5 Band Legendaris yang Kini Hanya Menyisakan Satu Anggota Asli, Tetap Hidup di Tengah Perubahan Zaman
Band besar sering kali identik dengan kekompakan, chemistry yang kuat, dan perjalanan panjang yang terasa abadi. Namun di balik gemerlap panggung dan lagu-lagu ikonik, realitas industri musik menunjukkan hal sebaliknya. Puluhan tahun berkarya hampir selalu diiringi pergantian personel, konflik internal, tragedi, hingga keputusan hidup yang tak terhindarkan. Menariknya, beberapa band justru mampu bertahan meski formasi aslinya telah jauh berubah. Bukan karena kekuatan kolektif yang utuh, melainkan karena kehadiran satu sosok kunci yang menjadi penopang identitas musikal. Nama besar, katalog lagu legendaris, dan figur sentral di balik layar membuat band-band ini tetap relevan hingga hari ini. Berikut lima band legendaris dunia yang kini hanya menyisakan satu anggota asli, namun tetap berdiri tegak sebagai simbol warisan musik lintas generasi.1. The Cure — Robert Smith
Berdiri sejak akhir 1970-an, The Cure memulai kariernya sebagai band post-punk sebelum berevolusi menjadi ikon goth rock dan alternative. Sejak awal, The Cure telah menjadi pusat kreativitas band, baik sebagai vokalis utama, gitaris, maupun penulis lagu.
Pergantian personel dalam The Cure terjadi nyaris tanpa henti. Bassist, drummer, hingga gitaris datang dan pergi, termasuk Lol Tolhurst yang akhirnya hengkang akibat masalah kecanduan. Kini, Robert Smith menjadi satu-satunya anggota asli yang tersisa. Justru konsistensi visi dan estetika Smith-lah yang membuat The Cure tetap terdengar autentik hingga beberapa dekade kemudian.
2. Journey — Neal Schon
Sebelum dikenal sebagai pencetak anthem rock stadion, Journey berawal dari proyek jazz-rock progresif yang dibentuk oleh Journey
dan Gregg Rolie. Perubahan arah musik di akhir 1970-an, terutama setelah bergabungnya Steve Perry, membawa Journey menuju puncak kejayaan global.
Konflik internal dan dinamika personal perlahan menggerus formasi awal. Steve Perry keluar, kembali sebentar, lalu pergi lagi, sementara sengketa hukum membuat bassist Ross Valory tersingkir pada 2020. Saat ini, Neal Schon berdiri sebagai satu-satunya anggota asli yang tersisa, sekaligus penjaga identitas musikal Journey.
3. Eagles — Don Henley
Eagles adalah definisi band legendaris Amerika, baik secara komersial maupun kultural. Berawal sebagai band pengiring Linda Ronstadt, Don Henley dan Glenn Frey kemudian membentuk grup yang mendefinisikan sound country rock modern. Album Hotel California menjadikan Eagles ikon global dengan harmoni vokal yang khas.
Namun, dinamika internal Eagles dikenal penuh ketegangan. Pergantian personel dan hiatus panjang menjadi bagian dari perjalanan mereka. Setelah Glenn Frey wafat pada 2016, Eagles menjadi satu-satunya anggota asli yang tersisa. Meski kini diisi musisi hebat lainnya, Henley tetap menjadi jiwa dan simbol utama Eagles.
4. AC/DC — Angus Young
AC/DC lahir dari ide dua bersaudara, Malcolm dan Angus Young, yang ingin menciptakan rock sederhana, keras, dan penuh energi. Bersama Bon Scott, mereka menaklukkan dunia lewat album Highway to Hell. Namun kematian Scott pada 1980 hampir mengakhiri perjalanan band ini.
Seiring waktu, tragedi kembali menghantam. Malcolm Young meninggal pada 2017 setelah lama berjuang melawan demensia. Dengan itu, AC/DC menjadi satu-satunya anggota asli yang masih aktif. Seragam sekolah khasnya di atas panggung kini terasa sebagai simbol terakhir dari era awal AC/DC.
5. Foreigner — Mick Jones
Foreigner terbentuk dari kolaborasi lintas negara antara musisi Inggris dan Amerika, dipimpin oleh Foreigner. Dalam waktu singkat, mereka menjadi salah satu band rock terbesar akhir 1970-an dan 1980-an dengan lagu-lagu yang menembus tangga lagu dunia.
Kepergian Lou Gramm dan anggota lainnya membuat Foreigner terus berevolusi. Sejak awal 2000-an, Mick Jones menjadi satu-satunya anggota asli yang tersisa. Meski kesehatannya membatasi aktivitas panggung, Jones tetap menjadi inti kreatif dan penjaga warisan Foreigner hingga masa tur perpisahan mereka.



