Hello Skandis!
Musim gugur tidak hanya membawa perubahan warna dedaunan yang memukau, tetapi terdapat berbagai festival yang merayakan tradisi, panen, dan keindahan alam. Meskipun di Indonesia tidak mengalami musim gugur, keindahan dan pesona musim ini di berbagai belahan dunia tetap menarik untuk disimak. Berikut ini adalah beberapa festival musim gugur terkenal dari seluruh dunia yang menunjukkan kekayaan budaya dan keindahan musim gugur.
Oktoberfest – Jerman
Seperti dengan nama festivalnya, meskipun Oktoberfest baru dimulai pada akhir September, persiapannya sudah terasa sejak awal bulan. Festival bir terbesar di dunia ini diadakan di Munich, Jerman, dan dikenal dengan suasana meriah, bir tradisional, makanan lezat, dan musik khas Bavaria. Oktoberfest menjadi simbol perayaan akhir musim panas dan awal musim gugur, di mana jutaan orang berkumpul untuk menikmati waktu bersama dalam suasana yang penuh kegembiraan.
Mid-Autumn Festival – Tiongkok dan Asia Timur
Festival Pertengahan Musim Gugur atau Mid-Autumn Festival dirayakan pada bulan September di Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, dan beberapa negara Asia Timur lainnya. Festival ini dirayakan dengan mengagumi keindahan bulan purnama yang dianggap sebagai simbol kebersamaan dan kesatuan keluarga. Kue bulan (mooncake) dan lentera warna-warni menjadi bagian penting dari perayaan ini, yang juga melambangkan rasa syukur atas hasil panen.
Diwali – India
Diwali, juga dikenal sebagai Festival Cahaya, sering kali jatuh pada bulan Oktober atau November. Namun, persiapannya dimulai sejak September. Diwali dirayakan dengan menyalakan lampu minyak, kembang api, dan berbagi manisan serta hadiah dengan orang-orang terdekat. Meskipun bukan sepenuhnya festival musim gugur, Diwali menandai awal perubahan musim dan merupakan momen penting dalam kalender India yang dipenuhi dengan cahaya dan kehangatan.
Tsukimi – Jepang
Tsukimi atau “melihat bulan” adalah tradisi Jepang yang merayakan keindahan bulan purnama di musim gugur. Meskipun tidak diadakan di bulan September setiap tahun, Tsukimi sering kali menjadi bagian dari perayaan musim gugur yang dimulai sejak bulan ini. Di Jepang, orang-orang akan mengadakan pesta kecil di luar ruangan, menikmati makanan seperti dango (kue beras) dan sake sambil mengagumi keindahan bulan.
Meskipun September belum sepenuhnya memasuki musim gugur, banyak dari festival ini memiliki persiapan dan suasana yang mulai terasa di bulan ini. Bagi Skandis yang ingin mendapatkan inspirasi atau sekadar menambah wawasan tentang tradisi dunia, membahas festival musim gugur di bulan September bisa memberikan pandangan baru. Selain itu, dengan mempelajari berbagai tradisi ini, Skandis bisa memahami bagaimana budaya lain merayakan pergantian musim dan mengapresiasi keindahan alam.
Baca juga:



