Hi Skandis!
Benua Eropa memang dikenal dengan ciri khas bangunan yang unik, baik dari segi arsitektur maupun tampilan lainnya. Belum lagi nilai sejarah yang dimiliki berbagai bangunan di wilayah itu yang tidak lagi muda. Keunikan arsitek dan nilai sejarah yang monumental dari bangunan-bangunan itu tak pelak membuat masyarakat dari berbagai belahan dunia sayang melewatkan ketika mereka berkunjung ke sejumlah negara di wilayah itu.
Untuk ke Eropa sendiri, memang sudah ada travel agen di Tanah Air yang memberikan biaya terjangkau, sehingga memungkinkan masyarakat Indonesia untuk berkunjung ke benua biru tersebut. Dengan gambaran itu, kami mencoba merangkum 10 bangunan dengan nilai arsitek unik di Eropa Barat, Skandis penasaran ? Simak artikel berikut ini ya!
Katedral Cologne (Jerman)
Katedral Köln merupakan bangunan katedral yang terletak di Köln, Jerman. Katedral ini mulai dibangun tahun 1248. Menurut catatan sejarah, bangunan ini memerlukan waktu hingga 6 abad untuk bisa berdiri megah di jantung kota Koln. Bangunan gereja ini memiliki ciri khas mahakarya gotik dengan dua menara yang menjulang ke langit. Tak hanya itu, keindahan arsiteknya juga semakin kental dengan hiasan sejumlah pilar yang berada persis di teras masuk bangunan tersebut. Gereja tua ini merupakan salah satu peninggalan di masa Goldsmith.
Katedral Cologne hingga kini masih aktif digunakan sebagai gereja oleh masyarakat setempat. Namun, di balik itu, bangunan ini memiliki harta karun di Kolner Dom Dreikönigsschrein. Yang mana, lokasi itu merupakan tempat tersimpannya tengkorak tiga orang asing yang berjumpa dengan Yesus saat dilahirkan di kandang domba (Shine of Three Holy Kings).
Dengan gambaran tersebut, tak aneh jika akhirnya bangunan yang dilabel nilai warisan dunia oleh Unesco ini berhasil menyedot puluhan ribu wisatawan setiap harinya. Bahkan, mereka mendapat julukan sebagai lokasi wisata paling ramai di Jerman.
Zaanse Schans (Belanda)
Zaanse Schans merupakan sebuah desa pada abad ke 18-19 yang terletak berdekatan dengan Zaandijk di Belanda. Nama perkampungan ini sendiri berasal dari sungai Zaan dan fungsi aslinya sebagai sumber penerangan (Schans di Belanda) ketika bangsa itu melawan pasukan Spanyol selama kemerdekaan Belanda. Wilayah ini memiliki koleksi kincir angin dan rumah bersejarah yang terawat dengan baik. Kini, Zaanse Schans adalah salah satu atraksi wisata yang populer dari Belanda. Terbukti, perkampungan ini mampu menarik sekitar 1,6 juta pengunjung setiap tahunnya.
Di Zaanse Schans, wisatawan bisa melihat tujuh rumah yang kini menjadi museum, yakni The Weavers House, the Cooperage, the Jisper House, Zaan Time Museum, Albert Heijn Museumshop, Bakery Museum. Selain disajikan bangunan kuno dan kincir angin, wisatawan yang berkunjung ke Zaanse Schans juga berkesempatan mengunjungi museum roti, pabrik pembuatan bakiak, hingga pabrik keju, yang mana menjadi salah satu yang terkenal di dunia.
Nieuwe Kerk (Belanda)
Jika Skandis ke Belanda, maka tak akan terlewatkan untuk mengunjungi Dam Square. Tempat ini merupakan alun-alun kota yang terdapat di itu. Di sana banyak bermukim bangunan-bangunan kuno yang memiliki nilai arsitek unik, salah satunya ialah Gereja Nieuwe Kerk. Gereja ini merupakan yang tertua kedua di Belanda yang dibangun pada abad ke-14 di era Uskup Frederick.
Gereja ini tak hanya memiliki keindahan arsitektur di bagian depan, akan tetapi, persis di bagian dalam maka wisatawan akan disajikan suasana interior yang menawan dengan sejumlah ornamen yang dilapisi emas. Tempat khotbah pun didesain dengan ukiran yang luar biasa ditambah sejumlah patung khas dari kerajaan bangsa itu. Oleh karenanya, tak salah jika Gereja Nieuwe Kerk menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang terdapat di Dam Square, ribuan orang tak pernah lepas dari kameranya untuk bisa mengabadikan gambar saat mereka berada di situ.
Stadhuis (Belgia)
Stadhuis merupakan bahasa Belanda yang artinya Balai Kota. Ya, bangunan Balai Kota Brussels yang terletak di Belgia ini memang terkenal dengan gaya arsitek gothik, gedung megah ini selalu jadi buruan wisatawan untuk berfoto di depannya. Di mana dalam arsiteknya, sayap timur pada bangunan ini merupakan yang tertua, karena dibuat pada tahun 1420 di bawah pengarahan Jacob van Thienen bersamaan dengan pembangunan menara bel yang ada di balai kota tersebut. Semula, perluasan pada bangunan ini tidak direncanakan sebelum pada akhirnya terbentuk seperti saat ini.
Pembangunannya baru dilakukan di tahun 1444 oleh Charles karena dia melihat akan kebutuhan bangunan baru untuk Pemerintah Kota Brussels. Pembuat bangunan pada sayap barat sendiri dilakukan Guillaume (Willem) de Voghel. Bangunan dengan gaya arsitek gotik yang khas dengan menara menjulang ke langit ini tak pernah sepi dari wisatawan. Wisatawan mancanegara yang berkunjung ke kota ini hampir selalu mengabadikan momen ketika mereka berada di salah satu bangunan bersejarah di Belgia tersebut.
des Invalides (Prancis)
Prancis juga memiliki sederet bangunan dengan arsitek unik, salah satunya ialah Hotel national des Invalides (Les Invalides) atau yang mereka kenal sebagai tempat kediaman nasional bagi penyandang disabilitas. Tempat ini merupakan sebuah kompleks bangunan yang terletak di Kota Paris, Prancis yang mana pendiriannya diminta langsung oleh Louis XIV pada 24 Februari 1670, dengan diperuntukkan bagi penyandang cacat. Kini, selain diperuntukkan bagi penyandang disabilitasi, kompleks ini juga didiami sejumlah museum dan pemakaman militer, termasuk tempat peristirahatan terakhir Napoleon Bonaparte, Napoloen II, dan lainnya.
Bangunan Les Invalides sendiri bergaya arsitek Barok karya Jules Hardoin-Mansart dan Liberal Braunt. Pertama kali dibuka pada tahun 1676. Oleh karenanya, tak sedikit wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang menjadikan lokasi ini sebagai destinasi wisata. Selain mereka mendapatkan keindahan bangunan dengan gaya arsitek abad ke-16, mereka juga bisa mempelajari sejarah dari militer Prancis, sekaligus mengunjungi aktivitas penyandang disabilitas di kota itu.
Mannaken Piss (Belgia)
Berkunjung ke Belgia tak lengkap rasanya kalau tak sekadar mampir ke jalan Rue de Chene dan Rue de l’Etuv. Di situ ada sebuah kolam yang di atasnya terdapat patung anak kecil sedang ‘pipis’.
Mannaken Piss namanya. Patung ini hanya setiggi 61cm, dan dibuat oleh pematung bernama Hieronimus Duquesnoy Eld. Bangunan ini dikenal unik karena dibangun pada abad ke-16, selain itu, bangunan di sekitarnya pun memiliki arsitek yang indah. Patung Mannaken Piss ini tak hanya sekadar berdiri tanpa busana. Di sana sudah terjadwal busana yang dikenakan patung anak laki-laki kecil ini setiap minggunya. Patung itu juga pernah dikenakan pakaian khas Yogyakarta, Indonesia.
Atomium (Belgia)
Selain Mannaken Piss, bangunan ikonik lain di Belgia adalah Atomium. Sayang rasanya kalau tidak menghabiskan waktu untuk berfoto di bangunan yang menyerupai atom dalam bentuk raksasa.
The Atomium merupakan bangunan berbentuk molekul kristal raksasa di tengah-tengah Kota Brussels, Belgia. Bangunan ini, dulunya, dibangun dalam rangka pameran tingkat dunia atau Brussel World’s Fair pada tahun 1958. Skandis tidak hanya bisa melihat-lihat bangunan itu dari luar, tetapi juga dari dalam. Di dalam Skandis bisa menikmati kota Brussels sepenuhnya dengan teropong.
Champs Ellysees (Prancis)
Berada di ibukota Paris, Prancis, Champs Ellysees menjadi destinasi wisata yang wajib dikunjungi. Sebagai objek wisata, Champ Elysees dikenal dengan sebutan La plus belle avenue du mone atau “jalan paling indah di dunia”. Jalan yang dibangun pada 1640 ini menjadi salah satu jalan penting di Paris. Karena Champ Elleysees menghubungkan dua tempat penting yang juga objek wisata yakni, Place de la Concorde dan Place Charles de Gaullle.
Champs Ellysees ini cocok bagi Skandis yang suka berbelanja. Karena di sana terdapat banyak toko kelas dunia yang menyediakan butik, parfum, barang antik dan masih banyak lainnya.
Place de la Concorde Square (Prancis)
Di Prancis tidak hanya bangunan-bangunan menarik. Tetapi di sana juga ada semacam alun-alun bernama Place de la Concorde Square. Di kawasan ini banyak bangunan dengan arsitek unik dengan nilai sejarah tinggi. Place de la Concorde Square terletak di antara Tuileries Gardens dan Champ Ellysees. Tempat ini adalah alun-alun utama dan yang terbesar di Paris dan berbentuk segi delapan.
Di alun-alun juga terdapat bangunan seperti obelix mesir, air mancur, dan patung-patung artistik lainnya. Saking menariknya, tempat ini juga sering dijadikan tempat syuting film, Star Trek salah satunya.
Menara Eiffel (Prancis)
Destinasi terakhir satu ini sudah tidak asing lagi. Ikon kota Paris ini dibangun berada di Champ de Mars, di tepi Sungai Seine. Menara setinggi lebih dari 900 meter ini merupakan karya arsitek Gustave Eiffel. Menara Eiffel dibangun pada tahun 1889 sebagai pintu masuk Exposition Universelle, pameran dunia yang merayakan satu abad Revolusi Prancis. Nama Menara Eiffel sendiri diambil dari nama perancangnya, Alexandre Gustave Eiffel.
Menara ini juga salah satu bangunan tertinggi di Paris dan sangat terkenal di dunia. Menara ini bahkan sudah dikunjungi lebih dari 200 juta orang dari berbagai negara. Saking indahnya, foto Menara Eiffel sudah lebih diunggah lebih satu juta kali di sosial media Instagram.
Gimana, Skandis tertarik untuk mengunjungi yang mana, nih
Baca Juga : Baca Juga : Baca Juga : Baca Juga :



