Memasuki tahun yang baru, banyak dari Skandis mungkin mulai merancang kembali tujuan finansial — dari melunasi utang, memperbesar tabungan, hingga memaksimalkan investasi. Meskipun membangun kekayaan besar bukanlah hal yang bisa dicapai hanya dalam waktu satu tahun, langkah strategis yang tepat dapat mempercepat pertumbuhan aset Skandis secara signifikan, tak peduli dari mana Skandis memulai.
Berdasarkan wawasan dari beberapa miliuner sukses yang dibagikan melalui CNBC, berikut adalah tiga prinsip investasi yang bisa menjadi panduan Skandis dalam meningkatkan kekayaan di tahun 2025.
1. Gunakan Strategi Sederhana namun Efektif
Banyak orang berpikir bahwa membangun kekayaan membutuhkan strategi investasi yang rumit dan eksklusif. Namun, kenyataannya, pendekatan yang sederhana seringkali jauh lebih konsisten dalam memberikan hasil jangka panjang. Salah satunya adalah dengan menanamkan dana pada reksa dana indeks dengan biaya rendah yang mengikuti pergerakan pasar, seperti indeks S&P 500.
Ramit Sethi, seorang pakar keuangan dan miliuner mandiri, mengatakan bahwa walaupun ia memiliki akses pada berbagai jenis investasi “khusus”, justru reksa dana indeks lah yang memberikan hasil paling stabil. Skandis disarankan untuk tidak tergoda mengikuti tren berisiko tinggi seperti saham viral atau aset kripto, yang mungkin menggiurkan namun tidak selalu memberikan keuntungan konsisten.
Kunci dari strategi ini adalah konsistensi, diversifikasi, serta kesabaran dalam mengelola risiko.
2. Mulai Sejak Dini dan Otomatiskan Investasi
Waktu adalah faktor terpenting dalam dunia investasi. Semakin cepat Skandis memulai, semakin besar kekuatan bunga majemuk yang bisa bekerja membangun kekayaan. Steve Adcock, seorang pensiunan muda yang mencapai kebebasan finansial, menyampaikan penyesalan karena tidak lebih agresif menabung dan berinvestasi sejak awal.
Salah satu cara untuk memulai dengan mudah adalah mengotomatisasi investasi. Skandis dapat menyisihkan sebagian dari penghasilan ke dalam rekening investasi secara otomatis setiap bulan. Misalnya, melalui kontribusi rutin ke rencana pensiun atau instrumen investasi lainnya.
Sethi menyarankan agar Skandis mengalokasikan minimal 10% dari pendapatan setiap tahunnya untuk investasi, dan menambahkan 1% kontribusi tambahan setiap tahun. Rutinitas kecil ini dapat berdampak besar dalam jangka panjang.
3. Kenali Tanda Bahaya dalam Dunia Investasi
Tidak semua penasihat keuangan memiliki kepentingan terbaik untuk klien mereka. Tess Waresmith, seorang miliuner mandiri, pernah mengalami kerugian akibat keputusan buruk dari penasihat keuangan yang tidak transparan dalam pengelolaan dan biaya.
Ia menekankan pentingnya memilih penasihat keuangan independen yang dibayar tetap (fee-only advisor), bukan yang mengambil persentase dari total investasi. Transparansi dalam struktur biaya adalah salah satu tanda kepercayaan.
Selain itu, Skandis sebaiknya membekali diri dengan pengetahuan dasar tentang investasi. Hal ini penting untuk mengenali risiko, memahami alur uang Skandis, serta menghindari jebakan dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Tidak perlu menjadi pakar atau lulusan keuangan untuk mulai belajar. Cukup dengan membaca beberapa buku dasar atau mengikuti kursus online singkat, Skandis sudah dapat memahami hal-hal fundamental dalam dunia investasi.
Dengan strategi yang tepat, konsistensi, dan kesadaran akan risiko, Skandis bisa menjadikan tahun 2025 sebagai momentum untuk memperkuat pondasi kekayaan dan mencapai kebebasan finansial yang diidamkan.



