Ada angka yang mencengangkan sekaligus mengkhawatirkan dari pasar modal Indonesia di 2026. Sepanjang kuartal pertama tahun ini, lebih dari 1,2 juta investor ritel dilaporkan menarik dana dari pasar saham. Angka ini menjadi yang tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Yang lebih menarik—dan sekaligus mengkhawatirkan—adalah paradoks yang terjadi: jumlah investor pasar modal justru terus bertambah, tetapi aktivitas transaksi harian mengalami penurunan. Fenomena ini memperlihatkan adanya perubahan perilaku investor yang signifikan—dan Skandis perlu memahaminya dengan baik, terutama jika Skandis adalah salah satu dari jutaan investor yang saat ini sedang bergulat dengan keputusan untuk tetap bertahan atau keluar dari pasar.
Artikel ini akan mengupas tuntas fenomena arus keluar dana investor ritel, penyebab di baliknya, dan pelajaran berharga yang bisa dipetik oleh Skandis—baik yang masih bertahan di pasar maupun yang sedang mempertimbangkan untuk kembali masuk.



