7 Makanan & Minuman yang Bisa Bantu Turunkan Risiko Kanker! Nomor 3 Banyak yang Belum Tahu!
Setiap hari, apa yang kita makan dan minum sebenarnya punya pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh, termasuk risiko munculnya penyakit kronis seperti kanker dan gangguan jantung. Banyak penelitian menegaskan bahwa gaya hidup tidak sehat, terutama konsumsi makanan olahan berlebihan seperti junk food atau ultra-processed food, bisa meningkatkan kemungkinan berkembangnya sel kanker dalam tubuh. Walaupun tidak ada satu makanan ajaib yang bisa benar-benar mencegah kanker, pola makan yang sehat, bersih, dan seimbang dapat membantu menurunkan risikonya secara signifikan. Beberapa bahan makanan bahkan mengandung senyawa aktif yang bekerja secara alami untuk mengurangi peradangan, memperbaiki kerusakan sel, hingga memperkuat sistem imun. Ahli gastroenterologi lulusan Harvard, Dr. Saurabh Sethi, menegaskan bahwa ada beberapa makanan dan minuman sederhana yang mudah dibuat, mudah ditemukan, dan bisa Skandis jadikan kebiasaan sehari-hari. Kabar baiknya: semuanya natural, murah, dan sangat mungkin dipraktikkan. Berikut adalah tujuh makanan serta minuman yang bisa membantu mengurangi risiko kanker.1. Teh Hijau
2. Smoothie Hijau
Smoothie hijau bukan cuma sekadar tren makanan sehat, ini adalah cara praktis memberi tubuh nutrisi padat dalam sekali minum. Campuran sayuran hijau seperti bayam, kale, selada, atau seledri memiliki kandungan lutein, folat, dan apigenin, semuanya baik untuk memperbaiki DNA dan mengurangi peradangan.
Tambahkan mentimun untuk hidrasi, serta sedikit jahe yang mengandung gingerol, senyawa aktif yang terbukti dapat menekan pertumbuhan sel kanker.
Dr. Sethi menyarankan Skandis membuat smoothie dari sayuran berdaun hijau, ditambah seledri, mentimun, serta sepotong kecil jahe. Hindari menambahkan terlalu banyak buah manis atau pemanis tambahan agar manfaat antikankernya tetap optimal.
3. Latte Kunyit (Susu Emas)
Turmeric latte atau susu emas semakin populer karena manfaat kesehatannya yang besar. Kunyit mengandung kurkumin, senyawa anti-inflamasi kuat yang berpotensi memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Namun, kurkumin sulit diserap tubuh jika dikonsumsi sendiri. Karena itu, kunyit perlu dikombinasikan dengan lada hitam yang mengandung piperin. Senyawa ini dapat meningkatkan penyerapan kurkumin hingga 2.000% lho!
Dr. Sethi biasanya membuat susu emas menggunakan susu almond tanpa pemanis, kunyit bubuk murni, sedikit minyak sehat, dan sejumput lada hitam. Hindari produk instan karena biasanya penuh gula dan perasa buatan.
4. Buah Beri
Stroberi, blueberry, raspberry, hingga blackberry adalah “superfood” yang kaya antioksidan dan fitonutrien. Kandungan alami ini membantu melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan radikal bebas serta memperlambat pertumbuhan sel kanker.
Buah beri juga fleksibel, bisa jadi camilan, topping oatmeal, atau bahan smoothie. Rasanya enak, nutrisi tinggi, dan manfaatnya besar.
5. Brokoli & Kembang Kol
Sayuran seperti brokoli dan kembang kol mengandung sulforafan, senyawa aktif yang telah terbukti dapat membantu menetralisir zat karsinogen serta menghancurkan sel kanker sejak tahap awal.
Skandis bisa mengonsumsinya dalam bentuk kukusan, tumisan ringan, atau campuran salad. Rutin makan sayuran ini merupakan langkah sederhana namun berdampak besar bagi kesehatan jangka panjang.
6. Bawang Putih
Bawang putih bukan hanya bumbu dapur, tapi juga salah satu makanan antikanker paling kuat. Kandungan allicin di dalamnya memiliki sifat antioksidan yang membantu melawan peradangan dan meningkatkan daya tahan tubuh.
Untuk hasil terbaik, tambahkan bawang putih di akhir proses memasak. Cara ini menjaga kandungan senyawa aktifnya agar tidak rusak oleh panas berlebih.
7. Kacang-Kacangan
Kacang seperti kenari, almond, atau pistachio mengandung serat tinggi, lemak sehat, dan senyawa bioaktif yang dapat membantu menurunkan risiko kanker.
Menjadikannya camilan harian atau campuran salad adalah langkah kecil namun bermanfaat besar bagi tubuh Skandis.



