Menurut Skandis, siapa sih orang tua yang tidak bangga bila mendengar anak-anak mereka di kemudian hari berhasil meraih prestasi tertentu yang diakui oleh masyarakat? Kita semua tentunya menginginkan kehidupan yang bahagia. Namun sebagai orang tua, Skandis sebaiknya memutuskan prioritas penting dalam hidup, yakni berusaha mendidik anak agar ia dapat mencapai kebahagiaan dan kesuksesan dalam hidupnya sendiri.
Prioritas dalam mengasuh anak bukanlah faktor yang berdiri sendiri. Bagaimana cara mendidik anak agar sukses di kehidupannya kelak? Terdapat sejumlah proses belajar yang dapat diajarkan oleh orang tua agar anak sukses. Berikut ini beberapa cara mendidik anak agar sukses.

10 Tips Mendidik Anak agar Sukses
1. Jadilah Role Model Yang Baik Dan Bisa Menjadi Inspirasi Anak
Anak dapat mengawalinya dengan memiliki tempat tinggal dan lingkungan yang baik, sekolah yang tepat, dan kesempatan anak untuk berkembang dalam populasi yang ramah. Sebagai orang tua, tips mendidik anak yang pertama adalah Skandis harus menjadi role model yang baik, bagi anak-anak Skandis. Oleh karena itu, perhatikan sikap Skandis dalam keseharian dan tetaplah bahagia. Jika Skandis memiliki masalah emosional, maka hal ini akan berdampak pada masalah emosional anak Skandis.
Orang tua yang bahagia akan memiliki anak-anak yang bahagia pula. Sehingga, anak Skandis akan terpacu dalam memiliki hubungan yang baik dengan orang-orang disekitarnya.Keluarga yang bahagia juga akan merayakan banyak hal besar dan kecil bersama-sama seperti, hari pertama ke sekolah, promosi kerja, liburan, dan festival tertentu. Perayaan ini dapat dilakukan secara sederhana, seperti pergi ke taman bersama, ataupun mengadakan surprise party. Keluarga yang bahagia akan memacu anak-anaknya menjadi lebih
bahagia dan mencari cara mendidik anak dengan baik. Jangan lupa untuk biasakan makan bersama sebagai salah satu rahasia keluarga bahagia. Hal ini akan memberikan dampak yang sangat positif terhadap anak, seperti meningkatkan rasa percaya diri dan memperbanyak kosa kata anak, karena sering berinteraksi dengan anggota keluarga.
Did you know?
“Pengalaman keberhasilan akan menumbuhkan motivasi dan keyakinan diri. Mengalami proses belajar dan menikmatinya merupakan modal utama keberhasilan di kemudian hari.”
– Catherine Yusuf, M.Psi., Psi., CGA
2. Jangan Terlalu Berlebihan Dalam Memuji
Cara mendidik anak yang baik adalah dengan menghindari untuk memuji hasil yang dicapai anak Skandis secara berlebihan, seperti “Kamu adalah penyanyi yang sangat berbakat! ” atau “Kamu sangat cerdas!”. Akan lebih baik jika Skandis menilai proses kerja anak, seperti memujinya saat mereka tekun belajar, atau memuji saat mereka telah berlatih keras atau berhasil menyelesaikan masalah yang sulit. Tujuan dari proses ini adalah agar anak selalu terpacu untuk berusaha keras dan menanamkan growth mindset dibandingkan fixed mindset.
Kondisi ini akan membuat anak menghargai usaha, bukan hanya menengok hasil akhir. Ketika anak menunjukkan talenta atau bakat yang baik, sediakanlah peluang bagi mereka untuk mengembangkan hal tersebut dengan optimal. Dukungan Skandis terhadap anak merupakan salah satu hal yang penting dalam kunci kesuksesan yang akan dicapai oleh seorang anak.
3. Pertahankan Komunikasi Yang Baik Dengan Anak
Berkomunikasilah dengan anak-anak Skandis karena hal ini sangat penting dan menjadi salah satu cara mendidik anak dengan baik. Jika Skandis ingin anak Skandis bahagia dan sukses, komunikasi yang baik merupakan salah satu kuncinya. Salah satu tips parenting anak yang baik adalah mendengarkan dan memberikan perhatian lebih ketika mereka sedang mengutarakan pembicaraan. Letakkan koran atau gadget Skandis ketika mereka sedang bercerita kepada Skandis. Dengan memberikan respon yang positif terhadap pernyataan anak, tentu hal ini akan membuat anak menjadi lebih komunikatif.
4. Bekali Anak Dengan Kemampuan Yang Akan Ia Butuhkan Di Kehidupan Hariannya
Ajarkan anak Skandis kemampuan-kemampuan yang akan mereka butuhkan dalam kehidupan hariannya. Selain itu, jangan lupa untuk melatih kemampuan tersebut dengan usaha anak sendiri. Paparkan anak Skandis kedalam berbagai pengalaman hidup yang berbeda sehingga anak dapat memahami hal tersebut. Dengan demikian, Skandis telah membangun kemampuan anak dalam bertanggung jawab. Dalam keseharian anak, berikanlah dukungan secara totalitas, baik dari segi psikologis, finansial, emosional, intelektual, maupun spiritual.
5. Tanamkan Di Benaknya Untuk Tidak Merasa Minder Terhadap Kegagalan
“Belajarlah dari suatu kesalahan ke kesalahan berikutnya tanpa kehilangan antusias Skandis!” Hal ini juga perlu Skandis tanamkan kepada anak. Mereka tidak perlu merasa minder atau takut ketika gagal, karena itu merupakan langkah awal dari kesuksesan yang akan diraihnya di kemudian hari.
Anak harus selalu mampu terbuka terhadap kegagalan, mau belajar serta bertahan dalam berbagai rintangan yang ada di depannya. Agar dapat mengembangkan ketahanan anak, Skandis dapat mulai mempercayakan anak untuk menyelesaikan beberapa masalahnya sendiri, serta berani mengambil risiko untuk tidak selalu “mendikte” anak secara terus menerus.
Demikian beberapa tips mendidik anak yang baik untuk dapat membantunya meraih kesuksesan kelak. Kesuksesan anak dapat diraih ketika mereka memberikan performa yang baik dan berusaha untuk fokus terhadap impian yang ingin dicapai. Intelegensia atau kemampuan kognitif lebih diperlukan ketimbang faktor diluar diri anak sendiri, seperti status ekonomi dan sosial.
Skandis dapat menghindarkan pelabelan terhadap anak bahwa mereka bertalenta (gifted) karena hal ini dapat menjadi beban emosional tersendiri bagi anak. Ketika anak Skandis telah memasuki masa sekolah, Skandis perlu berkonsultasi dengan guru di sekolah anak Skandis. Hal ini dapat memberikan titik temu terhadap kebutuhan dan keinginan anak, yang ternilai dari dua sudut pandang, Skandis dan guru anak. Dengan begitu proses mendidik anak agar sukses akan berhasil.
6. Dengarkan Pendapat Anak
Komunikasi adalah hal penting. Ini bisa menjadi salah satu tips mendidik anak agar sukses. Komunikasi dibutuhkan antara orang tua dan anak agar tidak terjadi salah paham dan salah presepsi.
7. Berikan Anak Pilihan
Umumnya, anak-anak memiliki jalan pikirannya sendiri. Misalnya, Skandis menyuruh anak untuk tidak menonton TV, jika ia tetap ingin menonton TV, biasanya anak tetap keras kepala pada pilihannya. Cara mendidik anak yang baik membutuhkan kesabaran ekstra dari Skandis.
8. Hadapi Anak Dengan Tenang
Saat menghadapi anak, pastikan Skandis ada dalam situasi yang tenang sehingga Skandis bisa lebih sabar dan menanggapi apa yang anak sampaikan dengan tepat.
9. Hindari Memaksa Anak
Sering memaksa anak dapat membuatnya menjadi individu yang sulit menentukan pilihan di masa dewasa. Oleh karena itu, saat salah satu tips parenting di rumah, sebaiknya Skandis menghindari paksaan.
Pengalaman adalah guru terbaik. Dengan pengalamannya, anak akan mempelajari apa yang baik untuk dilakukan dan apa yang kurang baik dan tidak perlu dilakukan ulang.



