Bikin Penasaran! Ini Dia 10 Kisah Miliarder Indonesia yang Hartanya Bikin Mata Terbelalak!
**Catatan Khusus untuk Skandis:** Skandis pasti penasaran dengan siapa saja sosok di balik kekayaan fantastis Indonesia. Kami telah menyusun daftar terbaru ini dengan penjelasan yang lebih mendalam dan nuansa yang lebih akrab. Semua data kekayaan ini mengacu pada rilis **The Real Time Billionaires** dari Forbes edisi terbaru, per Minggu, 5 Oktober 2025.
Dunia bisnis dan finansial Indonesia kembali diramaikan dengan rilis daftar orang terkaya terbaru dari Forbes. Menariknya, bagi Skandis yang mengikuti perkembangan ini, komposisi di jajaran puncak tidak mengalami perombakan besar-besaran. Ini menunjukkan betapa kuat dan kokohnya fondasi bisnis yang telah dibangun oleh para konglomerat ini selama bertahun-tahun. Nama-nama legendaris seperti **Prajogo Pangestu**, sang raja petrokimia dan energi; **Low Tuck Kwong**, maestro batu bara; hingga dua bersaudara **Hartono**, pilar utama Djarum dan BCA, masih mendominasi panggung kekayaan nasional. Kisah sukses mereka bukan hanya soal angka fantastis, tetapi juga tentang visi, ketekunan, dan kemampuan adaptasi yang luar biasa dalam menghadapi berbagai gejolak ekonomi. Mari Skandis selami lebih dalam siapa saja mereka dan seberapa besar pengaruh yang mereka miliki di kancah global. —🏆 Daftar 10 Orang Terkaya Indonesia (Forbes Real Time)
Berikut adalah perkiraan kekayaan bersih mereka, dikonversi ke Rupiah menggunakan kurs perincian pada saat data dirilis (sekitar Rp 16.592 per 1 USD). Angka-angka ini adalah cerminan dari aset publik, saham, dan properti mereka yang terus bergerak secara *real time*.- Prajogo Pangestu — 41,6 miliar USD (~Rp 690,27 triliun)
- Low Tuck Kwong — 25,2 miliar USD (~Rp 418,14 triliun)
- Robert Budi Hartono — 19,4 miliar USD (~Rp 321,90 triliun)
- Michael Hartono — 18,6 miliar USD (~Rp 308,63 triliun)
- Otto Toto Sugiri — 12,5 miliar USD (~Rp 207,46 triliun)
- Tahir & keluarga — 10,9 miliar USD (~Rp 180,90 triliun)
- Marina Budiman — 9,1 miliar USD (~Rp 151,03 triliun)
- Sri Prakash Lohia — 8,8 miliar USD (~Rp 146,05 triliun)
- Mochtar Riady & keluarga — 7,3 miliar USD (~Rp 121,15 triliun)
- Haryanto Tjiptodihardjo — 6,5 miliar USD (~Rp 107,88 triliun)
Profil Lengkap 10 Tokoh Miliarder Indonesia
Skandis, mari kita bedah lebih jauh siapa sosok-sosok inspiratif di balik kekayaan yang luar biasa ini. Kisah-kisah mereka menunjukkan bahwa perjalanan menuju puncak seringkali dimulai dari langkah-langkah sederhana dengan keberanian visi yang tak terbatas.1. Prajogo Pangestu — Sang Raja Petrokimia dan Energi
**Prajogo Pangestu** adalah contoh nyata dari kegigihan. Lahir pada tahun 1944 di Bengkayang, Kalimantan Barat, Skandis mungkin terkejut mengetahui beliau memulai karirnya sebagai **sopir angkot**. Titik balik hidupnya terjadi saat beliau bertemu dengan pengusaha kayu Burhan Uray. Karirnya melejit di industri perkayuan bersama PT Djajanti Group, hingga kemudian beliau mendirikan kerajaan bisnisnya sendiri, **Barito Group**. Kini, Barito telah berkembang pesat melampaui perkayuan dan menjadi raksasa di sektor **petrokimia** melalui **Chandra Asri Petrochemical Tbk** dan energi terbarukan serta panas bumi lewat **Barito Renewables Energy**. Kekayaan beliau, yang mencapai 41,6 miliar USD, adalah bukti transformasi luar biasa dari bisnis komoditas menuju industri strategis dan energi hijau.
2. Low Tuck Kwong — Maestro Batu Bara Indonesia
Dikenal sebagai **”Raja Batu Bara”**, **Low Tuck Kwong** lahir di Singapura pada tahun 1948. Beliau memulai karirnya di perusahaan konstruksi ayahnya sebelum pindah ke Indonesia pada tahun 1972 dan mendirikan PT Jaya Sumpiles Indonesia (JSI), sebuah perusahaan kontraktor pekerjaan tanah. Perjalanan besarnya dimulai ketika JSI mengakuisisi tambang, yang kemudian menjadi cikal bakal **Bayan Resources Tbk**, salah satu perusahaan tambang batu bara terbesar di Indonesia. Skandis perlu tahu, meski bisnis utamanya adalah batu bara, Low Tuck Kwong juga menunjukkan visi ke depan dengan mengendalikan **Metis Energy** di Singapura, perusahaan yang berfokus pada energi terbarukan, menunjukkan upaya diversifikasi yang cerdas. Kekayaannya diperkirakan mencapai **25,2 miliar USD**.
3. Robert Budi Hartono & 4. Michael Hartono — Pilar Djarum dan BCA
Dua bersaudara ini, **Robert Budi Hartono (Oei Hwie Tjhong)** dan **Michael Hartono (Oei Hwie Siang)**, merupakan duet legendaris dalam sejarah bisnis Indonesia. Mereka mewarisi perusahaan rokok kretek **Djarum** dari ayah mereka, Oei Wie Gwan, pada tahun 1963 setelah pabrik dilanda musibah kebakaran. Dengan ketekunan, mereka tidak hanya membangun kembali Djarum hingga menjadi raksasa global, tetapi juga melakukan diversifikasi bisnis yang spektakuler. Investasi terbesar mereka adalah di sektor perbankan, di mana mereka mengendalikan saham mayoritas **Bank Central Asia (BCA)** melalui Farindo Holding Ltd. Selain itu, mereka juga memiliki unit bisnis di bidang elektronik (**Polytron**), properti (termasuk Grand Indonesia), dan perkebunan sawit. Total kekayaan gabungan mereka menjadikan mereka kekuatan finansial yang hampir tak tertandingi di Indonesia.
5. Otto Toto Sugiri — Sang “Bill Gates” Indonesia
**Otto Toto Sugiri** dijuluki sebagai **”Bill Gates Indonesia”** karena perannya yang sangat vital dalam pengembangan teknologi informasi di tanah air. Beliau adalah pendiri sekaligus Presiden Direktur **PT DCI Indonesia Tbk (DCCI)**, perusahaan penyedia pusat data (data center) yang merupakan infrastruktur kunci era digital. Lulusan Teknik Elektro RWTH Aanchen, Jerman, ini telah berkecimpung di dunia IT sejak lama, termasuk sebagai CEO di Sigma Cipta Caraka dan pendiri Indo Internet. Setelah krisis moneter 1998, beliau sempat mengalihkan fokus ke Bali Camp untuk pengembangan *software* asing, menunjukkan adaptasi bisnis yang cepat. Keberhasilannya di DCCI, yang merupakan jantung digital Indonesia, membuat kekayaannya melesat hingga **12,5 miliar USD**.
6. Tahir & keluarga — Mayapada Group dan Filantropi
**Dato Sri Tahir**, yang memiliki nama asli Ang Tjoen Ming, lahir di Surabaya dan dikenal sebagai pendiri **Mayapada Group**. Bisnis utamanya meliputi perbankan (**Bank Mayapada**), properti, rumah sakit (**Mayapada Hospital**), dan media. Tahir adalah sosok pengusaha yang sangat dihormati Skandis karena aktivitas **filantropinya** yang masif. Beliau dan keluarga seringkali mendonasikan sebagian besar kekayaan mereka untuk tujuan sosial, seperti kesehatan dan pendidikan. Kisah Tahir adalah perpaduan sempurna antara kecerdasan bisnis di sektor perbankan dan semangat kemanusiaan, dengan kekayaan keluarga mencapai **10,9 miliar USD**.
7. Marina Budiman — Ratu Data Center dan Pengusaha Wanita Terkaya
Bersama Otto Toto Sugiri, **Marina Budiman** adalah salah satu pendiri utama **PT DCI Indonesia Tbk (DCCI)** dan PT Indointernet Tbk (EDGE). Lulusan University of Toronto ini memulai karirnya di Bank Bali sebelum bergabung di Sigma Cipta Caraka. Visi beliau dalam melihat kebutuhan infrastruktur digital di Indonesia sangat tajam. Sebagai salah satu pendiri *data center* berskala besar pertama di Indonesia, Marina Budiman memegang peran kunci dalam menopang ekosistem digital nasional. Keberhasilannya di sektor teknologi ini menempatkannya sebagai salah satu wanita pengusaha terkaya di Indonesia, dengan kekayaan hingga **9,1 miliar USD**.
8. Sri Prakash Lohia — Indorama Corporation
**Sri Prakash Lohia** adalah pendiri dan *chairman* dari **Indorama Corporation**, sebuah konglomerasi multinasional di bidang petrokimia dan tekstil. Meskipun lahir di India, beliau telah menetap dan berkarir di Indonesia sejak tahun 1974. Bersama ayahnya, Mohan Lal Lohia, beliau merintis Indorama Synthetics yang awalnya memproduksi benang pintal pada 1976. Kini, Indorama adalah salah satu produsen **poliester** dan pupuk terbesar di dunia, dengan operasional di 37 negara. Skandis perlu tahu, Lohia juga dikenal sebagai kolektor buku tua dan litograf langka, menunjukkan minat yang mendalam pada sejarah dan budaya. Kekayaannya mencapai **8,8 miliar USD**.
9. Mochtar Riady & keluarga — Dinasti Lippo Group
**Mochtar Riady** adalah seorang bankir legendaris dan pendiri **Lippo Group**, salah satu konglomerat terbesar yang beroperasi di berbagai sektor seperti real estat, ritel, kesehatan, pendidikan, dan media. Lahir di Malang pada tahun 1929, beliau dikenal sebagai **”The Magic Man of Bank Marketing”** karena kemampuannya mengembangkan beberapa bank besar di Indonesia, termasuk Bank Kemakmuran, Panin Bank, dan BCA, sebelum akhirnya mendirikan Lippo. Di usianya yang matang, beliau masih menjadi penasihat utama dan inspirasi bagi generasi penerusnya yang kini mengelola Lippo Group. Kekayaan beliau dan keluarga diperkirakan mencapai **7,3 miliar USD**.



