Pendahuluan: Fenomena Baru di Pasar Otomotif Sekunder
Selama bertahun-tahun, pasar mobil bekas di Indonesia didominasi oleh kendaraan bermesin konvensional—Toyota, Honda, dan Daihatsu menjadi primadona. Namun, angin perubahan mulai bertiup. Di tahun 2026, fenomena baru muncul: mobil listrik dan hybrid mulai masuk ke balai lelang dengan volume yang terus meningkat. Chief Operating Officer JBA Indonesia, Deny Gunawan, mengungkapkan bahwa pada Kuartal I 2026, jumlah kontribusi mobil listrik dan hybrid di pasar lelang mengalami peningkatan 7% dibandingkan Kuartal I 2025.[reference:40] Meskipun kontribusinya masih di bawah 5% dari total bisnis lelang,[reference:41] tren ini merupakan sinyal penting bagi pasar otomotif sekunder Indonesia.Mengapa Pasar Lelang Mobil Elektrifikasi Mulai Tumbuh?
Ada beberapa faktor yang mendorong fenomena ini:1. Usia Kendaraan Elektrifikasi Mulai Matang
Mobil listrik dan hybrid pertama yang masuk ke Indonesia mulai berusia 3-5 tahun. Ini adalah usia di mana kendaraan mulai memasuki pasar sekunder secara alami. Pemilik pertama mulai mengganti kendaraan mereka dengan model terbaru, membuka peluang bagi pembeli kedua.2. Penerimaan Konsumen yang Semakin Luas
Dengan semakin banyaknya model elektrifikasi di jalan raya, konsumen mulai lebih percaya diri untuk membeli kendaraan bekas jenis ini. Kekhawatiran tentang baterai dan teknologi mulai berkurang seiring dengan semakin banyaknya data dan pengalaman nyata.3. Harga yang Mulai Terjangkau
Mobil listrik bekas menawarkan harga yang jauh lebih terjangkau dibandingkan baru. Bagi konsumen yang ingin merasakan pengalaman berkendara listrik tanpa harus mengeluarkan kocek miliaran rupiah, pasar bekas menjadi alternatif menarik.Model-Model yang Mulai Muncul di Balai Lelang
Deny Gunawan menyebutkan bahwa kendaraan elektrifikasi yang masuk lelang didominasi oleh beberapa model dari berbagai merek yang sudah dikenal di pasar Indonesia.[reference:42] Daftar unit yang tersedia meliputi:- MG VS HEV
- Wuling Almaz RS Hybrid
- Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid
- Toyota Corolla Altis Hybrid
- Hyundai Santa Fe Hybrid[reference:43]
Apa Artinya bagi Nilai Jual Kembali Mobil Skandis?
Bagi Skandis yang saat ini memiliki atau berencana membeli mobil elektrifikasi, tren ini memiliki beberapa implikasi:1. Resale Value Mulai Terbentuk
Kehadiran mobil elektrifikasi di pasar lelang adalah tanda bahwa pasar sekunder untuk kendaraan ini mulai terbentuk. Ini penting karena salah satu kekhawatiran terbesar pembeli mobil listrik adalah nilai jual kembali di masa depan. Dengan adanya pasar lelang yang aktif, resale value menjadi lebih terukur dan stabil.2. Depresiasi Masih Lebih Tinggi dari Mobil Konvensional
Meskipun pasar mulai terbentuk, depresiasi mobil listrik dan hybrid masih lebih tinggi dibandingkan mobil konvensional. Faktor utamanya adalah kekhawatiran tentang degradasi baterai dan perkembangan teknologi yang cepat. Namun, seiring dengan semakin matangnya pasar, perbedaan ini diperkirakan akan menyempit.3. Insentif Pemerintah Mempengaruhi Pasar Bekas
Insentif pemerintah untuk mobil listrik baru—seperti PPN DTP 100% untuk baterai nikel dan 40% untuk baterai selain nikel[reference:45]—dapat mempengaruhi harga di pasar bekas. Ketika mobil baru menjadi lebih murah karena insentif, harga mobil bekas juga akan tertekan.Studi Kasus: Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid di Pasar Sekunder
Sebagai salah satu model hybrid terlaris di Indonesia, Toyota Kijang Innova Zenix Hybrid memberikan gambaran menarik tentang pasar sekunder. Berdasarkan data kompilasi pasar sekunder per 10 Juli 2026, tercatat ada sekitar 102 unit mobil bekas Innova Zenix Hybrid yang sedang ditawarkan secara online di Indonesia.[reference:46] Dengan harga bekas mulai Rp360 jutaan,[reference:47] mobil ini menawarkan nilai yang menarik bagi pembeli kedua. Sirkulasi unit di pasar bekas yang sudah sangat sehat[reference:48] menunjukkan bahwa model hybrid ini memiliki daya tahan nilai yang baik.Prospek Pasar Lelang Elektrifikasi ke Depan
Deny Gunawan menambahkan bahwa peminat mobil hybrid dan listrik selalu ada, terutama di area Jakarta.[reference:49] Dengan semakin banyaknya model elektrifikasi yang masuk ke Indonesia, volume lelang diperkirakan akan terus meningkat. Beberapa faktor yang akan mendorong pertumbuhan ini:- Meningkatnya jumlah kendaraan elektrifikasi di jalan raya.
- Semakin matangnya ekosistem baterai dan perawatan.
- Makin banyaknya konsumen yang mencari alternatif terjangkau untuk merasakan teknologi elektrifikasi.
Kesimpulan: Sinyal Positif bagi Ekosistem Elektrifikasi
Kenaikan 7% kontribusi mobil listrik dan hybrid di balai lelang adalah sinyal positif bagi ekosistem elektrifikasi di Indonesia. Ini menunjukkan bahwa:- Pasar sekunder untuk kendaraan elektrifikasi mulai terbentuk.
- Konsumen semakin percaya dengan teknologi ini.
- Nilai jual kembali kendaraan elektrifikasi mulai terukur.



