Dokter Kandungan Ungkap Tips Aman Agar Bumil Tetap Bisa Puasa Ramadan, Hindari 5 Makanan Ini
Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan menjadi momen istimewa yang selalu dirindukan umat Muslim, termasuk para ibu hamil. Namun, di balik niat baik tersebut, puasa saat mengandung membutuhkan perhatian ekstra. Kondisi fisik ibu dan kesehatan janin harus menjadi prioritas utama agar ibadah tetap berjalan aman dan penuh keberkahan. Alih-alih mendapatkan manfaat spiritual dan kesehatan, memaksakan puasa tanpa persiapan matang justru berisiko menimbulkan gangguan kesehatan, baik bagi ibu maupun calon buah hati. Oleh karena itu, penting bagi Skandis untuk memahami batas kemampuan tubuh serta memperhatikan asupan nutrisi selama sahur dan berbuka.Puasa Saat Hamil, Bolehkah?
Menurut :contentReference[oaicite:0]{index=0}, dokter spesialis kebidanan dan kandungan, ibu hamil dengan kondisi medis yang sehat pada dasarnya diperbolehkan untuk berpuasa di bulan Ramadan. Namun, ada syarat utama yang tidak boleh diabaikan, yakni memastikan kebutuhan cairan harian tercukupi dengan baik. “Puasa boleh saja selagi hamil, tetapi Skandis harus bijak dalam melakukan persiapan. Pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan minum minimal 2–2,5 liter air per hari,” jelas dr. Fadli. Kekurangan cairan selama puasa dapat memicu kontraksi palsu hingga meningkatkan risiko dehidrasi. Oleh sebab itu, dr. Fadli menyarankan agar ibu hamil menghindari minuman berkafein, baik saat sahur maupun setelah berbuka, karena kafein bersifat diuretik dan membuat tubuh lebih cepat kehilangan cairan. Tanda-tanda dehidrasi sebenarnya cukup mudah dikenali. Skandis bisa mengamati warna urine. Jika warnanya tampak lebih gelap dan berbau menyengat, itu merupakan sinyal bahwa tubuh sedang kekurangan cairan dan perlu segera diatasi.Asupan Gizi yang Dianjurkan Selama Puasa
Selain cairan, asupan gizi juga memegang peranan penting. Ibu hamil dianjurkan mengonsumsi karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau gandum utuh agar energi dilepaskan secara perlahan dan bertahan lebih lama. Padukan dengan protein berkualitas tinggi untuk menunjang tumbuh kembang janin, baik dari sumber nabati seperti tahu dan tempe, maupun protein hewani seperti ayam, ikan, dan telur. Sebaliknya, konsumsi makanan atau minuman yang terlalu manis sebaiknya dibatasi. Lonjakan gula darah yang drastis dapat membuat tubuh cepat lelah dan mudah lemas saat berpuasa.Risiko Puasa bagi Ibu Hamil Trimester Pertama
Usia kehamilan juga perlu menjadi bahan pertimbangan. Puasa pada trimester pertama membutuhkan kehati-hatian ekstra karena pada fase ini janin sedang berada dalam tahap pembentukan organ-organ vital. Selain itu, perubahan hormon sering memicu mual dan muntah berlebihan atau morning sickness yang meningkatkan risiko dehidrasi. Oleh karena itu, sebelum memutuskan berpuasa penuh, sangat dianjurkan bagi Skandis untuk berkonsultasi langsung dengan dokter kandungan guna memastikan kondisi ibu dan janin tetap optimal.5 Makanan Pantangan Bumil Saat Sahur dan Berbuka
Agar puasa tetap aman dan bernutrisi, ibu hamil disarankan untuk menghindari beberapa jenis makanan berikut ini:- Aneka Gorengan Gorengan mengandung lemak trans dan kalori tinggi yang berisiko memicu diabetes gestasional, gangguan pencernaan, hingga meningkatkan risiko kelahiran prematur.
- Olahan Jeroan Kandungan kolesterol dan vitamin A yang terlalu tinggi pada jeroan dapat meningkatkan risiko preeklamsia, keguguran, serta cacat bawaan pada bayi.
- Junk Food atau Makanan Cepat Saji Makanan instan umumnya miskin nutrisi dan hanya mengandung kalori kosong, lemak, serta gula berlebih yang tidak baik bagi kesehatan ibu hamil.
- Daging dan Ikan Kurang Matang Konsumsi makanan mentah atau setengah matang berisiko membawa bakteri dan parasit berbahaya yang dapat membahayakan ibu dan janin.
- Mie Instan Minim gizi dan tinggi zat aditif, mie instan tidak mampu memenuhi kebutuhan nutrisi selama kehamilan dan berisiko memicu malnutrisi jika dikonsumsi berlebihan.
Rekomendasi Makanan Sehat Pengganti
Sebagai alternatif yang lebih aman dan bergizi, Skandis dapat memilih beberapa menu sehat berikut untuk sahur dan berbuka:- Telur dadar atau telur rebus
- Roti gandum utuh
- Nasi merah
- Sayuran hijau seperti bayam dan brokoli
- Sup ikan
- Daging tanpa lemak
- Buah segar seperti pisang, alpukat, dan aneka buah beri



