Jika Perang Dunia III Terjadi, Ini 10 Negara Paling Aman di Dunia – Indonesia Termasuk!
Isu mengenai Perang Dunia III bukan lagi sekadar fiksi film atau teori konspirasi. Ketegangan geopolitik, konflik regional, dan perlombaan senjata membuat banyak pihak mulai bertanya: negara mana yang paling aman jika perang global benar-benar pecah?
Dalam situasi ekstrem seperti perang dunia, faktor keamanan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan militer. Justru lokasi geografis, kebijakan netral, stabilitas politik, serta ketahanan pangan dan energi menjadi kunci utama keselamatan suatu negara.
Berikut ini adalah 10 negara yang dinilai paling aman jika Perang Dunia III terjadi, berdasarkan analisis geopolitik global, sejarah konflik, dan kondisi geografis. Menariknya, Indonesia termasuk di dalam daftar ini.
1. Swiss – Benteng Netralitas Dunia
Swiss dikenal sebagai simbol netralitas global. Negara ini telah mempertahankan sikap netral selama ratusan tahun, bahkan saat dua Perang Dunia sebelumnya berlangsung.
Dengan bunker perlindungan nuklir yang mampu menampung hampir seluruh penduduknya, sistem pertahanan sipil yang matang, serta posisi geografis pegunungan Alpen, Swiss menjadi salah satu tempat paling aman jika konflik global meledak.
2. Selandia Baru – Terpencil dan Stabil
Letaknya yang jauh dari pusat konflik dunia membuat Selandia Baru berada di posisi strategis untuk menghindari dampak langsung perang global.
Negara ini memiliki ketahanan pangan tinggi, populasi relatif kecil, dan stabilitas politik yang kuat. Faktor ini membuat Selandia Baru sering disebut sebagai salah satu tempat terbaik untuk bertahan hidup dalam krisis global.
3. Islandia – Tanpa Militer, Minim Ancaman
Islandia adalah salah satu negara unik di dunia karena tidak memiliki angkatan bersenjata permanen.
Lokasinya yang terpencil di Atlantik Utara, jauh dari jalur perdagangan dan konflik utama, membuat Islandia relatif aman dari serangan langsung. Infrastruktur energi berbasis geothermal juga menjadikannya mandiri secara energi.
4. Kanada – Luas, Aman, dan Stabil
Kanada memiliki wilayah yang sangat luas dengan kepadatan penduduk rendah. Posisi geografisnya yang relatif terlindung serta hubungan diplomatik yang stabil membuat risiko konflik langsung lebih kecil.
Selain itu, Kanada memiliki cadangan air tawar dan pangan yang melimpah, menjadi keunggulan besar dalam situasi krisis global.
5. Finlandia – Siap Menghadapi Krisis
Meskipun dekat dengan kawasan konflik Eropa, Finlandia dikenal memiliki sistem kesiapsiagaan nasional terbaik di dunia.
Bunker bawah tanah, ketahanan logistik, dan kesiapan warga sipil membuat negara ini tetap aman dan terorganisir meskipun menghadapi ancaman besar.
6. Bhutan – Damai dan Terisolasi
Bhutan adalah negara kecil di Asia Selatan yang mengutamakan kebahagiaan nasional dibanding agresi militer.
Lokasinya di pegunungan Himalaya, minim kepentingan geopolitik global, serta budaya damai menjadikan Bhutan relatif aman dari target serangan dalam perang dunia.
7. Chile – Terlindungi Alam
Chile memiliki bentuk geografis yang unik, dengan perlindungan alami berupa Pegunungan Andes dan Samudra Pasifik.
Stabilitas politik dan ekonomi yang relatif baik menjadikan Chile salah satu negara Amerika Selatan yang paling aman jika konflik global terjadi.
8. Irlandia – Netral dan Jauh dari Konflik
Irlandia memiliki sejarah netralitas dan jarang terlibat konflik militer internasional.
Letaknya yang terpisah dari daratan Eropa utama membuat risiko serangan langsung relatif rendah, terutama dalam skenario perang skala besar.
9. Jepang (Wilayah Tertentu)
Meski memiliki sejarah pahit akibat perang, Jepang kini memiliki sistem pertahanan sipil, teknologi mitigasi bencana, dan infrastruktur krisis yang sangat maju.
Beberapa wilayah terpencil Jepang dinilai cukup aman, terutama karena kesiapan nasional menghadapi kondisi darurat ekstrem.
10. Indonesia – Aman Karena Geografi dan Politik Bebas Aktif
Indonesia menjadi salah satu negara yang paling menarik dalam daftar ini. Dengan letak geografis strategis namun tidak berada di pusat konflik global, Indonesia relatif aman dari serangan langsung.
Kebijakan luar negeri bebas dan aktif, hubungan diplomatik yang baik dengan banyak negara, serta posisi sebagai negara non-blok menjadi keunggulan besar.
Selain itu, Indonesia memiliki sumber daya alam melimpah, iklim tropis yang mendukung ketahanan pangan, dan wilayah kepulauan yang menyulitkan invasi skala besar.
Kesimpulan
Tidak ada tempat yang benar-benar bebas dari dampak perang dunia. Namun, negara-negara di atas dinilai memiliki peluang keselamatan lebih tinggi karena kombinasi lokasi, kebijakan politik, kesiapan nasional, dan ketahanan sumber daya.
Bagi Skandis, memahami kondisi global bukan untuk menimbulkan ketakutan, melainkan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya stabilitas, perdamaian, dan kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan di masa depan.
Semoga dunia tidak pernah sampai pada titik tersebut. Namun jika terjadi, setidaknya Skandis tahu bahwa Indonesia termasuk negara yang relatif aman.