensitif terhadap etilen.
4. Sayuran Hijau dan Herbal Butuh Penanganan Khusus
Daun hijau seperti bayam, kangkung, atau rempah segar seperti daun ketumbar dan kemangi seringkali sudah dalam keadaan lembap karena proses penyiraman di toko atau pasar. Untuk menjaga kesegarannya, Skandis bisa menyimpannya dalam kantong plastik yang diberi tisu dapur kering di dalamnya.
Tisu ini akan menyerap kelembapan berlebih, dan pastikan kantong tidak tertutup rapat – beri sedikit celah agar udara tetap bisa masuk dan menjaga sirkulasi.
5. Kentang, Bawang, dan Labu Keras Jangan Masuk Kulkas
Bahan makanan seperti kentang, bawang merah, bawang putih, dan labu jenis keras sebaiknya tidak disimpan di dalam kulkas. Mereka lebih tahan lama jika disimpan di tempat yang sejuk, kering, dan gelap – seperti di lemari dapur atau gudang kecil.
Hindari menempatkan bahan-bahan ini berdekatan dengan buah-buahan seperti apel atau pisang karena mereka juga sensitif terhadap gas etilen yang bisa mempercepat proses pembusukan.
6. Simpan Tomat di Suhu Ruang
Tomat yang masih segar sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke dalam kulkas. Suhu dingin bisa merusak tekstur dan rasa alami tomat. Simpanlah tomat di suhu ruang, dengan posisi batang menghadap ke bawah untuk meminimalkan kehilangan kelembapan.
Jika Skandis tidak akan menggunakannya dalam waktu satu minggu, barulah simpan di kulkas untuk memperlambat proses pembusukan.
7. Pisang Cepat Matang? Bungkus Tangkainya
Pisang adalah buah yang sangat aktif menghasilkan gas etilen, sehingga bisa sangat cepat matang – bahkan terlalu cepat. Agar lebih awet, simpan pisang jauh dari sinar matahari langsung dan sumber panas.
Skandis juga bisa membungkus tangkai pisang dengan plastik atau aluminium foil untuk menghambat penyebaran gas etilen. Jangan menyimpannya di kulkas sebelum benar-benar matang karena suhu dingin bisa membuat kulit pisang cepat menghitam, meskipun bagian dalamnya belum rusak.



