Bank mini yang masuk ke ranah digital sedang banyak digandrungi oleh investor kelas kakap seperti taipan kaya raya RI. Mereka berani melebarkan sayapnya masuk ke bisnis perbankan digital. Bukan tanpa alasan, tahun ini harga saham bank digital, termasuk bank mini dengan modal inti Rp 1-3 triliun – melonjak tinggi.
Hadirnya investor kelas kakap itu memberi indikasi bahwa berinvestasi di sektor ini lebih diprioritaskan untuk jangka panjang. Senior analyst Sucor Sekuritas Edward Lowis mengungkapkan bahwa bank digital layaknya sebuah bank baru dan belum genap satu tahun, keuntungan masih menunggu waktu.
“Investor kakap butuh 3-5 tahun, sama halnya dengan bank digital. Rata-rata bank digital luar mereka BEP (break even point) di tahun ketiga beroperasi. Indonesia baru tahun pertama, investor belum dapat manfaatnya, bank belum profit, bank belum memanfaatkan momentum. Jadi lebih panjang, namun kita ngga menutup kemungkinan bank digital untuk short term karena momentum,” katanya dalam investime CNBC Indonesia.
Memanfaatkan bank digital untuk berinvestasi jangka panjang lebih memungkinkan dalam mendulang profit. Sementara untuk jangka pendek sistem trading juga tidak kalah menggiurkan. Namun yang terpenting adalah menentukan saham yang layak untuk dikoleksi.
“Kita harus selektif, bank digital mana yang cocok jangka panjang, dalam arti prospek, baru mereka bisa eksekusi dari segi operasional dan valuasi. Untuk jangka panjang harus pikirkan valuasi saat masuk. Kalau trading dilihat sebatas momentum aja,” sebut Edward.
So, pikirkan baik-baik ya Skandis ketika ingin berinvestasi pilih investasi yang memang cocok untuk Skandis
Keuntungan dan Kerugian Pakai Aplikasi Bank Digital

Tren penggunaan bank digital di Indonesia kian meningkat. Hal tersebut merupakan salah satu bentuk dari bergesernya pola gaya hidup masyarakat berkat digitalisasi. Penggunaan Bank Digital kini dinilai lebih efisien dan praktis.
Bank digital adalah bank berbadan hukum Indonesia (BHI) yang menyediakan dan menjalankan kegiatan usaha melalui saluran elektronik tanpa kantor fisik selain kantor pusat atau menggunakan kantor fisik terbatas. Bank digital dapat berupa bank baru atau bank lama yang bertransformasi ke sistem digital.
Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 12/PJOK.03/2018 dituliskan bahwa, layanan perbankan digital adalah layanan bagi nasabah bank untuk memperoleh informasi, melakukan komunikasi, dan melakukan transaksi perbankan melalui media elektronik yang dikembangkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data nasabah dalam rangka melayani nasabah secara lebih cepat, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan (customer experience), serta dapat dilakukan secara mandiri sepenuhnya oleh nasabah dengan memperhatikan aspek kenyamanan.
Pada dasarnya, bank digital hadir sebagai jawaban dari perkembangan teknologi informasi dan gaya hidup masyarakat di tengah digitalisasi. Jangan lupa bahwa dalam menabung di bank digital ada keuntungan dan kelamahanya, apa sajakah keuntungan dan kelemahannya ?
Keuntungan Menabung di Bank Digital

Melalui definisi yang sudah dipaparkan, jelas rasanya jika bank digital dinilai mampu memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para nasabahnya. Jika biasanya nasabah harus meluangkan waktu untuk pergi ke Kantor cabang saat hendak melakukan pembuatan rekening, para nasabah Bank digital tidak harus lagi repot-repot melakukan hal tersebut, mengingat semua layanan perbankan dilakukan secara online.
Bank digital dapat digunakan kapan saja dan dimana saja. Fitur layanan perbankan yang dilakukan secara online sangat memudahkan para nasabah dalam melakukan aktivitas perbankan, mulai dari buka rekening, tutup rekening, transaksi pembayaran, hingga investasi.
Tak hanya itu, penggunaan Bank digital juga dinilai efisien dari segi biaya lantaran hampir semua bentuk pelayanannya dilakukan secara online dan mandiri. Contohnya, saat melakukan pembukaan rekening nasabah tidak perlu lagi menyiapkan dana untuk membayar biaya hingga tenaga administrasi.
Keuntungan lainnya yang cukup menyilaukan adalah, bunga yang cenderung lebih besar. Biasanya bank digital akan memberikan bunga mencapai 4% yang mana lebih tinggi 1% dari bank konvensional.
Kekurangan Bank Digital

Disamping sederet keuntungan yang ditawarkan, bank digital juga memiliki beberapa kekurangan diantaranya keterikatannya dengan jejaring internet. Artinya, ketika Skandis berada di luar jaringan internet, Skandis tidak akan bisa mengakses aplikasi serta memanfaatkan fitur perbankan lainnya yang ditawarkan. Selain itu, beberapa analis keuangan juga memperkirakan terkait besarnya resiko yang akan ditanggung oleh nasabah apabila bank mengalami likuidasi.



