Hello Skandis!
Belakangan ini, media sosial tengah diramaikan dengan kasus rabies. Bahasan ini muncul bersama dengan video pasien rabies yang ketakutan melihat air karena mengalami hydrophobia.
Badan Kesehatan Dunia (WHO) menjelaskan bahwa rabies merupakan penyakit virus zoonosis yang dapat memengaruhi sistem saraf pusat. Begitu gejala klinis rabies mulai muncul, tingkat fatal bisa mencapai hampir 100 persen, Skandis.
Rabies pada dasarnya hanya dapat menyerang mamalia atau hewan berdarah panas dan berbulu, seperti dilansir dari CDC. Selain anjing, rabies juga dapat menyerang kucing, monyet, kelelawar, rakun, dan kuda.
Ciri-ciri hewan terkena rabies
Ada banyak hewan mamalia yang hidup di sekitar kita, termasuk hewan peliharaan. Meski harus dijauhi, Skandis tentu tidak tahu dengan pasti apakah hewan di dekat Skandis terinfeksi rabies, ya?
Akan tetapi, hewan yang terinfeksi rabies bakal menunjukkan tingkah polah aneh. Beberapa hewan rabies bisa mengeluarkan banyak air liur dari mulutnya, meski tak semua menunjukkan ciri-ciri ini.
- Secara umum, berikut ciri hewan rabies.
- Hewan tidak dalam kondisi sehat
- Sulit menelan
- Air liur berlebihan
- Sangat agresif
- Perilaku menggigit objek imajinatif (fly biting)
- Lebih jinak dari yang diperkirakan
- Sulit bergerak atau lumpuh
Pada kelelawar, hewan ini lebih banyak di tanah ketimbang bergelantung di pohon atau objek yang tinggi
Pada kasus rabies akibat gigitan hewan domestik, hewan yang paling sering terpapar virus ini adalah anjing. Berikut ini ciri-ciri anjing yang terpapar rabies, dikutip dari berbagai sumber kesehatan:
- Menunjukkan perubahan perilaku
- Demam
- Kesulitan menelan
- Air liur berlebihan
- Gerakan sempoyongan, kejang hingga lumpuh
- Sensitif terhadap stimulasi cahaya, gerakan dan suara
- Mulut berbusa akibat akumulasi liur
Jika terkena gigitan hewan mamalia termasuk anjing, segera basuh luka dengan sabun dan air mengalir. Hindari memberi obat merah pada luka gigitan, Skandis.
“Salah kaprahnya luka langsung diberi povidone iodine atau obat merah. Nah itu kan tidak bisa membunuh virus rabies,”.
Setelah pertolongan pertama, pasien tetap perlu dibawa ke dokter untuk memperoleh perawatan lebih lanjut termasuk vaksin antirabies (VAR).
Selalu berhati-hati dan tetap jaga kesehatan yah Skandis!



