Ibadah haji merupakan rukun Islam kelima yang berperan sebagai penyempurna keempat rukun sebelumnya. Dalam agama Islam, menunaikan haji adalah kewajiban bagi Skandis yang memiliki kemampuan secara fisik, finansial, dan spiritual.
Pelaksanaan ibadah haji harus mengikuti urutan dan tata cara yang telah ditetapkan agar sah sesuai syariat. Ketidaktepatan dalam menjalankan rangkaian haji dapat memengaruhi keabsahannya. Lantas, bagaimana urutan lengkap pelaksanaan haji beserta tata caranya?
Berikut penjelasan rinci mengenai tahapan ibadah haji dari awal hingga akhir, dilengkapi syarat dan rukun haji:
Tata Cara Pelaksanaan Ibadah Haji
1. Memulai Ihram dari Miqat yang Ditentukan
Miqat adalah batas waktu (*zamani*) dan tempat (*makani*) untuk memulai ihram. Waktu haji terbatas pada bulan Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah, sedangkan lokasi miqat bergantung pada asal jemaah. Berikut urutan persiapan ihram:
2. Wukuf di Arafah (9 Zulhijah)
Wukuf dilaksanakan sejak matahari tergelincir (9 Zulhijah) hingga fajar (10 Zulhijah). Amalan utama selama wukuf meliputi:
3. Mabit di Muzdalifah
Setelah wukuf, jemaah menuju Muzdalifah untuk bermalam hingga fajar. Hukum mabit di sini adalah wajib, kecuali bagi yang beruzur syar’i. Aktivitas yang dianjurkan:
4. Lempar Jumrah Aqabah (10 Zulhijah)
Pada hari Idul Adha, jemaah melemparkan 7 kerikil ke tugu Jumrah Aqabah. Setelahnya, Skandis disunnahkan menyembelih hewan kurban.
5. Tahallul Pertama dan Tawaf Ifadah
Tahallul awal dilakukan dengan mencukur minimal 3 helai rambut setelah lempar jumrah. Selanjutnya, jemaah menuju Makkah untuk:
– Tawaf Ifadah (mengelilingi Ka’bah 7 putaran) – Mencium Hajar Aswad (jika memungkinkan) – Shalat sunnah di Maqam Ibrahim – Berdoa di Multazam – Melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah6. Tahallul Kedua dan Mabit di Mina (Hari Tasyrik)
Tahallul kedua dilakukan setelah sa’i dengan menggunting rambut. Jemaah kemudian kembali ke Mina untuk mabit pada 11–13 Zulhijah dan melempar jumrah ula, wusta, dan aqabah (masing-masing 7 kerikil per hari).
7. Tawaf Wada
Sebelum pulang, jemaah wajib melaksanakan tawaf perpisahan (*wada’*) sebagai penutup ibadah haji. Bagi Skandis yang berziarah ke Madinah, tawaf ini dilakukan setelah kembali dari ziarah.
Syarat Wajib Haji
Haji diwajibkan bagi Skandis yang memenuhi kriteria berikut:
– Muslim – Baligh dan berakal sehat – Merdeka (bukan budak) – Memiliki kemampuan finansial dan fisik – Perjalanan aman dan memungkinkanRukun Haji
Rukun haji harus dipenuhi agar ibadah sah:
– Ihram dan niat – Wukuf di Arafah – Tawaf ifadah – Sa’i – Tahallul – Tertib (berurutan) PenutupDemikianlah urutan lengkap ibadah haji beserta tata cara pelaksanaannya. Semoga penjelasan ini memudahkan Skandis dalam memahami prosesi haji yang sesuai dengan sunnah Nabi Muhammad SAW. Bagi yang diberi kesempatan menjadi tamu Allah, persiapkan diri dengan ilmu, fisik, dan keikhlasan agar haji mabrur tercapai. *Semoga perjalanan spiritual ini menjadi pengalaman tak terlupakan dan diterima di sisi-Nya. Aamiin.*



