Memiliki kolam renang di rumah memang menyenangkan, namun menjaga kebersihannya adalah tanggung jawab penting yang tidak bisa diabaikan. Jika tidak dirawat secara rutin, kolam renang dapat menjadi tempat berkembangnya nyamuk dan sumber penyakit, serta menimbulkan kesan rumah yang tidak terurus. Air yang keruh, dedaunan yang berserakan, dan bau kimia yang menyengat bisa membuat halaman belakang Skandis terlihat menyeramkan, bahkan seperti rumah kosong. Nah, berikut ini adalah 8 tips yang bisa Skandis ikuti untuk menjaga kolam renang tetap bersih dan jernih.
1. Jaga Keseimbangan Kimia Air
Kejernihan air kolam sangat bergantung pada keseimbangan kimia yang tepat. Skandis tidak perlu menjadi ahli kimia untuk melakukannya, cukup pahami dasar-dasarnya. Hindari menambahkan bahan seperti kaporit secara berlebihan karena bisa menyebabkan bau tajam serta iritasi pada kulit dan mata. Pastikan Skandis mengontrol enam elemen penting: pH (ideal antara 7,2–7,8), klorin untuk membunuh bakteri, asam sianurat (30–50 ppm) untuk melindungi klorin dari sinar matahari, alkalinitas total (60–120 ppm), serta kekerasan kalsium (220–350 ppm) guna melindungi lapisan kolam.
2. Sikat Dinding Kolam Secara Berkala
Selain membersihkan permukaan air, penting juga untuk menyikat sisi kolam. Ini berguna untuk mencegah timbulnya lumut, kerak, atau noda kimia di dinding kolam. Skandis tidak perlu melakukannya setiap hari, cukup seminggu sekali atau saat terlihat kotoran menempel di permukaan kolam.
3. Gunakan Vacuum Kolam Renang
Dasar kolam rentan menjadi tempat penumpukan kotoran yang akhirnya mengendap jika tidak segera dibersihkan. Gunakan vacuum kolam untuk membantu Skandis menyedot kotoran dari dasar kolam secara efektif. Kini banyak vacuum otomatis yang tersedia di pasaran, jadi perawatan ini bisa jadi rutinitas mingguan yang praktis dan efisien.
4. Trik Menggunakan Bola Tenis
Setelah digunakan banyak orang, permukaan air kolam seringkali terlihat berminyak akibat tabir surya, lotion, dan minyak alami tubuh. Trik sederhana dan murah yang bisa Skandis coba adalah melemparkan beberapa bola tenis ke dalam air. Serat pada bola tenis akan menyerap minyak berlebih dan membantu menjaga kejernihan air.
5. Manfaatkan Baking Soda
Jika biaya bahan kimia terasa cukup tinggi, Skandis bisa beralih ke alternatif alami seperti baking soda. Bahan ini mengandung natrium bikarbonat yang juga digunakan dalam larutan alkalinitas kolam. Skandis dapat menggunakannya untuk menjaga keseimbangan alkalinitas tanpa mengeluarkan banyak biaya.
6. Rawat Filter Kolam
Filter merupakan komponen penting untuk menyaring kotoran dari kolam. Pastikan Skandis membersihkan filter secara berkala dari dedaunan, serangga, hingga benda asing lainnya. Beberapa sistem filter juga memiliki fitur backwash yang berguna untuk membersihkan saluran pipa secara menyeluruh. Selain itu, atur pengoperasian filter minimal 6 jam per hari menggunakan timer agar tetap efisien.
7. Skimming dan Cek Ketinggian Air
Permukaan kolam harus dipantau setiap hari karena bisa saja ada daun, serangga, atau sampah lainnya yang jatuh. Gunakan alat skimmer bertangkai panjang untuk membersihkannya. Jangan lupa, ketinggian air juga harus dijaga agar berada di tengah pintu skimmer. Jika terlalu rendah, pompa bisa rusak karena kekurangan air. Jika terlalu tinggi, skimmer tidak bisa menyaring dengan maksimal.
8. Lakukan Servis Tahunan
Walau Skandis merasa kolam dalam kondisi baik, servis tahunan tetap penting dilakukan. Teknisi profesional bisa menemukan masalah tersembunyi pada sistem mekanik seperti pompa, filter, atau pipa. Sebelum servis, lakukan pemeriksaan visual terhadap kebocoran, bau tak biasa, atau suara aneh dari peralatan, dan sampaikan temuan tersebut agar teknisi bisa bekerja lebih cepat dan akurat. Dengan begitu, Skandis bisa mencegah kerusakan besar di masa mendatang.
Merawat kolam renang memang memerlukan usaha, tapi dengan rutinitas yang tepat, Skandis bisa menikmati kolam yang bersih, jernih, dan aman setiap saat. Jadi, sudah siap menjaga kolam Skandis agar tetap terlihat cantik dan sehat?



