Hello Skandis!
Menjaga kadar gula darah dalam ambang batas wajar adalah hal yang sangat penting, terutama bagi penderita diabetes. Jika kadar gula darah dalam tubuh meningkat tajam, hal ini dapat menyebabkan komplikasi kesehatan jangka panjang. Salah satu cara efektif untuk mengatasinya adalah dengan memilih makanan yang tidak menyebabkan lonjakan gula darah.
Dikutip dari Medical News Today, olahraga dan pengobatan merupakan salah satu cara untuk menjaga kadar gula darah dalam tubuh tetap stabil. Selain itu, melalui pola makan sehat, makanan tertentu seperti sayuran hijau, biji-bijian utuh, telur, dan kacang-kacangan tidak akan meningkatkan kadar gula darah sebanyak makanan lain serta dapat membantu menurunkan kadar glukosa dalam jangka panjang.
Makanan yang Tidak Meningkatkan Gula Darah
1. Ikan dengan Asam Lemak Omega-3
Protein yang terdapat dalam ikan membantu tubuh memelihara dan memperbaiki dirinya sendiri. Selain meningkatkan rasa kenyang, protein juga bisa menjadi salah satu cara yang baik bagi Skandis untuk mengelola gula darah. Ikan adalah sumber protein yang baik, terutama ikan yang rendah lemak tidak sehat serta kaya akan asam lemak omega-3.
Jenis ikan ini meliputi salmon, ikan kembung, ikan pecak, ikan trout, dan ikan tuna albakora. Tidak hanya baik untuk kesehatan dan mampu menjaga kadar gula darah, ikan juga merupakan salah satu sumber protein hewani yang mudah diolah menjadi berbagai hidangan lezat.
2. Bawang Putih
Salah satu bumbu dapur ini berpotensi membantu menurunkan glukosa darah puasa, yaitu kadar gula darah seseorang sebelum makan. Bawang putih memiliki indeks glikemik yang sangat rendah, yaitu antara 10-30, sehingga tidak akan meningkatkan kadar gula darah secara signifikan. Skandis dapat menambahkan lebih banyak bawang putih ke dalam makanan dan mencoba menggunakannya sebagai olesan atau saus salad.
3. Alpukat
Sebuah studi lama menunjukkan bahwa alpukat dapat menurunkan risiko sindrom metabolik, yaitu sekelompok faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2. Sindrom metabolik juga berhubungan dengan peningkatan risiko penyakit pembuluh darah, seperti penyakit jantung dan stroke.
Alpukat merupakan sumber lemak nabati alami yang baik untuk tubuh. Asam lemak tak jenuh ganda (PUFA) dan asam lemak tak jenuh tunggal (MUFA) adalah komponen penting dalam pola makan sehat untuk menjaga kadar gula darah. Komponen ini membantu meningkatkan sensitivitas insulin dalam tubuh, memberikan rasa kenyang lebih lama, serta memiliki efek positif terhadap tekanan darah dan peradangan. MUFA sendiri merupakan nutrisi utama yang terdapat dalam alpukat.
4. Ceri Asam
Buah ini mengandung zat kimia alami bernama antosianin. Sebuah penelitian menemukan bahwa antosianin berperan dalam melindungi tubuh dari diabetes tipe 2 dan obesitas. Ceri asam juga memiliki indeks glikemik yang rendah serta merupakan sumber antosianin yang kaya.
Indeks glikemik (IG) adalah ukuran yang menunjukkan seberapa cepat karbohidrat dalam makanan diubah menjadi glukosa dan memengaruhi kadar gula darah. Makanan dengan IG rendah (1-55) dicerna lebih lambat, sehingga tidak menyebabkan lonjakan gula darah secara tiba-tiba. Sebaliknya, makanan dengan IG tinggi dapat menyebabkan peningkatan gula darah yang drastis.
5. Sayuran Berdaun Hijau
Sayuran hijau kaya akan serat serta nutrisi seperti magnesium dan vitamin A, yang berperan penting dalam menjaga kesehatan tubuh, termasuk dalam mengontrol kadar gula darah. Beberapa contoh sayuran hijau ini antara lain bayam, selada, kangkung, lobak hijau, kubis, dan lobak Swiss. Sayuran hijau juga memiliki indeks glikemik yang sangat rendah (sekitar 15-40). Mengonsumsi sayuran hijau secara rutin tidak hanya membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil tetapi juga memberikan berbagai vitamin dan mineral esensial bagi tubuh.
6. Biji Chia
Biji-bijian seperti biji chia memiliki indeks glikemik rendah serta kaya akan serat dan lemak sehat. Skandis dapat menambahkannya ke dalam smoothie atau yogurt sebagai camilan sehat. Selain itu, biji chia mengandung berbagai nutrisi penting seperti omega-3, kalsium, dan antioksidan yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat serta trigliserida dalam tubuh.



