5 Tanaman Hias Cantik Tapi Berbahaya! Skandis Bisa Halusinasi Jika Tidak Hati-Hati
Tanaman hias memang sering menjadi pilihan favorit untuk mempercantik hunian. Selain menambah estetika ruangan, tanaman hias juga dapat membantu meningkatkan kualitas udara, memberikan rasa tenang, hingga menciptakan suasana yang lebih segar. Namun, tanpa disadari, tidak semua tanaman hias aman bagi Skandis. Beberapa di antaranya justru dapat memicu halusinasi jika tersentuh, terhirup, atau dikonsumsi secara tidak sengaja. Melansir dari Britannica, ada lima jenis tanaman hias yang dikenal mampu memberikan efek halusinogen karena kandungan zat kimia di dalamnya. Meskipun terlihat indah dan menawan, tanaman-tanaman berikut memiliki senyawa aktif yang dapat memengaruhi sistem saraf manusia. Simak penjelasan lengkapnya agar Skandis lebih waspada ketika memilih tanaman untuk di rumah.1. Belladonna
Belladonna dikenal sebagai salah satu tanaman hias yang paling memukau karena bentuk bunganya yang unik dan warna yang mencolok. Dikenal juga sebagai “deadly nightshade”, tanaman ini memproduksi racun berbahaya yang tersembunyi di dalam seluruh bagiannya. Tanaman ini mengandung tropane alkaloids, yaitu zat aktif yang dapat menyebabkan efek samping serius seperti
kebingungan, delirium, dan halusinasi. Bunganya yang berbentuk lonceng berwarna ungu kehijauan, serta buahnya yang hitam mengilap mirip ceri, sering kali dianggap menarik—padahal sangat beracun. Inilah sebabnya, belladonna sebaiknya tidak diletakkan di rumah yang memiliki anak kecil atau hewan peliharaan.
2. Kaktus Peyote
3. Morning Glory
Morning glory adalah tanaman merambat cantik dengan bunga berbentuk trompet berwarna-warni. Biasanya, morning glory menjadi pilihan favorit untuk menghias pagar atau diletakkan dalam pot gantung. Namun, di balik keindahannya, beberapa spesies morning glory mengandung senyawa psikoaktif bernama LSA (lysergic acid amide).
LSA memiliki struktur kimia yang menyerupai LSD sehingga dapat menyebabkan perubahan persepsi, gangguan emosi, hingga halusinasi. Ketika bijinya dikonsumsi, LSA bekerja memengaruhi sistem saraf pusat dan dapat menimbulkan efek psikedelik. Karena itu, morning glory harus ditangani dengan hati-hati, terutama jika di rumah terdapat anak atau hewan peliharaan yang rawan mengonsumsi tanaman secara tidak sengaja.
4. Brugmansia
Brugmansia, atau yang lebih dikenal sebagai bunga terompet, memiliki bunga besar dengan aroma harum yang begitu khas. Tanaman ini sering menjadi primadona di halaman rumah karena bentuknya yang dramatis dan anggun. Namun, keindahan ini membawa bahaya besar.
Seluruh bagian tanaman ini—mulai dari daun, bunga, hingga bijinya—mengandung senyawa alkaloid tropane seperti atropin, skopolamin, dan hyoscyamine. Senyawa ini merupakan neurotoksin yang mampu mengganggu sistem saraf pusat. Konsumsinya dapat menyebabkan halusinasi ekstrem yang sulit dikendalikan, kebingungan, bahkan reaksi berbahaya lainnya. Karena sifat toksiknya, Brugmansia hanya aman dipelihara oleh mereka yang benar-benar memahami risikonya.
5. Kaktus San Pedro
Selain peyote, kaktus San Pedro juga mengandung meskalin dan mampu menghasilkan efek halusinogen yang kuat. Kaktus dengan batang panjang berwarna hijau ini sering dijadikan tanaman hias indoor maupun outdoor karena tampilannya yang eksotis.
Jika dikonsumsi, meskalin di dalamnya dapat mengubah suasana hati, persepsi, hingga kesadaran seseorang. Efek ini serupa dengan yang ditimbulkan oleh zat psikedelik seperti LSD. Oleh karena itu, San Pedro harus ditempatkan di lokasi yang aman dan jauh dari jangkauan siapa pun yang tidak memahami bahayanya.



