Hal yang justru perlu lebih diperhatikan oleh Skandis bukanlah kopinya, melainkan bagaimana kopi tersebut disajikan. Salah satu faktor yang sering terabaikan adalah takaran gula dalam kopi. Banyak orang yang menambahkan gula dalam jumlah cukup banyak demi mendapatkan rasa manis yang diinginkan. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak serius terhadap kesehatan, terutama jika dilakukan secara rutin.
“Kopi itu sendiri sebenarnya tidak masalah. Yang penting kadar gulanya harus diperhatikan. Kalau Skandis minum kopi manis dengan kandungan gula tinggi, apalagi lebih dari sekali sehari, itu yang bisa berbahaya bagi ginjal,” ujar dr. Dina kepada media.
Ia menambahkan bahwa konsumsi gula harian sebaiknya tidak melebihi 50 gram. Batas ini bukan hanya berlaku untuk kopi, tetapi juga mencakup semua asupan gula dari makanan dan minuman lain yang Skandis konsumsi dalam satu hari, seperti nasi, camilan, dan minuman manis lainnya.
“Sesuai rekomendasi, konsumsi gula per hari maksimal 50 gram. Itu sudah termasuk seluruh gula dari makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam sehari,” jelasnya lagi.
Untuk memberikan gambaran yang lebih jelas, dr. Dina menjelaskan bahwa 50 gram gula setara dengan sekitar 12 sendok teh. Jadi, jika Skandis ingin membuat kopi sendiri di rumah, sebaiknya takaran gula yang digunakan tetap di bawah jumlah tersebut agar aman bagi kesehatan tubuh, terutama ginjal.
“Takaran 50 gram itu kira-kira 12 sendok teh. Jadi, kalau Skandis bikin kopi di rumah, sebaiknya jangan sampai melebihi batas itu,” sarannya.
Dari penjelasan ini, dapat disimpulkan bahwa kopi tidak perlu dihindari secara total. Namun, Skandis perlu lebih bijak dalam mengonsumsinya, terutama dalam hal penggunaan gula. Dengan mengatur porsi gula dan tidak mengonsumsinya secara berlebihan, Skandis tetap bisa menikmati secangkir kopi favorit tanpa perlu khawatir akan kesehatan ginjal.
Ingat, bukan kopinya yang salah, tapi kebiasaan konsumsi gula berlebihan yang bisa membawa risiko!
Baca Juga:



