Indonesia memiliki banyak bangunan bersejarah yang menjadi saksi bisu perjalanan panjang bangsa ini, mulai dari era kerajaan, kolonialisme, hingga perjuangan mencapai kemerdekaan. Setiap bangunan menyimpan cerita unik yang merefleksikan perkembangan budaya, politik, serta perjuangan rakyat Indonesia dalam membangun identitas nasional.
Bangunan-bangunan ini tidak hanya sekadar peninggalan sejarah, tetapi juga merupakan warisan budaya yang hingga kini masih terjaga. Dari candi yang menjadi simbol kejayaan kerajaan kuno hingga gedung yang menjadi saksi peristiwa penting dalam perjuangan kemerdekaan, semua memiliki nilai historis yang tak ternilai.
Lantas, apa saja bangunan bersejarah di Indonesia yang masih berdiri tegak hingga kini dan menjadi bagian penting dari perjalanan bangsa? Berikut ulasannya.
1. Candi Borobudur
Terletak di Magelang, Jawa Tengah, Candi Borobudur adalah salah satu ikon sejarah dan budaya Indonesia. Dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi oleh Dinasti Syailendra, Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia dan mencerminkan kejayaan peradaban Nusantara.
Arsitektur candi ini terdiri dari tiga tingkatan utama yang menggambarkan perjalanan spiritual dalam ajaran Buddha Mahayana, yaitu Kamadhatu (dunia nafsu), Rupadhatu (dunia bentuk), dan Arupadhatu (dunia tanpa bentuk). Relief yang terukir pada dindingnya menceritakan kehidupan masyarakat pada masa itu serta ajaran moral Buddha.
Setelah sempat tertimbun abu vulkanik selama berabad-abad, Borobudur ditemukan kembali oleh Sir Thomas Stamford Raffles pada tahun 1814. Kemudian, pada abad ke-20, UNESCO memimpin restorasi besar-besaran, dan pada tahun 1991, Borobudur resmi ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia.
Hingga kini, Borobudur tetap menjadi destinasi wisata sejarah yang menarik wisatawan dari seluruh dunia serta menjadi lokasi perayaan Waisak bagi umat Buddha.
2. Candi Prambanan
Selain Borobudur, Candi Prambanan juga merupakan salah satu peninggalan bersejarah yang penting di Indonesia. Berlokasi di perbatasan Yogyakarta dan Jawa Tengah, Prambanan adalah kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang didedikasikan untuk Trimurti: Brahma (pencipta), Wisnu (pemelihara), dan Siwa (pelebur).
Dibangun pada abad ke-9 Masehi oleh Rakai Pikatan dari Dinasti Sanjaya, candi ini memiliki arsitektur megah dengan menara utama setinggi 47 meter. Relief yang menghiasi dinding candi menceritakan kisah epik Ramayana, yang hingga kini masih dipentaskan dalam bentuk sendratari di sekitar area candi.
Meski sempat mengalami kerusakan akibat gempa dan letusan Gunung Merapi, upaya restorasi terus dilakukan agar keindahan dan sejarahnya tetap terjaga.
3. Benteng Marlborough
Benteng Marlborough yang terletak di Bengkulu merupakan peninggalan kolonial Inggris yang dibangun pada tahun 1714-1719. Benteng ini berfungsi sebagai pusat pertahanan sekaligus tempat pengawasan perdagangan rempah-rempah di Nusantara.
Setelah Inggris meninggalkan Bengkulu, benteng ini diambil alih oleh Belanda, kemudian sempat digunakan oleh Jepang saat Perang Dunia II, dan akhirnya beralih ke tangan TNI setelah Indonesia merdeka.
Kini, Benteng Marlborough menjadi salah satu destinasi wisata sejarah yang menarik bagi Skandis yang ingin mengenal lebih jauh jejak kolonialisme di Indonesia.
4. Benteng Fort Rotterdam
Berlokasi di Makassar, Sulawesi Selatan, Benteng Fort Rotterdam awalnya merupakan benteng Kerajaan Gowa-Tallo sebelum akhirnya direbut oleh Belanda pada tahun 1667. Benteng ini memiliki bentuk unik menyerupai penyu yang melambangkan filosofi Kerajaan Gowa sebagai kekuatan yang tangguh di darat maupun laut.
Selama masa kolonial, benteng ini juga menjadi tempat pengasingan Pangeran Diponegoro setelah ia ditangkap pada 1830. Saat ini, Fort Rotterdam berfungsi sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi sejarah tentang Makassar dan Sulawesi.
5. Gedung Tjong A Fie Mansion
Gedung ini merupakan rumah Tjong A Fie, seorang saudagar keturunan Tionghoa yang berperan besar dalam pembangunan Medan pada awal abad ke-20. Rumah ini memadukan arsitektur Tiongkok, Melayu, dan Eropa, mencerminkan keberagaman budaya di Medan.
Saat ini, rumah tersebut dijadikan museum yang menyimpan berbagai dokumentasi sejarah mengenai kontribusi Tjong A Fie dalam pembangunan ekonomi dan sosial di Nusantara.
6. Gedung Merdeka Bandung
Gedung Merdeka dikenal sebagai tempat berlangsungnya Konferensi Asia-Afrika pada tahun 1955, yang menghasilkan Dasasila Bandung sebagai dasar solidaritas negara-negara berkembang.
Kini, gedung ini berfungsi sebagai Museum Konferensi Asia-Afrika dan menjadi simbol perlawanan bangsa-bangsa terhadap kolonialisme dan imperialisme.
7. Rumah Rengasdengklok
Rumah ini menjadi tempat di mana Soekarno dan Hatta “diamankan” oleh para pemuda pada 16 Agustus 1945 untuk mendesak proklamasi kemerdekaan. Peristiwa ini menjadi momen penting dalam perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.
8. Rumah Laksamana Maeda
Di rumah inilah naskah Proklamasi dirumuskan pada malam 16-17 Agustus 1945. Saat ini, rumah tersebut telah menjadi Museum Perumusan Naskah Proklamasi yang menyimpan berbagai dokumen penting terkait detik-detik kemerdekaan.
9. Tugu Proklamasi Jakarta
Tugu ini dibangun di lokasi bekas rumah Soekarno di Jalan Pegangsaan Timur No. 56, tempat di mana teks Proklamasi kemerdekaan pertama kali dibacakan. Kini, tugu ini menjadi simbol perjuangan bangsa Indonesia.
10. Istana Merdeka Jakarta
Istana Merdeka merupakan pusat pemerintahan Indonesia sejak kemerdekaan dan menjadi saksi berbagai peristiwa bersejarah, termasuk penyerahan kedaulatan dari Belanda kepada Indonesia pada 1949.
11. Hotel Yamato Surabaya
Hotel Yamato (kini Hotel Majapahit) menjadi saksi peristiwa perobekan bendera Belanda oleh para pemuda Surabaya pada 19 September 1945, yang kemudian memicu pertempuran besar 10 November 1945.
Bangunan-bangunan ini bukan hanya menjadi peninggalan sejarah, tetapi juga pengingat bagi Skandis tentang perjalanan panjang bangsa menuju kemerdekaan. Mengunjungi tempat-tempat ini dapat menambah wawasan dan memperkuat rasa nasionalisme.



